Berubah Atau Punah

Sejak zaman dahulu ternyata binatang dinosaurus dan kecoa sama-sama ada di bumi ini, tetapi sampai saat ini dinosaurus hanya tinggal nama dan kenangan sementara kecoa masih tetap ada. Mengapa? Karena dinosaurus tidak dapat beradaptasi dan mengikuti perubahan alam. Ilustrasi cerita di atas mengingatkan kita kembali tentang pentingnya melakukan perubahan.

Di penghujung tahun 2008 ini, begitu banyak berita-berita tentang keprihatinan kita bersama tentang kondisi di Indonesia. Baik masalah politik, hukum dan siap ekonomi dan salah satunya adalah masalah krisis ekonomi global yang berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Salah satu dampak langsung yang dapat terlihat adalah banyaknya karyawan yang telah dirumahkan bahkan di PHK. Beberapa perusahaan yang telah melakukan PHK misalnya perusahaan RAPP dan APAC. Jumlah yang di PHK pun tidak tangung-tanggung karena sampai angka ribuan. Salah seorang teman dari Surabaya, juga pernah menyampaikan dengan sangat berat dan terpaksa akan melakukan PHK 5.000-an karyawan di perusahaannya di 

tahun 2009 nanti. Sofyan Wanandi (Ketua Umum APINDO) pada salah satu siaran TV juga menyampaikan, bahwa PHK masih akan berlanjut sampai dengan tahun 2009.

Sudah menjadi kebiasaan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, jika krisis ekonomi terjadi, maka solusi yang paling gampang dilakukan adalah mengorbankan SDM nya dengan melakukan PHK. Ini menunjukkan, bahwa masih banyak perusahaan dan para

pemimpin perusahaan yang tidak siap dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masa depan. Tidak banyak yang belajar dari pengalaman krisis ekonomi yang pernah terjadi di pertengahan tahun 1998. Situasi ini juga diperparah oleh para SDM Indonesia yang ternyata masih banyak yang tidak siap dengan derasnya ombak perubahan. Para karyawan dan buruh, terlalu menggantungkan nasib hidup dan keluarganya pada perusahaan. Lihat saja demonstrasi yang dilakukan para buruh tentang kesepakatan 4 menteri, meskipun akhirnya pemerintah merevisi peraturan tentang batas kenaikan upah buruh tersebut.

Sesuatu yang pasti di dunia ini adalah perubahan. Siapa yang tidak mau dan tidak siap untuk berubah maka akan

punah seperti cerita dinosaurus. Persoalannya adalah apakah kita sebagai manusia, karyawan, buruh, perusahaan

untuk berubah? Kalau boleh disebutkan, mata uang di abad ini adalah “PERUBAHAN”. Bahkan melakukan perubahan saja masih belum cukup, tetapi haruslah diikuti dengan kecepatan melakukan perubahan itu sendiri, karena perubahan yang terjadi dewasa ini begitu cepatnya. Lalu bagaimana harus menyikapi derasnya perubahan yang akan terjadi di masa depan?

 Perkuat dan perjelas tujuan Anda.

Orang yang tidak jelas akan tujuannya, membuatnya gampang lelah dan prustrasi. Ia akan terlihat sibuk, kerja seharian – pergi pagi, pulang petang (apalagi jika ditambahi dengan penghasilan pas-pasan) tetapi tidak mencapai apa pun. Orang yang tidak kuat dan jelas akan tujuannya akan mudah terombang-ambing oleh derasnya ombak perubahan yang masih akan terus terjadi.

 

Fokus

memfokuskan diri pada hal-hal yang Anda tidak bisa

berbuat banyak untuk hal tersebut. Anda boleh prihatin dengan situasi yang terjadi, tetapi jauh lebih penting adalah bertindak pada apa yang dapat Anda perbuat dan perbaiki. Baik di lingkungan kerja ataupun pada diri Anda sendiri.

 

Kreatif

Dalam krisis ekonomi seperti ini, kreativitas Anda sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dan mencari peluang dan terobosan-terobosan baru. Empat dimensi yang dapat digunakan untuk melihat dan mencari

 solusi-solusi baru. Temukan jawaban atas empat dimensi perntanyaan ini: Adakah sesuatu hal kalau Anda: (1) kurangi, (2) tambahi (3) hilangkan, (4) ciptakan akan menghilangkan atau paling tidak mengurangi masalah?

 

Tingkatkan kecepatan

Jangan cepat puas dengan hasil dan pencapaian masa lalu. Lakukan perbaikan terus menerus dan jangan lupa tingkatkan kecepatan Anda. Kecepatanlah yang pernah membuat Microsoft mengalahkah IBM dan membuat Bill Gates orang terkaya di dunia. Walmart mengalah perusahaan raksasa GE. Indutri mobil Jepang

Amerika seperti Ford. Teknologi Handphone mengalahkah pager termasuk Pos Indonesia (dalam hal pengiriman kartu-kartu ucapan). Ingatlah bahwa the enemy of great is good.

 

Bagaimana meningkatkan kecepatan? Setiap orang (tanpa kecuali) mendapat jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam per hari

 Siapa yang cepat dialah yang menang. Untuk dapat menggunakan waktu dengan baik, gunakan prinsip pareto 80/20 dalam bekerja. Pikirkan dan lakukanlah hal-hal prioritas tertinggi pekerjaan Anda (20%) yang sangat menetukan sebagian besar (80%) hasil yang akan dicapai.Ta

tinggal beberapa hari

lagi. Krisis belum berakhir dan perubahan sudah

dimulai, tetapi yang pasti perubahan juga tidak akan berhenti, bahkan akan semakin cepat dan semakin cepat lagi. Bagaimana dengan Anda, sudahkah siap dengan perubahan? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

 

Salam ”learning forever”

 

Herdianto Purba, SE, MM

 

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger