4 Macam Gelombang Otak

Tahu pada empat macam gelombang otak (EEG)

 1. Delta
2. Theta
3. Alpha
4. Betha

Jaringan otak orang hidup menghasilkan gelombang-gelombang listrik yang berfluktuasi.
Pada tahun 1929, Hans Berger, orang Jerman, membuat peralatan untuk mencatat dan mengukur gelombang listrik yang terjadi di otak.
Alat ini disebut sebagai Electroencephalograph atau disingkat EEG.
Dengan menempelkan sepasang elektrode di kulit kepala, maka dapat diketahui perbedaan tegangan arus lisrik padanya.

Apabila di layar monitor electroencephalograph tidak lagi terlihat adanya gelombang, maka orang tersebut secara medis telah mati, meskipun di bagian tubuh lain masih ada gerakan.
Frekwensi gelombang EEG dihitung dengan jumlah cycles per second atau cps (Hertz-Hz)

Gelombang Delta adalah kondisi orang sedang tidur yang frekwensinya antara 0,5 s.d. 3,5 cps.
Orang tidur tanpa mimpi, otaknya menghasilkan gelombang Delta.
Sedangkan orang koma gelombang otaknya hanya 0,5 cps.
Tidur rutin untuk manusia, adalah upaya untuk memulihkan kondisi sel-sel tubuhnya termasuk sel otak yang telah bekerja berat seharian.
Oleh sebab itu orang sakit perlu banyak tidur beristirahat.

Gelombang Theta dengan putaran 3,5 s.d. 7 cps, terjadi saat orang bermimpi. Mimpi ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat.
Perasaan bermimpi yang terasa lama sekali, pada hakekatnya hanya berlangsung dalam hitungan detik.
Hal ini karena "ukuran waktu" yang dipakai orang yang bermimpi ialah "waktu" ukuran ruh.
Bukankah waktu ribuan tahun di dunia, hanya sekejap saja menurut ukuran akhirat.
Para penemu, pencipta musisi bekerja dalam kondisi gelombang Tetha.

Gelombang Alpha antara 7 s.d. 13 cps.
Terjadi pada kondisi normal orang dewasa bekerja, tanpa dibebani pikiran macam-macam, tanpa target yang berat.
Kewajiban yang terpenting ialah bagaimana melaksanakan tugas-pekerjaan sebaik-baiknya dengan tujuan yang telah ditetapkan disertai niat positif lillahi ta'ala.
Tidak ada pikiran negatif Informasi-informasi yang diserap otak selama ini akan muncul kembali, "diam seribu akal", dan "jalan lebih baik dari tujuan" itulah patokannya agar otak bekerja dalam gelombang ini.

Gelombang Beta antara 13 s.d. 28 cps.
Ketika orang bekerja berat membutuhkan pikiran yang banyak sekali, sehingga gelombang otak juga naik hitungannya.
Banyak hal yang harus dicermati untuk mempertahankan eksistensi manusia dari bahaya lingkungan seperti tentara yang sedang bertempur atau supir yang harus waspada.

Sebaiknya kita memprogram otak kita selalu dalam gelombang alpha, gelombang ketenangan, sehingga muncul inspirasi.
Sembahyang secara khusuk 5 kali dalam 24 jam akan menghasilkan gelombang alpha, yang memperbaiki kualitas hidup.

Mohamad Yunus

 

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger