Kisah Umar Bin Khattab dan David Cameron

On Behalf Of asian Trainer

 

PMInggris 

Di siang yang terik, datanglah seorang utusan Romawi datang dari kota Damaskus di kota Madinah, mengantar surat kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Sesampainya di Madinah, utusan ini mencari istana Kepresidenan namun tidak menemukan kecuali bangunan-bangunan biasa saja.

 

Memasuki sebuah pasar, utusan dari Romawi tersebut memberanikan diri untuk bertanya, “Aku ingin bertemu pemimpin kalian, aku membawa surat dari Caesar di Damascus, dimana aku bisa menemui pemimpin kalian?”. Seorang laki-laki di pasar yang ditemuinya itu menunjuk ke arah sebuah kebun kurma di ujung kota, “Kamu cari saja di kebun itu, biasanya jam segini beliau sedang istirahat siang”.

 

Sampai di kebun, utusan itu tidak menemukan seorang pengawalpun, layaknya Caesar kalau pergi berburu banyak pengawal dan kemah-kemah. Dia hanya melihat seorang laki-laki tua tidur di atas pelepah kurma, terlihat sangat lelap dalam tidurnya.

 

“Hai tuan, maaf mengganggu anda beristirahat, aku mencari Umar bin Khattab, tahukah kamu dimana dia?”

 

“Ya, akulah Umar, ada apa?”

 

Utusan itu terperanjat, dalam hatinya bergumam, “Caesarku dikawal puluhan pasukan khusus di dalam istana, belum tentu bisa tidur nyenyak seperti Umar ini, di kebun, di atas pelepah kurma, tanpa pengawal! Hanya Pemimpin adil yang bisa seperti ini”.

 

“Ada apa?”, kata Amirul Mukminin sekali lagi, akhirnya utusan itu memberikan surat dari Caesar. Diapun pergi kembali ke Damascus membawa 1001 pertanyaan tentang pemimpin Islam…

 

Kalau poto ini, apa yang aneh? aneh karena PM Inggris David Cameron naik tram? aneh karena Cameron tidak dapat tempat duduk? aneh karena Cameron tidak dikawal?

 

Tidak ada yang aneh, rakyat Inggris menganggap Cameron itu tidak lain adalah “pegawai” mereka, dan Cameron sendiri sadar kalau dia “pegawai” untuk Rakyatnya. Hanya kita saja yang menciptakan Firaun kita sendiri, kita “dewakan” orang-orang yang sebenarnya “pegawai” kita, yang makan dari gaji dari uang-uang kita.

 

Kalau kita yang menciptakan Firaun kita sendiri, jadi jangan ngambek kalau “mereka” benar-benar Nge-Firaun, karena mereka adalah Firaun ciptaan kita sendiri. (aanardian)

 

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger