Si Vis Pacem, Para Bellum

Damai lewat kekuatan (peace through strength; a strong society being arguably less likely to be attacked by enemies). Maka, "if you wish for peace, prepare for war." Begitulah makna Si Vis Pacem, Para Bellum.

Lalu, apa kita mau perang? Ya, begitulah… Buku klasik pemasaran dari Al Ries & Jack Trout (1986) pasang judul terang-terangan soal bertempur, Positioning: The Battle for Your Mind. Judul buku berikutnya: Marketing Warfare!

Sekedar mengingatkan saja, ada dua prinsip dalam Marketing Warfare, defensif dan ofensif. Dalam principles of defensive dikatakan: 1) only the market leader should consider playing defense, 2) The best defensive strategy is the courage to attack yourself, 3) Strong competitive moves should always be blocked. Sedangkan dalam principles of offensive disebutkan: 1) The main consideration is the strength of the leader's position, 2) Find a weakness in the leader's strength and attack at that point, 3) Launch the attack on as narrow a front as possible.

***

Dalam ranah seni, setelah lagu 'Rasa Sayange' dan dulu beberapa corak batik diklaim negeri jiran sebagai heritage mereka, maka kini tari Pendet dari Bali disasarnya pula. Jika saat ini yang diklaim adalah tanda atau simbolnya, maka – jika proses pembiaran ini terus berlangsung – besok jangan heran jika yang diklaim adalah justru referensi tanda itu, alias teritori atau negerinya. Kasus Ambalat merupakan prelude saja nampaknya.
Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger