Latest Post

Hubungan Cara dan Kepada Siapa Komunikasi Dilakukan

           Tempat dan waktu berkomunikasi akan menentukan cara dan tehnik komunikasi, malah bisa terjadi kita terpaksa membatalkan komunikasi yang telah kita rencanakan karena waktunya ternyata tidak tepat. Kita membatalkan rencana untuk menemui atasan guna mendiskusikan sesuatu, karena kelihatannya ia sedang tidak dalam keadaan fit dan tidak siap untuk berkomunikasi dengan orang lain.

            Pernah seorang peserta pelatihan saya bertanya mengenai hal ini, bahwa apa yang harus dilakukan dalam keadaan seperti tersebut di atas, sedangkan masalah yang akan didiskusikan adalah sesuatu yang penting dan mendesak, yang harus di selesaikan saat itu juga. Menanggapi pertanyaan tersebut, saya katakan bahwa ada dua kemungkinan langkah yang bisa diambil, dan itu tergantung tingkat risiko yang diperkirakan terjadi, dengan risiko masalah yang penting dan mendesak tidak terpecahkan, atau meneruskan rencana untuk berkomunikasi, dengan risiko tidak berhasil.

            Untuk mengambil keputusan, risiko mana yang mau di tempuh, perlu diberikan score dengan angka antara 1 – 10, dan tentunya risiko yang lebih kecil yang akan ditempuh.

            Jika seandainya risiko menunda komunikasi yang lebih besar, maka berarti rencana komunikasi dengan atasan diteruskan (walau disadari bahwa bukanlah pada waktu yang tepat), dan untuk mengurangi risiko kegagalan, yang perlu dilakukan adalah:

1.    Hindari pembicaraan langsung ke inti permasalahan

2.    Perlu basa-basi yang lebih lama, seperti dengan menanyakan keadaan atasan, seperti mengatakan "sehat pak?"

3.    Nyatakan sikap empati terhadap keadaan yang dialami atasan

4.    Baru menyampaikan permasalahn dengan menonjolkan terlebih dahulu risiko yang akan terjadi jika masalah tersebut tidak dibicarakan hari ini

 

Pengaruh waktu terhadap cara dan tehnik komunikasi lainnya, dapat kita lihat dalam penetapan agenda sebuah program pelatihan. Karena waktu yang tersedia dan dialokasikan oleh client hanya sehari padahal materi pelatihan adalah untuk waktu dua hari, makan untuk mencakup semua materi, tehnik & metode belajar mengajar terpaksa disesuaikan dengan waktu yang tersedia, yaitu lebih banyak metode perkuliahan (lecturing), daripada praktek peserta.

            Juga kita bisa lihat hubungan antara cara berkomunikasi dengan waktu komunikasi berlangsung, seperti pertengkaran yang tak terhindarkan antara suami istri dalam sebuah rumah tangga, dilakukan dengan berbisik-bisik di sudut kamar, jika anak-anak sedang berada di rumah, tapi akan berteriak keras jika tidak ada orang di rumah, atau jika anak-anak kebetulan sedang di luar rumah.

            Cara menegur Sales Supervisor yang kebetulan berada di dekat beberapa salesman, juga memperlihatkan hubungan antara cara berkomunikasi dengan waktu dan tempat berkomunikasi. Untuk menghindari agar teguran tidak didengar oleh anak buah dari Supervisor tersebut, maka teguran disampaikan secara pelan atau berbisik.

      Jika teguran tersebut bukanlah sesuatu yang mendesak yang harus dilakukan saat itu juga, maka sebaiknya ditunda, menunggu waktu dan tempat yang tepat, karena jika dipaksakan, tidak akan memperoleh asil yang diharapkan, malah memiliki dampak yang tidak diharapkan, yaitu menghilangkan kewibawaan Supervisor sebagai atasan dari Salesman.

            Dari contoh-contoh tersebut di atas terlihat jelas keterkaitan antara cara dan tehnik komunikasi dengan materi dan sasaran komunikasi, kepada siapa kita berkomunikasi, serta bilamana dan di mana komunikasi dilakukan.

      Unsur-unsur utama dari komunikasi dengan Cara yang Tepat adalah: Sikap selama berkomunikasi berlangsung, Ucapan, dalam arti pemilihan kata-kata dan cara menyampaikannya, serta Proses tahap demi tahap dalam melakukannya.

      Agar kita memiliki keterampilan tentang cara & tehnik komunikasi dari beberapa bentuk komunikasi dalam praktek seperti diutarakan sebelumnya, maka dalam bab-bab berikut, kita akan temui secara rinci tentang cara & tehnik komunikasi dari beberapa bentuk komunikasi tersebut, yang diberikan sebagai contoh dari konsep-konsep komunikasi yang akan dibahas.

 

Sumber: Your Words, Your Power. Berkata Baik dan Benar atau Diam

 

 

Prinsip Dasar Komunikasi Efektif

Jika kita berinisiatif untuk berkomunikasi dengan seseorang, pastilah ada suatu keinginan yang ingin disampaikan, apa pun keinginan itu, yang oleh karena otu kita tentu berusaha mempengaruhi orang tersebut agar memenuhi keinginan kita. Dan, agar komunikasi kita berhasil, atau mengenai sasaran, atau efektif, maka kita harus merencanakannya secara matang.

Dalam kita mempengaruhi orang atau sekelompok orang, misalnya dengan melakukan presentasi, negosiasi, memimpin rapat, melakukan coaching & counseling, memberi training dan sebagainya, maka prinsip dasar komunikasi efektif berikut harus dipenuhi, yaitu apa pun keinginan dan sasaran yang ingin kita capai, atau gagasan serta ide yang kita miliki yang harus dicapai dengan dan melalui orang lain, baru akan berhasil jika dikomunikasikan:

·         Kepada orang yang tepat

·         Pada waktu yang tepat

·         Pada tempat yang tepat, dan

·         Dengan cara yang tepat

Jika salah satu dari syarat-syarat tersebut di atas tidak tepat maka dipastikan komunikasi tidak mencapai sasaran yang diinginkan.

·         Orang yang tepat

Sewaktu seorang Manager memimpin rapat, dan meminta setiap peserta rapat untuk menyampaikan ide serta saran mereka untuk memecahkan masalah yang dibahas dalam rapat (round the table), seorang peserta selalu mengatakan "No, thank you, Sir" pada setiap kali memperoleh giliran ditanyai.

Selidik punya selidik, ternyata peserta rapat yang satu ini sama sekali tidak memahami topik yang sedang didiskusikan, disamping tidak merasa berkepentingan untuk ikut membahasnya, karena tidak ada kaitan dengan posisi atau jabatannya dalam organisasi.

Dari kenyataan ini, dapat dipastikan bahwa keputusan untuk mengundangnya mengikuti rapat adalah suatu keputusan yang keliru, karena ia bukanlah orang yang tepat untuk diajak berkomunikasi (baca: memecahkan masalah), karena tugas dan pekerjaannya tidak ada hubungan dengan masalah yang menjadi pokok pembahasan rapat.

·         Tempat yang tepat

Kita sering mendengar komentar: "bukan pada tempatnya dia berkata demikian. Ini kan forum resmi, dan lagi yang hadir adalah anggota direksi.

Tidak pada tempatnya berarti, apa yang dikomunikasikan tidak sesuai dengan tempatnya, atau bukan tempat yang tepat, terlepas apakah substansi benar atau tidak. Seorang Manager menegur dan memarahi seorang Sales Supervisor di depan Salesman, anak buah dari Supervisor tersebut. Ini bukanlah tempat yang tepat, walaupun Supervisor tersebut benar melakukan kesalahan dan patut untuk ditegur, dan sangat diragukan apakah dengan teguran tersebut si Supervisor menjadi sadar dan tidak mengulang kembali kesalahannya, belum tentu, tapi yang pasti ia menjadi tidak berwibawa di mata anak buahnya, yang justru menjadi kendala dalam meningkatkan kinerjanya.

Tempat yang tepat, sebagai salah satu aspek utama dari syarat keberhasilan komunikasi sering dianggap remeh atau tidak dimasukkan dalam pertimbangan sewaktu merencanakan sebuah komunikasi. Tempat yang tepat dalam mengadakan negosiasi dengan mitra bisnis kita, misalnya, apakah di kantor kita atau di tempat mereka. Ini mempengaruhi proses negosiasi, karena ada yang disebut "jago kandang". Kalau di kantor kita, berarti kita akan lebih nyaman karena kita sudah familiar dengan situasi kantor beserta ruangan-ruangannya.

Ada hubungan antara tata letak ruangan dengan proses komunikasi, dalam arti memberi kenyamanan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi, sehingga komunikasi berjalan lancar.

·         Waktu yang tepat

Pengertian dari waktu yang tepat di sini tidak terbatas pada penunjukkan waktu seperti hari, jam, pagi, siang dan malam, tapi termasuk suasana atau situasi pada saat tertentu. Jika ada orang yang asal berbicara dengan tanpa memandang situasi atau suasana yang ada, biasanya orang mengatakan bahwa orang tersebut asal bunyi dan tidak tahu situasi.

Seorang karyawan mengetuk pintu kantor atasannya, ingin meminjam uang. Tapi setelah ia masuk dan menyampaikan maksudmnya, ia dengan kasar diusir oleh atasannya tersebut. Si karyawan menjadi bingung tujuh keliling. Apa gerangan yang salah? Padahal sebelumnya saya pernah meminjam uang dan saya diberinya? Rupanya ia tidak tahu bahwa suasana pikiran atasannya pada saat itu sedang suntuk, sehingga sikapnya menjadi uring-uringan. Kali ini ia datang meminjam uang bukan pada waktu yang tepat, sehingga keinginannya agar memperoleh pinjaman tidak tercapai.

Lain lagi yang dialami oleh seorang Bapak yang berencana menegur anaknya yang rata-rata rapot di bawah lima. Tiga alternatif waktu yang menjadi pilihan sebagai waktu yang tepat untuk berbicara kepada anaknya sudah ada di otaknya yaitu: Siang ini juga, begitu ia pulang sekolah, nanti malam pada saat makan malam, dan nanti malam setelah makan malam. Setalah ia analisa, maka ia putuskan untuk berbicara kepada anaknya yaitu nanti malam setelah makan malam. Hal ini diambil dengan pertimbangan bahwa menegur pada saat makan bukanlah waktu yang tepat karena sekeluarga tengah menikmati rizki yang diberikan tuhan kepada kita, dan kenikmatan makan akan tidak terasakan, belum lagi kalau terjadi kesalahpahaman dan konflik yang mengarah pada percekcokan. Pertimbangan lan, jika dilakukan pada saat si anak baru pulang sekolah yang ada dalam keadaan lelah dan lapar, terjadinya kesalahpahaman seperti tersebut di atas kemungkinan besar tidak bisa terhindarkan. Dan setelah makan malam, apalagi dalam suasana santai, adalah waktu yang tepat untuk melakukan komunikasi.

·         Cara yang tepat

Walaupun syarat-syarat komunikasi yang lain sudah terpenuhi, yaitu orang kepada siapa kita berkomunikasi sudah tepat, waktu sudah tepat, serta tempat di mana komunikasi dilakukan, juga sudah tepat, tapi kalau caranya tidak tepat, maka dapat dipastikan komunikasi tidak akan berhasil.

            Seperti sudah disinggung pada Bab awal, bahwa tidak ada standar atau cara baku; yang tepat dan berlaku umum, dalam berkomunikasi.

Cara berkomunikasi dipengaruhi atau tegantung pada:

1.    Apa materi yang dikomunikasikan

2.    Apa sasaran yang ingin dicapai dengan komunikasi tersebut

3.    Kepada siapa komunikasi dilakukan

4.    Di mana komunikasi dilakukan, dan

5.    Bilamana komunikasi dilaksanakan

 

Sumber: Your Words, Your Power. Berkata Baik dan Benar atau Diam

by: "C&G TRAINING NETWORK" <cg8@cg-learning.com>

 

 

Memenggam masalah

Sumber: plasa.msn.com


Di Afrika, Ada sebuah teknik yg unik utk berburu monyet dihutan Afrika. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa hrs menggunakan senapan & obat bius.

Cara menangkapnya sederhana saja. pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg tlh diberi aroma utk mengundang monyet2 datang.

Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dgn menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya disore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet2 yg tangannya terjebak didlm botol tak bisa dikeluarkan.

Kok, bisa?

Monyet2 itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan utk mengambil kacang2 yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet2 itu tdk bisa menarik keluar tangannya.

Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak.

Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet2 itu tdk akan dapat pergi ke-mana2!

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah monyet2 itu.

Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yg sama spt monyet2 itu.

Mereka mengenggam erat setiap permasalahan yg dimiliki layaknya monyet mengenggam kacang.

Mrk sering menyimpan dendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni.

Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah msh ada di dlm dada. Sehingga tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, terkadang membawa "toples2" itu ke mana pun mrk pergi. Mrk trs berusaha jalan dgn beban berat itu.

Tanpa sadar, mrk sebenamya sdh terperangkap penyakit kepahitan yg akut.

Sebenarnya monyet2 itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya & begitu pun manusia...

Mereka akan selamat dari sakit hati jika sebelum matahari terbenam mereka mau melepaskan semua perasaan negatif terhadap siapapun.

Ayo buka genggaman kita...
👐



by: Ady Subagya <soebagja@gmail.com>

 

 

Membangun Reputasi

Wajah yang cantik tanpa bedak dan kosmetik akan tetap terlihat cantik. Reputasi sejati yang Anda miliki tanpa optimasi dan promosi tetap akan muncul ke permukaan. Sebaliknya, reputasi yang tidak terbukti namun gencar dipromosikan dan dioptimasi akan merusak citra seseorang dalam jangka panjang.

Saya sering prihatin apabila ada orang yang ingin mengangkat reputasi dirinya dengan cara yang kurang elegan. Misalnya, ia menulis daftar 10 trainer/writer/profesi terbaik di bidangnya. Dari nomor 1 hingga 9 ditulis nama seseorang yang memang sudah terbukti reputasinya di bidang yang ia tekuni, sementara nomor 10 ditulis nama dirinya. Seolah-olah ia memang diperingkat 10, padahal itu adalah pengakuan dirinya sendiri.

Reputasi itu adalah pengakuan orang lain bukan pengakuan pribadi. Dan membangun reputasi itu memerlukan waktu dan bukti. Jim Collins mengatakan, "Reputasi adalah irisan antara apa yang Anda minati, di bidang apa Anda menjadi yang terbaik dan bidang yang Anda tekuni itu menghasilkan."

Segera temukan, apa-apa saja yang Anda minati? Silakan dirinci dan ditulis….

Setelah itu, temukan bidang-bidang apa saja yang Anda selalu menjadi yang terbaik atau berpeluang menjadi yang terbaik. Silakan dirinci dan ditulis….

Jangan lupa Anda lihat, mana diantara kedua hal tersebut di atas yang menghasilkan atau berprospek menghasilkan. Silakan ditulis…

Apabila sudah ditulis dan Anda yakin, bidang itulah yang seyogyanya Anda tekuni. Bangun reputasi Anda di bidang tersebut. Asah dan terus tingkatkan kemampuan Anda di bidang yang Anda tekuni tersebut. Konsistensi dan kesabaran dalam jangka waktu tertentu yang akan membuat Anda diakui memiliki reputasi.

Reputasi yang disertai bukti akan menentramkan hati. Sementara reputasi karena kecanggihan promosi dan ilmu optimasi menyiksa diri. Pilih mana?

(sumber: www. jamilazzaini.com)

 

 

The KUPRET WAY

 

By: Hari Subagya (www.harisubagya.com)

 

Demo anarkis yang dilakukan para sopir "Angry bird" dan kawan kawanya, sungguh tindakan yang sudah tidak perlu lagi terjadi di jaman sekarang. Demo anarkis itu benar benar ndeso. Sudah jelas jelas tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru memperparah keadaan. Kita harus belajar dan terus belajar Anarkis itu bener bener nDeso. Hanya merusak dan merusak. Baik merusak harta benda, juga merusak persaudaraan dan kedamaian.

Untuk itu perlu cara untuk menyelesaikan secara keren agar semua berjalan dengan baik dan indah, guna membangun kehidupan yang lebih keren dan menyenangkan. Tidak baik mewariskan tradisi ndeso, dengan anarkis seperti ini. Nah saya coba menawarkan strategi The KUPRET Way untuk permasalahan ini

Knowing your product or service

Apa sih bisnis transportasi itu? Bisnis ini adalah bisnis jasa mengantarkan seseorang dari satu lokasi ke lokasi lain. Tentunya dengan aman dan nyaman, sekaligus dengan biaya yang murah atau pantas. Ada juga yang boleh mahal atau mewah sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Memahami produk atau jasa yang tawarkan akan menuntun usaha, perilaku, strategy dan juga pelayanan yang pas. Melakukan tindakan anarkis, justru akan merusak reputasi yang sudah dibangun puluhan tahun. Bagaikan panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Memahami produk atau jasa yang ditawarkan, maka sebaiknya seluruh team perusahaan transportasi dari ujung ke ujung harus memahami bisnisnya. Baik jajaran management maupun para pengemudi, seyoganya sadar sesadar sadarnya tentang dampak buruk yang akan terjadi, bila mereka mendemontrasikan perilaku perilaku negatif.

Understanding your customers

Bisnis yang sukses adalah bisnis yang memahami dengan baik keinginan customernya. Customer itu ingin praktis, ingin keren, ingin nyaman, ingin aman, ingin nyaman dan juga ingin cepat. Transportasi yang berbasis aplikasi, sepertinya menangkap peluang ini. Mereka menyajikan system yang keren. Termasuk didalamnya harga yang ternyata lebih competitive.

Dengan memahami keinginan customer, maka sebaiknya pebisnis menterjemahkan kedalam strateginya. Menemukan cara cara baru yang menyenangkan pelanggan, melakukan efisiensi sehingga harganya bisa bersaing, mendidik teamnya tentang pelayanan dan sikap perilaku yang baik. Pebisnis harus terus menambah Value untuk customernya.

Perilaku dan strategy membendung atau bahkan menghalangi pesaing untuk memenuhi ekspektasi pelanggan adalah tindakan bodoh dan bunuh diri. Tindakan ini terk esan frustasi dan kurang kreatif. Cara yang jitu adalah segera bangkit dan bebenah, untuk memperbaiki diri dan segera mengejar ketertinggalan. Menemukan kesalahan, kelemahan dan kekurangan dengan cepat adalah kunci PERUBAHAN. It's TIME TO CHANGE

Yes! Tidak dipungkiri masih ada ketidak adilan dalam perundangan. Bisa saja peraturanya disesuaikan agar adil, atau hijrah melakukan hal yang lebih baik dibanding pesaing. Membuat system aplikasi untuk reservasi lebih canggih, memberi pelayanan dan harga yang lebih baik dan penawaran penawaran kreatif lainya yang membuat pelanggan jatuh cinta.

Positive Attitude

Persiapkan armada dengan baik. Bekali dengan pelatihan sikap dan perilaku positive. Bekali dengan pengetahuan pelayanan yang baik. Latihlah terus untuk bersikap baik, sopan, dan kecerdasan emosi, agar dalam menjalankan tugasnya mereka bisa tetap bahagia dan produktif, serta mampu terus menjaga nama baik perusahaan.

Para pemimpin perusahaan pun harus cerdas dan berani menghadapai perubahan jaman. Teruslah secara proactive menyikapi perubahan, sehingga lebih siap dan justru bisa mengambil keuntungan dari suatu perubahan. Berfikirlah terus, bahwa perubahan itu adalah peluang, peluang yang harus diambil manfaatnya dan moment untuk lebih memenangkan persaingan. Tidak boleh bersikap ndeso, dan mengandalkan otot. Sungguh otot itu akan selalu berkurang kekuatanya, layaknya tubuh kita semakin tua semakin melemah, namun berbeda dengan Otak. Otak semakin lama semakin berpengalaman dan berisi.

Reactive is not good

Menjadi reaktif adalah bentuk ketiaksiapan. Perubahan itu adalah sesuatu yan g terus terjadi. Respon dari sebuah stimulan luar itu biasanya kurang berkualitas. Untuk mendapatkan respon atau action yang keren, maka organisasi maupun pribadi sebaiknya proactive. Proactive itu kita sendiri yang terus menerus memberi stimuli. Terus menerus memberi pertanyaan, terus menerus memberikan ancaman dan kekawatiran atas perubahan yang akan terjadi. Supaya kita menemukan solusi solusi.

Krisis adalah perubahan mendadak yang membuat seseorang atau organisasi kehilangan keseimbangan. Dalam perjalanan pulang dari bandara, saya sempat ngobrol dengan sopir taxi, tentang perilaku penumpang. Pengalaman pak Sopir memperkaya saya tentang Kalijodo dan lekak lekuknya. Dan dari pembicaraan itu juga muncul keluhan keluhan, betapa sulitnya sekarang mencari penumpang. Pak Sopir terus menerus fokus menyalahkan taxi online.

Perubahan yang begitu mendadak. Tiba tiba penumpangnya lebih memilih transportasi lain yg dengan mudah mereka dapatkan secara online. Baik roda dua maupun roda empat. Kemudian mereka limbung tak menemukan jawaban. Saya bisa memaklumi, karena keterbatasan otoritas sopir taxi. Hal seperti ini adalah tugas pengelola untuk lebih kreatif. Celakanya para sopir ini justru tidak mendapatkan pengarahan yang baik, dan manajemen juga seakan SHOCK, menghadapi perubahan ini.

Tidak ada pilihan lain. Segera bebenah dan memperbaiki diri. Disisi lain pemerintah untuk jangka tertentu bisa memberikan perlindungan dengan pembatasan pembatasan tertentu untuk jangka waktu tertentu, agar krisis berat tidak terjadi pada para sopir taxi maupun pengelola.

Embrace change

Sungguh naif, bila management modern tidak merangkul perubahan. Perubahan dewasa ini justru semakin cepat dan dramatis. Teknologi bisa menjadi pem bunuh bisnis bisnis lama. Layaknya Tol Cipali membunuh restauran restauran di jalur Pantura antara Cikampek Cirebon, Atau Tol Padalarang menghabisi banyak usaha di jalan lama antara cikampek Bandung.

Teknologi berkembang sangat cepat, bahkan NOKIA pun berteriak "Kami tak melakukan salah apapun." Kok bisa hancur dilibas BlackBerry dan begitu juga Blackberry ngosngosan di kangkangi Samsung. Itulah gilanya persaingan dan kejamnya perubahan. Namun demikian solusinya adalah merangkul perubahan. Bukan menolak atau memasungnya. Tidak ada yang mampu memasung perubahan, kecuali borgol Tuhan.

Tentu ini menjadi inspirasi bagi pengusaha angkutan. Anda tidak berubah, maka akan mati juga. Demo dan anarkis, justru akan mempercepat kematian itu. Jalan yang sedikit nekat adalah jalan amputasi, Perubahan yang dramatis. Segera menyesuaikan diri, segera memperbaiki diri. Segera merubah diri. Segera gunakan aplikasi yang l ebih canggih, tarif yang lebih tepat dengan opsi opsi perhitungan tarif yang menarik. Buang argo lama dan gunakan argo argo yang modern dan competitif.

Time To Change

Sekarang saatnya berubah. Berubah menjadi transportasi modern yang menawarkan jasa lebih baik. Mengadopsi apa yang dilakukan penyedia transportasi dengan aplikasi internet yang baik, mengadopsi sistem pricing-nya, mengadopsi apapun yang baik, kemudian memberikan nilai tambah. Salah satu nilai tambah yang sudah dimiliki adalah mobil dengan palt kuning, kir yang sudah teratur, sopir yang terlatih dan berpengalaman, driver yang lebih jelas dan berseragam, mobil yang seragam dengan kwalitas terkontrol...

Nah! Fokuslah pada kelebihan kelebihan yang sudah dimiliki, kemudian tidak lama lagi bisa menjadi leader kembali dalam dunia transp ortasi. Hentikan berkeluh kesah, bergerak dengan cepat melakukan perubahan perubahan. Hentikan meracuni armada dengan keluhan keluhan. Segera lakukan perubahan. TIME TO CHANGE

 

Segera meminta maaf pada konsumen/masyarakat, atas gangguan yang ditimbulkan atas demo dan beberapa oknum yang berbuat anarkis. Tidak usah terlalu berharap pada uluran tangan pemerintah yang juga ikut ikutan "gegar teknologi". Pemerintah yang lambat dan juga bingung mengantisipasi hal ini.

Sekarang saatnya berubah. TIME TO CHANGE! Tidak berubah, maka akan mati. Demikian the KUPRET Way untuk permasalahan persaingan bisnis transportasi, mudah mudahan juga bisa menjadi inspirasi untuk persaingan bisnis lainya. Open Mind, Open Posibilities! Semoga dengan KUPRET WAY masalah transportasi justru mengalami perbaikan yang signifikan. Semakin aman, semakin nyaman dan semakin efisien.

Mau Anarkis? KUPRET!

 

 

Sukses semuda mungkin

Remaja 17 Thn Hasilkan Rp.400jt/Bln, Kuncinya.?

Apa yg Anda lakukan ketika remaja, bermain bersama teman, mencari jati diri ato mempertimbangkan bisnis utk masa depan? Mungkin yg terakhir menjadi pilihan paling sedikit dr remaja2 modern.
Ya... kebanyakan masa muda kita sering dihabiskan utk bermain, mencari pasangan, atau juga menjelajah keindahan alam. Karena bnyk remaja berpikir, masa depan dimulai ketika mrk m eninggalkan bangku sekolah ato perkuliahan.
Tetapi tdk bg remaja yg satu ini, yg sdh bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah dlm waktu satu bln. Siapa dia dan bisnis apa yg dilakukannya hingga bs menghasilkan uang begitu banyak??
Adalah Temper Thomson, ketika berada di kelas delapan ia memutuskan utk tdk meminta uang kpd orang tuanya, bahkan ia tdk ingin merasakan kentang goreng. Dia memutuskan berada di depan komputer, dan memulai melakukan penasaran online. Tujuannya adlh utk mendapatkan US$100 setiap bln ketika itu.
Kini usianya 17thn dan ia berhasil menjalankan usahanya dgn menjual bbrp barang dr website-nya serta menghasilkan US$30.000 ato sekitar Rp.400jt per bln.
Dan diapun berbagi Tips yg kami kutif dr BUSINESS INSIDER...

 

1. AMBIL TINDAKAN

Pelajaran pertama adlh bhw Anda harus benar2 melakukan sesuatu. "Banyak org berbicara ttg apa yg mrk ingin lakukan tetapi tidak pernah benar2 melakukannya," Kata Temper...
Kita semua tahu org spt apa itu. Tapi ada satu hal: ide, bahkan ide2 BESAR, yg murah tdk diperhatikan. Banyak orang tdk pernah mengerti itu.

 

2. JANGAN TAKUT GAGAL..

Pelajaran kedua adlh utk bertahan. Kesalahan sll terjadi. Temper pergi melalui bnyk trial and error krn ia tumbuh di bisnis yg saat ini marak di dunia online, tetapi apa yg selanjutnya terjadi sangat penting. "Terlalu bnyk org mencoba, gagal, dan menyerah." katanya. "Tidak heran mrk tdk pernah mencapai sukses. Kegagalan adalah keuntungan. Anda belajar dari kesalahan dan Anda mendapatkan lbh baik."

 

3. TETAP FOKUS

Anda jg hrs mengasah dlm pd tujuan dan mematuhinya. Kita mendengar bagaimana org2 muda tdk bisa duduk diam ato tetap fokus pd satu hal. Sejauh ini, Temper bnyk menghabiskan kegiatan di rumah.
"Hal yg paling kuat yg dapat Anda lakukan adlh HANYA FOKUS PD SATU HAL," Katanya. "Anda bisa tumbuh jauh lbh besar ketika Anda tetap fokus."

 

4. KELILINGI DIRI ANDA DENGAN ORANG2 YANG POSITIF...

Anda hrs memiliki jaringan yg tepat--dukungan yg inspiratif, motifatif dan membangkitkan semangat.
"Jika Anda mengelilingi diri Anda dgn negatif, org tdk berhasil, mereka akan menyeret Anda ke bawah," kata Temper. "Org positif akan mrndukung Anda dan membantu Anda tetap FOKUS."

 

5. JANGAN NYAMAN..

Anda harus terus bergerak maju. "Banyak org akan mencapai tujuan mrk dan mengatakan mrk senang." Katanya. "Jika Anda TDK MER ASA NYAMAN, Anda dpt terus meningkatkan TUJUAN dan terus tumbuh."
Ada bnyak pengusaha yg tlh menghasilkan Rp.400jt per bulan. Tapi bg Temper Thomson yg msh berada di bangku sekolah, me-ngajarkan kita smua bnyak hal ttg investasi.
Temper tlh me-ngembang-kan bisnisnya dgn FAKTOR 10 setiap tahunnya. Stlh memiliki keuntungan US$100 per bln, dia tdk mengambilnya tetapi meng-investasi-kannya. Ia melihat bhw ia bisa membuat US$1000 per bln. Ketika ia membuat seribu dolar, dia msh tdk me-ngambilnya kembali, dan seterusnya.

Tujuannya utk tahun ini bs menghasilkan US$100.000 ato sekitar Rp.1,2M...

 

Kalo Temper saja BISA, kitapun PASTI BISA...

 


by: "Hendry Risjawan" <hendry@trainersclub.or.id>

 

 

Mengembangkan Karir

Menurut riset yang dilakukan Brian Tracy dari Brian Tracy International, ternyata 85 persen dari pekerjaan-pekerjaan penting di berbagai perusahaan terisi melalui relasi dan kenalan bukan melalui iklan lowongan kerja. Faktanya, iklan lowongan kerja hanya digunakan untuk posisi atau jabatan yang tidak terlalu penting dan strategis.

Jadi, apabila ada perusahaan membuka iklan lowongan kerja untuk jabatan penting boleh jadi itu hanya untuk pencitraan atau perusahaan itu belum terlalu besar atau perusahaan amburadul. Sekali lagi, lowongan kerja untuk jabatan penting di perusahaan tidak dicari melalui iklan tetapi pertemanan dan relasi yang sudah terbangun.

Untuk itu, bangun pertemanan dengan banyak pihak. Bergabunglah dengan organisasi profesi yang sejalan dengan keahlian Anda atau bergabunglah dengan komunitas yang terus bertumbuh. Tidak hanya bergabung tetapi aktiflah di dalam organisasi tersebut. Akan sangat beda manfaat yang Anda peroleh oleh orang yang hanya seledar menjadi anggota organisasi dengan orang yang terlibat aktif di berbagai kegiatan organisasi.

Donasikan waktu Anda untuk organisasi atau komunitas dimana Anda bergabung di dalamnya. Ajukan diri menjadi panitia atau "seksi sibuk" saat ada kegiatan organisasi atau komunitas. Jangan hanya menjadi pelengkap penderita yang adanya seperti tiada.

Setiap Anda melakukan pekerjaan dengan baik di organisasi atau komunitas Anda maka anggota lain akan mencatatnya di dalam hati. Mereka akan mengingat Anda dan saya yakin suatu saat pasti berguna. Semakin banyak Anda "to give" kelak adan akan mendapatkan banyak hal. Sebaliknya, semakin banyak Anda bermental "to get" maka Anda akan ditinggalkan dan dicampakkan oleh para anggota di organisasi atau komunitas tersebut.

Boleh tahu, di organisasi atau komunitas apa dimana Anda aktif di dalamnya? Apakah organisasi atau komunitas itu berisi orang-orang positif dan sejalan dengan karir Anda?

(Sumber :  JamilAzzaini.com)

__._,_.___


by: PT MAIRODI MANDIRI SEJAHTERA <cahya.mmsbdg@gmail.com>

 

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger