Apakah Saya Cocok Jadi Entrepreneur

Sumber http://garudapreneur.com/artikel/apakah-saya-cocok-jadi-entrepreneur

Apakah saat ini Anda masih mengenyam pendidikan, aktif bekerja sebagai profesional ataupun sedang merintis usaha; dan memiliki pertanyaan seperti di atas? Pada kesempatan ini, kami mencoba membantu Anda agar menemukan jawaban Anda sendiri. Dan pada akhir tulisan ini, Anda dapat mengetahui seberapa siapkah Anda menjadi seorang entrepreneur melalui serangkaian pertanyaan.

Mari kita mulai dengan mitos… penghambat kesuksesan entrepreneur.

5 Mitos Besar Entrepreneurship

Ada banyak mitos atau keyakinan yang kurang tepat mengenai menjadi seorang entrepreneur. Bahkan, ada sebuah buku yang didedikasikan secara khusus hanya untuk membahas sebanyak 56 mitos entrepreneur! Mengapa Anda perlu mengetahui kebenaran dibalik mitos? Ketika Anda menganggap satu (atau lebih) mitos sebagai sesuatu yang benar, maka peluang Anda untuk melakukan terobosan dalam hidup (terutama dalam kisah entrepreneurial Anda) semakin kecil.

Tulisan ini tidak akan ikut-ikutan membahas sebanyak 56 mitos. Tetapi hanya 5 mitos besar yang hampir selalu ditemukan dalam berbagai seminar, workshop serta berbagi media digital. Apa sajakah mitos-mitos tersebut?

  1. Kecerdasan & Pendidikan
  2. Bakat & Keturunan
  3. Kendala Usia
  4. Modal
  5. Peluang

Kecerdasan & Pendidikan

Faktanya banyak pengusaha sukses baik di luar negeri ataupun di Indonesia tidak memiliki gelar pendidikan yang tinggi, bahkan beberapa drop out dari perguruan tinggi ataupun tidak pernah masuk perguruan tinggi.

Semasa kecil, Thomas Alva Edison hanya sempat masuk sekolah selama 3 bulan dan dikeluarkan oleh gurunya karena dianggap kurang cerdas. Memiliki masalah pada pendengaran akibat demam tinggi ketika usia balita. Dunia berhutang padanya berkat penemuan bola lampu pijar. Beliau juga yang mendirikan General Electric.

 

Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras — Thomas Alva Edison

 

Bakat & Keturunan

Faktanya kesuksesan bisnis seseorang tidak ditentukan oleh bakat ataupun garis keturunan. Tidak ada gunanya bakat kalau tidak dapat memupuk minat.

Ketika masih bayi dirinya diserahkan kepada keluarga lain untuk diadopsi karena orangtua kandungnya tidak siap memiliki bayi karena masih sangat muda. Masa mudanya sangat labil karena merasa dibuang oleh orangtuanya. Karena Steve Jobs muda memiliki beberapa minat yang ditekuni, akhirnya membawa dirinya sukses membawa Apple menjadi salah satu brand termahal dunia.

 

Saya meyakini bahwa sekitar setengah dari yang memisahkan entrepreneur yang sukses dan gagal adalah murni ketekunan — Steve Jobs

 

Kendala Usia

Faktanya usia bukanlah penentu keberhasilan bisnis seseorang. Sebenarnya bukan pada masalah usia fisik seseorang, melainkan usia mentalnya.

Kakak beradik, Shravan Kumaran and Sanjay Kumaran asal India ketika mendirikan perusahaan pembuat aplikasi mobile Go Dimensions saat itu mereka baru berusia 12 dan 14 tahun. Sementara Kolonel Sanders dapat menjadi bukti bahwa memulai bisnis ayam goreng berbalur tepung di usia pensiun bukanlah hal yang jelek. Apalagi kemudian bisnis yang dirintisnya menjadi restoran cepat saji ayam goreng yang sangat terkenal di seluruh dunia dengan merk KFC alias Kentucky Fried Chicken.

 

Tidak ada alasan menjadi orang paling kaya di kuburan. Kamu tidak dapat melakukan bisnis dari sana — Kolonel Sanders

 

Modal

Faktanya banyak usaha rintisan dapat dimulai dari hampir tanpa modal. Kekeliruan terbesar bahwa modal haruslah uang sepertinya perlu segera didefenisikan ulang. Karena modal itu dapat juga berupa pengetahuan, keahlian, jaringan pertemanan, ide dan bahkan sebuah kepercayaan.

Malahan, modal yang besar dapat menjadi bumerang bagi sebuah usaha rintisan. Kemampuan analisa dan pengambilan keputusan strategis tidak akan setajam dan sekreatif bila mereka memiliki modal pas-pasan. Alhasil, banyak dana yang mungkin terbuang sia-sia.

Banyak perusahaan rintisan berawal dari garasi ataupun ruang bawah tanah rumah. Karena keterbatasan modal mereka memanfaatkan ruang tidak terpakai di rumahnya untuk memulai. Bahkan ketika Larry Page dan Sergey Brin mendirikan Google yang begitu fenomenal berawal dari garasi rumah juga.

 

Bila kamu sedang merubah dunia, (artinya) kamu sedang mengerjakan sesuatu yang sangat penting. Kamu pasti sangat bersemangat untuk bangun di pagi hari — Larry Page

 

Peluang

Faktanya tidak akan ada peluang yang menghampiri bagi yang menunggu… karena peluang harus dicari atau diciptakan.

Seberapa sering Anda mendengar ada orang yang mengeluh bahwa ide bisnisnya sudah diwujudkan oleh orang lain? Atau mendengar orang yang mengeluh bahwa sudah tidak ada peluang lagi. Seolah-olah semua orang sudah lakukan.

Mungkin orang-orang seperti ini perlu diajak berkunjung ke kota Sumedang. Agar dia melihat sendiri bagaimana sepanjang jalan raya di kiri kanannya adalah toko-toko yang menjual tahu Sumedang. Atau diajak ke kota Medan untuk melihat toko-toko penjual Bika Ambon di sepanjang jalan Majapahit. Atau melihat-lihat ke ITC Roxy Mas yang disebut-sebut sebagai pusat ponsel terbesar se-Asia Tenggara.

 

Cara terbaik memperkirakan masa depan adalah dengan menciptakannya — Peter Drucker

 

Entrepreneur Quiz

Berikut kami melampirkan sejumlah pertanyaan yang nantinya Anda jawab dengan YA atau TIDAK. Jawablah dengan sejujurnya, bukan apa yang seharusnya. Tidak ada yang benar ataupun salah dalam memberikan jawaban. Tetapi ini dapat memberikan cerminan keadaan Anda yang sebenarnya.
01. Apakah Anda memiliki karakter yang kuat? [     ]

Anda membutuhkan karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai situasi yang sulit di awal-awal membangun bisnis Anda. Kadang godaan untuk kembali bekerja sebagai profesional selalu datang ketika bisnis yang anda rintis belum menghasilkan juga. Sementara tabungan Anda semakin menipis.

02. Apakah Anda memiliki keahlian atau keterampilan tertentu? [     ]

Modal awal seperti yang sudah dibahas di depan tidak melulu harus berupa uang. Keahlian ataupun keterampilan Anda dapat dijadikan modal awal. Bahkan keterampilan berupa penguasaan bahasa asing pun dapat menjadi modal awal untuk memulai sebagai penerjemah.

3. Apakah Anda sudah mengerjakan Pekerjaan Rumah Anda? [     ]

Yang dimaksud dengan pekerjaan rumah adalah hal-hal dasar yang harus dilakukan sebelum memulai sebuah bisnis. Seperti melakukan survei kecil-kecilan untuk mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Lalu apakah ide bisnis yang Anda rancang cukup menarik atau tidak. Mungkin juga Anda harus merubah ide dari awal lagi ketika mendapatkan masukan dari masyarakat.

4. Apakah Anda seorang pekerja keras? [     ]

Untuk mengetahui apakah anda seorang pekerja keras atau tidak, caranya dengan mengamati jumlah jam dalam sehari yang Anda habiskan untuk melakukan kegiatan apa. Bila jumlah jam lebih banyak dihabiskan untuk tidur dan hiburan, dibandingkan bekerja maka Anda sudah tahu apa jawabannya.

5. Apakah saat ini Anda memiliki uang untuk memulai bisnis Anda? [     ]

Uang ini dapat dari tabungan yang Anda sisihkan dari awal atau dapat juga berupa pinjaman dari saudara atau teman yang bersedia menjadi investor awal Anda.

6. Mampukah Anda bekerja dalam tekanan? [     ]

Bila Anda berpikir bahwa kalau jadi bos maka tidak ada yang menekan Anda. Ini salah besar. Tidak ada orang yang dapat melepaskan diri dari tekanan pekerjaan. Bila di kantor Anda mendapatkan tekanan hanya dari atasan. Maka dalam berbisnis Anda akan mendapatkan tekanan dari pelanggan, karyawan, atau bahkan orang dekat Anda.

7. Apakah Anda memiliki kepribadian yang cocok? [     ]

Membangun bisnis butuh kemampuan bernegosiasi. Karena akan muncul banyak hal yang tidak terduga. Anda perlu bernegosiasi untuk melakukan penyesuaian agar pekerjaan tetap dapat berjalan. Bila Anda termasuk orang yang tidak suka bernegosiasi maka Anda perlu belajar akan hal ini.

8. Apakah Anda memiliki kemampuan memimpin? [     ]

Kepemimpinan dibutuhkan untuk mengelola orang-orang dalam organisasi. Walaupun hanya 1 orang jumlah karyawan Anda. Termasuk juga memimpin diri sendiri melawan rasa malas.

9. Apakah Anda orang yang disiplin? [     ]

Cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki disiplin yang tinggi atau tidak adalah dengan mengukur sejauh mana ketepatan Anda dalam membuat janji dengan orang lain. Orang-orang yang disiplin dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengatur waktu.

10. Mampukah Anda bekerja dalam dateline? [     ]

Dalam dunia bisnis, pekerjaan yang satu tersambung dengan pekerjaan lainnya. Apa jadinya bila sebuah bagian pekerjaan tidak diberi batasan waktu. Atau sebuah bagian pekerjaan tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan penyelesaiannya.

11. Apakah Anda cukup tangguh menghadapi penolakan? [     ]

Bisnis baru perlu diperkenalkan. Anda perlu memperkenalkan barang atau jasa kepada masyarakat. Dan ingatlah tidak semua orang tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Tetapi di antara orang yang begitu banyak, pasti ada yang tertarik. Anda hanya perlu menemukan siapa yang mau beli.

12. Apakah Anda menyiapkan diri untuk mempelajari hal-hal baru? [     ]

Ada banyak ilmu baru yang perlu Anda pelajari ketika membangun bisnis. Dari mulai hal-hal yang menyangkut keuangan, akuntasi, marketing, sales, sistem dan prosedur kerja dan banyak lagi.

13. Apakah Anda termasuk orang yang memiliki keterampilan sosial, fleksibel dan adaptasi yang baik? [     ]

Pada awalnya Anda mungkin harus mengerjakan semua hal sendirian. Dan mungkin akan menemui berbagai macam karakter orang. Tidak semua orang cocok dengan karakter atau sifat Anda. Bila mereka bukanlah calon pelanggan Anda maka hal ini akan menjadi sangat mudah. Tapi bila mereka adalah potensial buyer, Anda tidak mungkin mengacuhkannya kan?

14. Apakah Anda terorganisir dengan baik? [     ]

Yang dimaksud terorganisir dengan baik adalah kemampuan anda untuk membagi waktu, mengatur pekerjaan dan pengaturan keuangan. Karena ini hubungannya dengan efisiensi.

15. Apakah Anda cukup matang secara mental? [     ]

Setiap manusia memiliki dua jenis usia. Usia fisik dan usia mental. Orang yang usianya tua belum tentu memiliki usia mental yang sama. Begitu juga sebaliknya. Banyak kegagalan bisnis bermula dari ketidakmampuan dirinya menghadapi situasi ketika menerima uang kontan dalam jumlah besar. Atau ketidakmampuan dirinya menerima kegagalan demi kegagalan.

16. Mampukah Anda membagi waktu dan menjaga sikap profesional dalam membangun bisnis sendiri tetapi tetap bekerja sebagai karyawan penuh waktu? [     ]

Semua bisnis rintisan belum mampu menghidupi di awalnya. Sehingga banyak mentor bisnis memberi nasehat untuk tidak meninggalkan pekerjaan utama yang saat ini menghidupi Anda.

17. Apakah Anda seorang pendengar yang baik? [     ]

Bisnis adalah mendengarkan. Anda perlu belajar menjadi pendengar yang baik untuk menerima feedback. Karena ini akan menjadi informasi berharga untuk memperbaiki produk atau jasa Anda.

18. Apakah Anda mendapatkan dukungan dari keluarga? [     ]

Seringkali penghambat terbesar dalam meraih cita-cita justru datang dari orang paling dekat. Karena rasa khawatir yang berlebihan akan kegagalan membuat mereka tanpa sadar melakukan tindakan-tindakan yang kontra produktif pada diri Anda. Sehingga Anda merasa tidak mendapatkan dukungan.

19. Apakah Anda siap menurunkan standard hidup saat ini? [     ]

Memulai bisnis tidaklah mudah. Biaya operasional keluar terus, sementara pemasukan belum ada. Sama halnya seperti menyebar bibit. Perlu menunggu kapan bibitnya tumbuh. Anda harus berhemat sehemat-hematnya agar mampu bertahan untuk jangka waktu minimal 3 tahun.

20. Apakah Anda memiliki tingkat kreatifitas dengan imajinasi yang cukup baik? [     ]

Di paragraf awal sudah berulang kali disebutkan bahwa selama manusia masih hidup dan bumi masih berputar, masalah tidak akan ada habisnya. Dengan kreatifitas, Anda merubah masalah orang lain menjadi peluang usaha Anda. Tetapi perlu diingat, Anda pun harus kreatif untuk menyelesaikan masalah sendiri dengan bisnis baru yang sedang dibangun.

Bila Anda sudah menjawabnya. Silahkan jawaban tersebut dijumlahkan.

Jawaban lebih banyak YA. Saya ucapkan Selamat! Minimal melalui tes sederhana ini sepertinya Anda sudah siap memasuki dunia entrepreneur.

Jawaban setengah YA setengah TIDAK, atau lebih banyak TIDAK. Jangan berkecil hati. Ini hanyalah tes sederhana. Berita baiknya Anda dapat langsung memperbaiki diri untuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya TIDAK.

Beruntunglah hari ini ilmu entrepreneur telah dibuat secara sistematis sehingga dapat dipelajari. Buktinya semakin banyak banyak lulusan dari sekolah bisnis yang bahkan belum lulus saja sudah memiliki bisnis.

Lalu bagaimana bila Anda tidak bersekolah di bidang bisnis, atau sudah bekerja? Apakah harus pindah jurusan ataupun kuliah sambil bekerja? Tidak sama sekali… Anda dapat mengikuti FAST TRACK untuk memulai dengan benar perjalanan entrepreneurial Anda.


Posted by: Henry Yonathan <henry.yonathan@gmail.com>

 

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger