Apakah itu GRAPHOLOGY ?

Graphologi adalah sebuah cabang pengetahuan yang secara khusus mempelajari arti dari tulisan tangan. Dalam dunia academic biasanya graphology dimasukkan ke dalam bagian dari ilmu Psychology. Yang dipelajari dalam graphology adalah pola2 tulisan serta tarikan otot2 syaraf halus yang akhirnya membentuk tulisan tersebut. Ternyata pola2 dan bentuk2 huruf tertentu itu mempunyai korelasi yang sangat erat dengan sifat ataupun kepribadian atau karakter penulisnya.

Apakah ilmu graphology ini merupakan ilmu yg baru dalam masyarakat kita ?

Jawabannya adalah YA dan TIDAK. Ya betul, graphology terutama di Indonesia ini belum terlalu popular, jadi memang masih termasuk ilmu yang relative baru. Tapi jawaban ini sebetulnya juga tidak terlalu tepat, karena kalau kita lihat sejarahnya, ilmu graphology ini sudah jauh dipakai bahkan sebelum masehi. Bangsa Cina kuno sudah mengenal bahwa tulisan tangan punya kaitan erat dengan kepribadian seseorang. Buku pertama yg diterbitkan mengenai tulisan tangan adalah pada tahun 1622 oleh seorang dokter & professor dari Itali yg bernama Camilio Baldi. Tapi istilah “graphology” sendiri baru muncul pada tahun 1870 dari publikasi di Perancis oleh seorang yg bernama Jean Michon, yang melakukan riset pertama & masih merupakan dasar2 yg harus dibaca para penafsir tulisan tangan. Dan sejak abad lalu, tepatnya tahun 1895, sudah ada 2200 publikasi mengenai ilmu ini. Jadi sebetulnya graphology bukanlah ilmu yg baru.

Kenapa ilmu Graphology ini tidak atau belum berkembang pesat seperti ilmu kedokteran ?

Ada beberapa teori, yang jelas, seperti juga psychology, biasanya ada pembedaan didalam dunia ilmiah ini yaitu : hard science dan soft science. Seperti halnya psikologi, graphology juga dikategorikan soft science dan perkembangannya agak sedikit terhambat. Tapi ternyata ilmu soft science kembali diminati karena sudah terbukti banyak ilmu hard science misalnya kedokteran misalnya ternyata tidak dapat menyembuhkan secara tuntas banyak jenis penyakit. Justru dengan soft science misalnya hypnoterapi, 1-2 sesi client justru bisa sembuh total. Dengan berkembanganya teknologi yg sudah canggih, sekarang ilmuwan mulai bisa ‘melihat’ kecanggihan otak manusia, kecanggihan ciptaan Tuhan. Ternyata banyak hal dibuat complicated atau rumit oleh ilmu pengetahuan atau hard science.

Kenapa ilmu Graphology ini sekarang kembali diminati ?

Setelah melalui banyak riset, ditemukan fakta2 bahwa gerakan otot2 halus jari2 tangan yang membuat terjadinya tulisan, ternyata sangat erat kaitannya dengan pikiran bawah sadar penulisnya. Dan sekarang para ilmuwan sudah banyak setuju, bahwa pikiran bawah sadar seseorang mempunyai kemampuan yang jauh lebih dahsyat dari pikiran sadarnya. Banyak buku2 sudah mempublikasikan bahwa pikiran sadar (mindconsius) itu kekuatanya hanya 12% sedangkan 88% adalah program bawah sadar (subconsius). Oleh karena ternyata tulisan adalah cerminan dari pikiran bawah sadar seseorang, maka yang ditampilkan adalah keadaan, atau kondisi, atau emosi, atau program2 yang tersimpan dibawah sadar itu sendiri. Dengan kata lain, seseorang bisa menuliskan suatu cerita kebohongan diatas kertas, tapi cara penulisannya, tetap menjelaskan secara jujur apa dan siapa penulis itu sebenarnya sesuai apa yang ada dibawah sadarnya.

Terus apa kegunaan mempelajari ilmu grapology ini ? Apakah hanya untuk mengetahui bawah sadar seseorang ?

Kegunaannya tentunya sangat banyak. Dengan mengetahui kondisi bawah sadar seseorang, kita dengan mudah bisa mencari ‘limiting believe’ atau ‘mental blok’ seseorang. Dan dengan mengetahui limited believe ini bisa dilakukan terapi yang tepat & akurat kepada penulisnya. Saya berikan contoh spt ini : ada seseorang – katakanlah namanya bpk Fulan, misalnya, melamar pekerjaaan di sebuah perusahaan, katakanlah perusahaan PT ABC  misalnya. Pak Fulan mengirimkan surat lamaran kerja untuk menjadi tenaga sales/marketing. Setelah dianalisa, ternyata pak Fulan ini menulis huruf “d” ada seperti balon diatasnya, yang berarti orangnya mempunyai kecenderungan sensitive terhadap kritikan. Dan juga terlihat kecenderungan untuk tidak gigih, tulisannya kelihatan naik kemudian turun, artinya mudah menyerah. Stem atau sabuk huruf  “t”nya pendek sekali & tidak tegas, cenderung di bawah. Kalau HRD PT ABC tahu dari awal, kira2 pak Fulan akan diterima atau tidak? Jawabannya tentu TIDAK..! Tapi banyak kenyataan diluar sana, seseorang sudah diterima sebagai karyawan, karena hasil interviewnya OK, bahkan mungkin psikotest OK, kelihatan semangat pada awalnya, tapi 3 bulan kemudian mulai kelihatan “asli”nya, mau dikeluarkan susah karena sudah keburu lewat masa percobaan dan sudah diangkat menjadi karyawan tetap.

Jadi sangat berguna untuk manager HRD atau Board Of Director, tapi apakah ada kegunaan lain selain untuk proses recruitment?

Graphology memang banyak sekali digunakan untuk recruitment. Bahkan publikasi yg pernah saya baca, ditahun 1980an, 80% perusahaan2 besar di Eropa telah menggunakan graphology sebagai standard penerimaan karyawan. Tapi selain itu, graphology juga berguna untuk evaluasi & penempatan karyawan, terutama yang sudah keburu diterima. Ada sebuah report yang mengatakan, dari hasil riset ternyata karyawan tidak ‘perform’ atau tidak menghasilkan seperti yang diharapkan bukan karena potensinya yang kurang. Tapi karena karyawan tersebut tidak diberikan tugas yang sesuai dan memang menjadi kekuatannya, melainkan ditempatkan sekedar karena ada ‘kekosongan’. Contoh : karena kurang sales, kita comot aja pak Ali yang selama ini jadi accounting. Rasanya pak Ali penampilannya cukup perlente, cukup ramah & mudah bergaul. Memang kelihatan tulisan pak Ali cenderung bulat & ringan. Tapi hurufnya kecil2 renggang2 jarak antar huruf maupun kata. Dan sangat rapi, titik pada huruf ‘i & j” nya sangat dekat dengan tiang. Mungkin perusahaan itu sudah membuat kesalahan fatal, kareana pak Ali sebetulnya tipe orang yang lebih suka untuk menyendiri atau introvert. Dia tidak nyaman sebetulnya bergaul dengan banyak orang walaupun sekilas kelihatan ramah. Dia lebih suka pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, sendiri, dan kalau dipaksa ketemu banyak orang dengan cara yg serabutan, justru pak Ali akan stress.

Yang tadi kami jelaskan hanya sebagian kecil dari kegunaan Graphology, yang ada kaitannya dengan perusahaan atau khususnya recruitment. Namun banyak klien kami sebetulnya adalah perseorangan atau pribadi2 yang ingin mengembangkan diri tapi bingung mau mulai dari mana? Contohnya : ada seorang klien, seorang ibu. Beliau merasa ada masalah financial artinya kok sudah berusaha keras, namun tetap saja selalu kurang, bahkan selalu tidak cukup dan ‘nombok’. Dari hasil analisanya bisa dilihat bahwa tulisan si ibu ini ringan, kecil2, dan jauh2 hurufnya. Dan seperti yang kami tafsirkan, si ibu memang “boros”. Jadi mudah sekali untuk mengetahui salah satu penyebabnya. Selain itu, si ibu ini punya semangat tinggi untuk maju, terlihat dari bentuk kecenderungan tulisannya naik, cita2nya juga tinggi bisa dilihat dari huruf “t” nya. Tapi ‘drive’ atau dorongannnya agak kurang, dan ada kecenderungan untuk tidak percaya diri serta takut untuk bergaul, padahal dia tahu persis secara sadar bahwa dia harus banyak berhubungan dengan dunia luar kalau ingin sukses. Setelah digali lebih jauh, ketahuan bahwa ada perasaan takut tidak diterima pendapatnya, takut ditolak, yang sebetulnya adalah manifestasi dari harga diri yang kurang sehat. Tentunya setelah akar dari masalahnya ketahuan, akan jauh lebih mudah untuk melakukan sesi terapi. 

Apa kegunaan Graphology dalam pekerjaan dan perusahaan?

Di dalam lingkungan kerja, Graphology sendiri mengambil peranan yang sangat penting. Manakala dalam sebuah tim yang secara akademis menunjukkan latar belakang yang sesuai namun hal tersebut tidak dapat dipakai sebagai jaminan karena seperti yang kami uraikan di atas bahwa pikiran bawah sadar (subconcius) memegang peranan yang sangat besar dalam mempengaruhi karakter seseorang. Contoh: apalah artinya ijazah seorang accounting dengan IPK bagus jika alam bawah sadarnya menggambarkan seorang marketing? Apalah artinya menjadi seorang staf operation manakala sebenarnya alam bawah sadarnya menggambarkan kemampuannya menjadi seorang Manajer?

Dalam menentukan Visi dan Misi sebuah perusahaan, peranan kami sangatlah penting untuk menggambarkan karakter karyawan sehingga report yang kami berikan berupa report masing2 personal, report tim (untuk manajemen) dan report corporate berupa resume berdasarkan cluster karyawan. Sehingga dengan report dan konsultasi terus-menerus yang kami berikan dapat menempatkan SDM pada posisi yang sesuai, dan akhirnya menimbulkan kenyamanan kerja. secara jangka panjang akan mewujudkan Visi dan Misi perusahaan tentunya. 
(sumber : rumah graphology)

Be Positive and Be Grateful ! 

Mohamad "Bear" Yunus MNLP CHT CPHR

 

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger