Mengenal kepribadian seseorang

Sering kita mendengar peribahasa ” dalamnya laut bisa ditebak, hati orang mana kita tahu ” atau ” tak kenal maka tak sayang “. Ya, hati seseorang memang tidak bisa ditebak kecuali kita mengenalnya secara dekat dalam berbagai keadaan. Itupun kadang-kadang tidak cukup untuk mengenal seseorang karena yang tahu hati kita adalah diri kita sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai orang yang kelihatan baik tapi berhati pahit bagai empedu atau ada juga yang kelihatan berwajah seperti seorang penjahat,sangar,beringasan tapi berhati manis bagai madu. Yang ideal adalah penampilan luar sesuai dengan karakter dan kepribadiannya jadi kita tidak perlu repot-repot menerka-nerka sifatnya. Umumnya kita mengenal orang dari fisik nya dulu tapi hati-hati bisa tertipu dengan penampilan luar seseorang. Contoh kasus Ryan si penjagal dari Jombang wajahnya lugu tapi psikopat abis berhati buas bagai serigala, ngeri ya??

Tiap orang diciptakan unik, tidak ada yang sama meski kembar sekalipun. Bagaimana kita bisa memahami pribadi atau karakter seseorang tapi kita tidak mengenalnya secara dekat?, Mari kita menelaah kepribadian seseorang yang dikutip dari buku personality plus by Florence Littauer, kepribadian seseorang terbagi dalam 4 kepribadian yaitu :

·         Sanguinis : Ekstrovert- membicara-optimis (suka bicara,antusias,semangat)

·          Melankolis : Introvert - pemikir-pesimis (serius,jenius,idealis,musikal,kreatif)

·         Koleris : Ekstrovert-pelaku-optimis (berbakat,dinamis,tegas,mandiri)

·         Phlegmatis : Introvert-pengamat-pesimis (rendah hati,mdh bergaul,tenang,konsisten)

Tiap kepribadian diatas ada sisi positif dan negatifnya tergantung dimana kepribadian itu ditempatkan tapi yang utama kita bisa menghargai sifat dan karakter seseorang. Selama kepribadian itu tidak mengganggu dan merugikan orang lain ya tidak masalah karena karakter/sifat seseorang adalah anugerah Tuhan, kebayang kan jika kepribadian seseorang Sanguinis semua tidak ada yang mau mendengar sukanya bicara melulu, betapa bisingnya telinga ini.

Tuhan membuat kita Kaki untuk bergerak, mengatur, mencapai seperti kaki Koleris, Dia menjadikan beberapa orang diantara kita Pikiran untuk berpikir secara mendalam, merasakan, menulis seperti orang Melankolis, Dia menjadikan beberapa orang diantara kita Tangan untuk melayani, meredakan, seperti orang Phlegmatis, Dia menjadikan diantara kita Mulut untuk bicara, mengajar, memberi dorongan seperti orang Sanguinis.

Diantara kepribadian diatas, manakah kepribadian kita?, Bersyukurlah apapun type kepribadian kita karena Tuhan ciptakan setiap orang itu unik. Berusahalah untuk saling menghargai, toleransi, melengkapi, empati atas perbedaan karakter itu. Yang satu bawel, yang satu diam, yang satu berantakan, satunya lagi teratur, yang satu termehek-mehek, yang lainnya memberi semangat, dsb. Tidak usah jadi pribadi orang lain jadilah diri kita sendiri.

Lagi belajar dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik meski tidak selalu menyenangkan semua orang yang dikenal.

Berusaha saling mengerti karakter kepribadian satu sama lain.

 

Tinie Wie (kompasiana.com)

 

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger