Berikan Waktu dan Tenaga Ekstra

 by Hingdranata Nikolay

Tanyakan pertanyaan sederhana ini: "Berapa menit dalam keseharian normal Anda, Anda habiskan untuk memikirkan dan melakukan sesuatu untuk, dengan, atau bersama orang lain atau sesuatu?" Dan agar pertanyaan ini lebih fair untuk semua, maka kita tidak hitung orang-orang yang benar-benar di jalur profesi dan di waktu operasional seorang profesional. Kita hanya menghitung yang bersifat fun, luang, intermezo, bercengkerama, bercanda, melepas penat, dll.

Saya kasih hint. Katakanlah Anda punya seorang sahabat, si A. Anda setiap hari, rata-rata menelpon dia sekitar 15-30 menit 1 hari, ber-bbm atau ber sms ria dengan dia sekitar 30 menit 1 hari. Tidak jarang bertemu dan menghabiskan waktu sekitar 1-2 jam bersama dia setiap hari. Lalu ada juga si B, yangmana Anda telpon atau bbm atau sms sekitar 10-15 menit setiap hari. Atau si C juga sekitar 15 menit. Atau mungkin kelompok D dan E, di daftar chatting atau bbm Anda, masing-masing sekitar 15-30 menit setiap hari. Atau ber-facebook ria dengan si A, B, C, dan lainnya, sekitar 30-60 menit setiap hari. Atau melakukan hobby Anda, sekitar 1-2 jam sehari.

Saya agak perlahan-lahan di sini, karena saya tahu Anda hampir tidak pernah, atau bahkan tidak berani menghitung dengan cara seperti ini. Kenapa? Lihat saja angkanya. Dengan gambaran sederhana di atas, Anda bisa habiskan sekitar 5-6 jam untuk memikirkan dan melakukan berbagai hal dengan para sahabat Anda atau hobby Anda, setiap hari normal Anda. Kalau Anda mau kurangi waktu kerja (bagi yang bekerja), misalnya, 8 jam dan waktu tidur 8-9 jam, waktu bersih-bersih, 2 kali mandi dan berpakaian, dan 3 kali makan, maka waktu yang tersisa setiap hari normal adalah sekitar 6 jam. Bagi para wanita yang perlu waktu bersiap lebih lama, bisa sekitar 5 jam tersisa. Berarti? Sisa waktunya adalah untuk A, B, C, D, E, dan hobby di atas! Dan tidak ada sisa lagi!

Sekarang! Kalau Anda punya pacar, suami, istri, pertanyaannya: apakah mereka salah satu dari A-E? Atau di luarnya?

Yang menarik adalah, ada orang yang meletakan pasangannya di luar lingkaran pikiran dan tindakan di atas, yang justru bertanya-tanya kenapa mereka kehilangan mood atau motivasi terhadap pasangannya. Ini seperti orang yang jarang melakukan latihan piano, dan heran kenapa ia tidak mahir bermain piano! Ini seperti seorang anak sekolah yang tidak mau menghapal pelajarannya dan heran kenapa ia tidak mengingat apapun saat ujian.

Anda tidak bisa mengharapkan sebuah minat terhadap sesuatu timbul tanpa keterlibatan pemikiran dan tindakan Anda secara konsisten terhadap hal itu. Saya tekankan satu kata di sini: KONSISTEN! Anda tidak bisa mengharapkan sebuah minat, mood, motivasi, bahkan libido Anda terhadap pasangan Anda timbul secara otomatis, tanpa Anda pikirkan dan lakukan sesuatu dengan sengaja untuk menstimulasinya secara KONSISTEN!

Dengan kelelahan memikirkan dan melakukan berbagai hal selama sekitar 15 jam dari 16 jam waktu sadar Anda, Anda tidak bisa mengharapkan otak dan tubuh Anda secara otomatis memproduksi energi dan perasaan keajaiban untuk bercengkarama pasangan Anda secara reguler, setiap hari! Can not! Sekali-sekali bisa. Terutama kalau pasangan Anda adalah orang yang luar biasa mencintai Anda, dan Anda tergerak sehingga perasaan atau emosi Anda meledak untuk melakukan sesuatu yang hebat untuknya. Sekali-sekali Anda bisa! Tapi tidak dalam basis reguler! Timbunan fokus waktu dan tenaga Anda akan menenggelamkannya! Karena itu begitu Anda sampai di tempat tidur, yang ada dalam pikiran Anda hanyalah tidur!

Bagi yang merasa perasaannya mulai luntur, moodnya mulai terganggu, motivasinya untuk pasangan mulai goyah, atau libidonya mulai dipertanyakan, ada satu saran sederhana: lakukan audit hal-hal yang Anda pikirkan dan lakukan di waktu sadar Anda di luar pekerjaan! Anda tidak perlu terkejut kalau menemukan Anda mungkin menghabiskan sekitar 70-85% waktu sadar Anda bukan untuk memikirkan dan melakukan berbagai hal untuk dan dengan pasangan Anda!

Anda bisa bayangkan kalau Anda habiskan waktu sedemikian banyak di pekerjaan, tapi bukan untuk hal-hal yang relevan terhadap pekerjaan Anda? "You're fired!" teriak Donald Trump. Dalam hal kinerja di dunia berpasangan, Anda sudah harusnya dipecat dan ditolak siapapun yang Anda lamar berikutnya. Anda mau hidup bersama dengan seseorang yang hanya bersedia menghabiskan waktu memikirkan dan melakukan sesuatu untuk atau dengan Anda 'hanya' 15-30% di sela berbagai waktu 'luang' mereka atau waktu sadar mereka di luar pekerjaan? Anda ingin bersama seseorang yang hanya mau memberikan waktu dan tenaga sisa untuk Anda?

Dan? Jangan heran kalau Anda yang hanya menyediakan waktu begitu sedikit untuk atau dengan pasangan, kemudian terjebak pada sebuah 'game' unik yang disebut 'Saya begini karena kamu begitu'. Maksudnya? Anda kemudian memainkan sebuah peran sebagai korban. Andalah korbannya. Artinya? Anda kemudian berargumentasi bahwa alasan Anda menghabiskan waktu sebegitu banyak dengan orang lain, adalah karena Anda telah kehilangan mood dengan pasangan. Artinya pasangan Anda yang seharusnya bisa meningkatkan mood Anda! Apapun yang ia pikirkan dan lakukan tidak akan mampu mendongkrak mood atau motivasi Anda, kalau Anda tetap tidak bersedia memberikan waktu dan tenaga ekstra untuk memikirkan dan melakukan sesuatu untuk atau dengannya, secara konsisten!

Ada yang juga yang sangat lucu, sebut saja si X, yakni saat terjadi cek cok dan pasangannya mulai merasakan kehilangan keseimbangan dalam hal mood dan ketertarikan, dan bahkan berlanjut menuntut perhatian lebih, si X kemudian berkata, "Justru karena sikap kamu seperti inilah saya lebih memilih berkomunikasi dengan teman2 saya!" atau yang klasik "Kamu terlalu menuntut. Mana mungkin saya habiskan semua waktu hanya untuk memikirkan kamu?". Sesuatu yang sebenarnya sederhana jadi kompleks sekali dan akhirnya berakhir melodramatik.

Contoh klasik dari jaman ke jaman adalah pasangan yang menghabiskan waktu berjam-jam merencanakan acara luar rumah, bersiap-siap atau dandan untuk bersama teman-teman, untuk pesta, jalan-jalan, tapi…. catat tapi…berapa menit waktu yang dihabiskan merencanakan acara mesra berdua atau romantis dengan pasangan? Berapa menit waktu yang dihabiskan memikirkan, membayangkan atau merencanakan acara 'bercinta' Anda dengan pasangan? Atau berapa banyak waktu dan tenaga Anda habiskan untuk memilih pakaian terbaik untuk pekerjaan, pesta, dibandingkan dengan waktu dan tenaga untuk memilihkan pakaian terbaik untuk Anda bersama pasangan di rumah? Kalau Anda menemukan ketimpangan alokasi waktu, Anda telah menjawab sendiri bagaimana sehingga Anda perlahan-lahan tapi pasti kehilangan mood dan minat.

Saat Anda memakai pakaian atau dalam penampilan terbaik Anda, saat itulah mood dan energi Anda memuncak. Dan tebak pakaian atau penampilan terbaik Anda tersebut dialokasikan dimana, kapan, atau dengan siapa? Ini juga sudah menjawab pertanyaan Anda kalau Anda merasa kehilangan mood dengan pasangan.

Ini pertanyaan untuk Anda. Anda tidak cukup tertarik karena itu Anda tidak pikirkan, atau Anda tidak cukup memikirkannya karena itu Anda tidak tertarik? Bagaimana Anda bisa tertarik dengan sesuatu yang tidak Anda pikirkan dengan sengaja? Bagaimana Anda bisa mood terhadap sesuatu kalau Anda tidak sengaja membayangkan dan memikirkan kebaikannya untuk Anda?

Kita menjadi ahli dalam mencintai dan mood terhadap pasangan kita, karena konsistensi kita untuk melatih diri dalam memikirkan dan melakukan sesuatu untuk mereka. Kita menjadi kompeten dalam soal mood atau minat terhadap pasangan karena kita yang terus-menerus memancing dan membangkitkan mood dengan berbagai pikiran dan tindakan kita tentang, terhadap, dan untuk atau dengan pasangan. Mood, perasaan, motivasi, sepertihalnya sebuah kekaguman, perasaan terpesona, yang perlu sesuatu yang dilihat, dipikirkan, dan dilakukan.

Input-output! Sikap Anda terhadap sesuatu sangat ditentukan oleh seberapa sering dan konsisten Anda memikirkan dan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan itu!  So? Salah satu tips paling sederhana untuk mood, termotivasi, berenergi, berminat terhadap pasangan adalah dengan menghabiskan waktu dan tenaga yang cukup untuk memikirkan dan melakukan sesuatu untuk atau dengan mereka!

Kita menjadi tidak termotivasi atau tidak mood terhadap pasangan bukan karena berbagai cek cok atau perselisihan yang timbul karena ketidakseimbangan perhatian di antara kita dan pasangan. Kita kehilangan mood, perhatian, minat atau motivasi terhadap pasangan karena ketidakseimbangan tersebut. Kitalah penyebab mood tersebut hilang. Kitalah pula yang bertanggung jawab untuk membangkitkan mood atau motivasi tersebut.Intinya: kalau pasangan Anda cukup pantas Anda nikahi atau habiskan waktu bersamanya, maka sangat pantas pula baginya untuk mendapatkan waktu dan tenaga ekstra dari Anda untuk Anda pikirkan, bayangkan, dan lakukan sesuatu yang terbaik untuknya.

BERIKAN WAKTU DAN TENAGA EKSTRA untuk memikirkan dan melakukan sesuatu untuk atau dengannya! Dan nikmati waktu Anda bersamanya!

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger