Latest Post
Showing posts sorted by relevance for query bisnis. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query bisnis. Sort by date Show all posts

Leveling Dalam Bisnis

Jika anda berfikir membangun bisnis dan mempertahankannya adalah hal yang sulit, anda benar. namun pengusaha yang sukses berfikir bahwa membangun bisnis dan mempertahankannya adalah hal yang mudah, mereka hanya perlu tau trik bagaimana melakukaannya mereka menggunakan jasa Business Coach atau Business Consultant untuk membantu mensistematikakan bisnisnya hingga usaha yang dijalankannya terotomatisasi. Jika tidak maka apa bedanya usaha yang anda jalankan dengan usaha warung di pinggir jalan? Tentu ini bukan keinginan anda bukan?

Seperti kita semua pebisnis ketahui tingkatan membangun usaha pada umumnya adalah sebagai berikut

 

1.       Employee

Ini adalah tingkatan dimana anda masih sepenuhnya bekerja dengan orang lain. Mungkin saat ini anda mulai berfikir untuk segera keluar dan mulai membangun usaha anda sendiri namun belum tau caranya. Di Group Coaching Business Rich anda akan diajarkan bagaimana untuk memulainya anda akan dipandu pula untuk menjalani langkah-langkah yang tersitematis dan mudah sehingga anda siap untuk berwirausaha 

 

2.       Amphibi

Saat ini anda sudah mulai memiliki bisnis sendiri, hanya saja bisnis anda masih belum stabil dan masih rentan untuk dijadikan satu satunya sumber penghasilan. Oleh karenanya anda memutuskan  menjadi amphibi atau masih berstatus sebagai karyawan di sebuah perusahaan namun sudah mulai mengembangkan bisnis.  Sayangnya banyak orang yang menjadi amphibi namun tidak kunjung juga beranjak menjadi full wirausaha karena bisnis yang digelutinya tidak menunjukkan kemajuan dan masih tidak stabil untuk dijadikan sumber income. Hal ini disebakan oleh beberapa hal, salah satunya anda belum memiliki arah dan fokus bisnis yang jelas dan belum tau bagaimana caranya. Daftar Group Coaching Business Rich sekarang. dalam 3 bulan sesi group coaching anda akan melakukan percepatan untuk keluar di jalur amphibi dan masuk ke jalur wirausaha yang sebenarnya.

 

3.       Self Employee

Di fase ini anda sudah tidak lagi menjadi karyawan. Anda bekerja untuk diri anda sendiri penghasilan anda ditentukan oleh kreatifitas anda sendiri. Ini adalah kondisi yang menyenangkan sekaligus mengkhawatirkan. Karena bisnis anda masih tidak stabil kadang anda dapat untung besar sekali namun juga kadang mendapat hasil yang kurang menggembirakan.  Jika bisnis anda saat ini pun masih perlu kehadiran anda agar operasional bisnis anda bisa jalan dan tidak ada orang yang dapat menggantikan kehadiran anda di bisnis ini maka anda masih dala fase bekerja untuk diri anda sendiri. Tidak ada bedanya dengan orang yang membuka toko sembako dan anda sendiri yang masih harus menjaga tokonya. Jika ada tidak ada maka toko anda tutup atau karyawan anda bingung dan selalu menelpon anda. Dan jika waktu anda habis untuk operasional bisnis sehingga tidak sempat melakukan pembenahan bisnis anda berada di fase self employee. Hal ini tidak lebih baik dibandingkan dengan anda menjadi karyawan.

Di level 2 group coaching business standarize anda akan dibimbing bagaimana caranya untuk menstandarisasi bisnis anda sehingga operasional bisnis anda bisa berjalan dengan pengawasan minimal. Bisnis bisa berjalan dengan sendirinya. Tugas anda hanya menjaga arah bisnis anda sesuai dengan  yang anda inginkan. Daftar Group Coaching Sekarang

 

4.       Manager

Di level ini dalam bisnis anda sudah ada pembagian tugas yang jelas, setiap karyawan anda sudah menjalankan tugasnya masing-masing. SOP bisnis sudah dijalankan dengan baik, namun anda masih harus memimpin bisnis anda sendiri. Walaupun dengan pengawasan 40-60 persen bisnis anda. Tugas anda di level ini hanya mengatur dan memastikan semua fungsi bisnis anda sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karenanya level ini disebut juga sebagai manager. Di level ini bisnis sudah bisa berjalan tanda kehadiran penuh anda. Bisnis anda sudah siap anda waralabakan tentu dibawah pengawasan anda. Daftar Group Coaching Sekarang anda akan mendapatkan tools Bisnis yang sudah teruji efektif

 

5.       Business Owner

Di level ini bisnis anda sudah sepenuhnya dijalankan oleh orang lain. Anda mempekerjakan seorang CEO atau seorang General manager. Posisi anda adalah pemilik bisnis atau pemegang saham terbesar dan operasional bisnis anda di atur oleh orang lain. Anda hanya memastikan di ahir tahun perusahaan anda untung dan berkembang. Daftar Group Coaching Sekarang

 

6.       Entrepreneurship

Disebut juga dengan konglomerasi, bisnia anda sudah berkembang sedemikian besar sehingga sudah ada beberapa bisnis yang anda miliki, anda menguasai bisnis anda dari hulu sampai ke hilir, bahkan bisnis lanjutan lainnya.  jika anda tau MNC Group, Astra International, Chairul Tanjung Corporation dan perusahaan konglomerasi besar lainnya ini adalah salah contoh bisnis yang sudah memasuki level entrepreneurship. Apakah binis UKM bisa masuk ke level ini? Tentu bisa.  Contohnya usaha Boneka, usaha yang awanya adalah level UKM, namun jika anda juga menguasai pembuatan atau pabrik boneka, anda juga yang memiliki pabrik pembuatan bahan-bahan pembuat boneka, anda juga memiliki perusahaan distribusi, sampai dengan retail toko boneka yang langsung ke konsumen anda, anda sudah memasuki level entrepreneurship di bisnis anda. Daftar Group Coaching Sekarang dan selamat datang di jalur percepatan bisnis 

 

 

Salam 

 

Adang Adha 

 

 

MELAMPAUI BISNIS

A.M. Lilik Agung

  Raksasa industri farmasi dan produk kesehatan bernama Johnson & Johnson (J&J) memang layak diapresiasi. Tidak sekedar karena J&J saban tahun menjadi penghuni tetap 30 besar perusahaan paling digdaya di kolong langit versi majalah Fortune. Bukan pula kecanggihan manajemen J&J sehingga pada tahun 2009 mampu membukukan pendapatan US$ 63,747.0 millions dan keuntungan bersih US$ 12,949.0 millions. Apresiasi muncul karena J&J konsisten menjalankan bisnis berbasis pada etika dan nilai-nilai kebenaran universal.

Syahdan produk lensa kontak bermerek Acuvue keluaran J&J yang dijual di Asia, Eropa dan Amerika mendapat keluhan dari konsumennya yang ada di Jepang. Ketika konsumen memakai lensa kontak Acuvue, matanya menjadi perih atau sakit. Tidak ada keluhan lebih lanjut memang atas perih dan sakitnya mata. Apalagi sampai membahayakan mata dan berujung pada kebutaan. Namun manajemen J&J bertindak cepat. Per 18 Agustus 2010, semua lensa kontak Acuvue ditarik dari pasaran. Tidak tanggung-tanggung jumlah produk yang ditarik. Ada sekitar 100 ribu kotak, dimana masing-masing kotak berisi 30 atau 90 lensa kontak. Nilai ekonominya pasti menyentuh angka –jika dirupiahkan- puluhan milyar rupiah. Sejumlah uang yang pantas untuk disebut banyak.

Pada kasus lain, BP perusahaan minyak asal Inggris mendapat tantangan ketika pada 20 April 2010 terjadi ledakan pada anjungan lepas pantai miliknya di Louisiana, Amerika Serikat. Secara teknis menutup semburan minyak pada kedalaman 1.525 meter di dasar laut merupakan pekerjaan sulit. Namun para petinggi BP tidak mengindahkan kesulitan tersebut dan mencoba berbagai cara untuk menutupi semburan minyak. Pada 15 Juli 2010 lubang sumur berhasil ditutup. Kemudian tanggal 4 Agustus 2010 BP mampu mengubur sumur selamanya dan semburan minyak tuntas tertutup. Total ongkos yang dikeluarkan BP untuk menutup sumur sekaligus membayar ganti rugi yang berhubungan dengan tragedi semburan minyak sebanyak US$ 20 miliar.

Terlepas dari tekanan dari Presiden Barack Obama yang dengan piawai mempraktikkan apa yang disebut strong leadership, kegigihan manajemen BP untuk menutup semburan minyak sekaligus bertanggung-jawab terhadap seluruh tragedi, pantas diapresiasi. Manajemen BP – seperti juga dilakukan manajemen J&J – tidak lagi bermain pada wilayah bisnis seperti apa adanya (business as usual). Kedua perusahaan tersebut sudah melampaui bisnis. Bisnis tidak dipandang sekedar untung – rugi semata. Bisnis juga berarti bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas bisnisnya. Berbisnis dengan mengedepankan nilai-nilai dan kebaikan universal. Menjalankan bisnis seperti dulu pada awal mula bisnis muncul; untuk kemaslahatan dan kebaikan masyarakat.

Mengapa sekarang perusahaan layak meninggalkan praktis bisnis seperti apa adanya menuju melampaui bisnis? Riset dari dua profesor bisnis kampiun, John Kotter dan James Hesklett menuturkan bahwa perusahaan yang mampu mempertahankan reputasi dengan pencapaian kinerja yang meningkat berkesinambungan karena perusahaan tersebut selalu dituntun oleh nilai-nilai. Dapat dipastikan nilai-nilai yang diadopsi pada mayoritas perusahaan di kolong langit ini adalah; integritas, kejujuran, profesionalisme, pelayanan pelanggan, praktik terbaik/unggul (excellence), hingga tanggung jawab sosial.

Bagaimana agar nilai-nilai tersebut menjadi perilaku bersama seluruh warga perusahaan dan menjadi penuntun manajemen dalam mengendalikan bisnis? Tak salah, dimulai dari pucuk pemimpin tertingginya. Beruntung J&J memiliki CEO William C. Weldon, yang sudah berkarya sejak tahun 1971. Rentang panjang ini memberi pendalaman bagi William C. Weldon ketika pada April 2002 diangkat menjadi CEO untuk meneruskan tradisi J&J, yaitu berbisnis berbasis pada nilai-nilai.

Pun demikian, BP layak bangga kepada CEO-nya Bob Dudley yang menggantikan posisi Tony Hayward ketika tragedi semburan minyak mulai muncul. Memang baru seumuran jagung Bob Dudley menjadi CEO. Namun seumuran jagung ini akan menjadi penanda bagaimana Bob Dudley mengemudikan BP kedepan.

Pada wilayah lain, Michael Dell pendiri sekaligus CEO Dell Computer berpetuah,”Jika bisnis Anda tidak digerakkan oleh pelanggan yang mempunyai lebih banyak informasi dan mampu menggunakan, kemungkinan besar Anda sudah berada dalam kesulitan.” Menyetujui petuah Michael Dell, sebagai CEO William Weldon percaya bahwa pelanggan yang menggerakkan seluruh bisnis J&J. Jika keluhan pengguna lensa kontak Acuvue tidak segera ditanggapi, pasti pengguna ini akan berkampanye buruk menyoal lensa kontak Acuvue. Bahkan lebih jauh lagi tentang semua produk yang dikeluarkan J&J. Pelanggan memiliki kekuatan, jaringan dan pengaruh kuat terhadap masyarakat. Menempatkan pelanggan pada titik pusat model bisnis dengan demikian menjadi strategi bijak lagi brilian.

Pelanggan BP tidak hanya pengguna produk yang dikeluarkan BP. Masyarakat Lousiana pada khususnya dan warga serta pemerintah Amerika pada umumnya adalah pelanggan BP. Karena BP bertanggung jawab dan menempatkan pelanggan pada titik pusat model bisnis, pemulihan yang terjadi pada tubuh BP berlangsung relatif cepat. Kampanye buruk yang selama ini mendera BP, berubah menjadi kampanye positif. Tak ayal harga saham BP perlahan mulai terkerek naik.

Strategi kepemimpinan yang dilakukan oleh  William Weldon dan Bob Dudley ini yang disebut kepemimpinan melayani. Konsep kepemimpinan melayani bukan barang baru. Sudah tercetus pada tahun 70’an. Seiring dengan konsep baru kepemimpinan yang marak dipraktikkan, ternyata kepemimpinan melayani mendapat tempat kembali pada era digital ini. Berkembangnya jejaring sosial dan komunitas semakin menempatkan kepemimpinan melayani pada posisi terhormat. Apa yang diharapkan konsumen dari para pemimpin ’pelayan’ ini? Ternyata sederhana. Bertanggung-jawab terhadap seluruh proses bisnis yang terjadi dan merespons secara cepat dan tepat apa yang menjadi keluhan konsumennya. William Weldon dan Bob Dudley sudah menjalankan dengan sepenuh-penuhnya. 

J&J dan BP sudah pada tahap melampaui bisnis. Menjalankan bisnis seperti apa adanya sudah ditinggalkan. Bagaimana dengan perusahaan Anda?

 

 

Bagaimana Mewujudkan Ide Bisnis

Sumber http://garudapreneur.com/artikel/bagaimana-mewujudkan-ide-bisnis

Dalam banyak kejadian, ide bisnis tetap menjadi ide bisnis karena ada proses lain yang tidak dilanjutkan. Ide bisnis yang Anda miliki wujudnya masih sangat abstrak, masih jauh dari jelas. Anda perlu membuatnya menjadi konkrit. Proses merubah sesuatu yang abstrak menjadi konkrit membutuhkan ilmu dan keahlian tersendiri. Bila Anda memiliki ilmu dan keahlian ini, maka "nilai" diri Anda akan jadi sangat mahal.

Saat ini ada banyak model yang telah dibuat untuk membantu orang dalam mewujudkan ide bisnis mereka. Salah satu yang cukup populer dan sederhana adalah menggunakan Business Model Canvas (BMC) karya Alexander Osterwalder.

Apa Itu Model Bisnis?

Model bisnis belakangan ini telah menjadi kalimat yang sedang tren dikalangan entrepreneur, khususnya startup (usaha rintisan). Oleh karena itu sebelum kita membahas BMC, mari kita cari tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan model bisnis.

Kebanyakan orang beranggapan produk/jasa yang bagus sangat penting bagi sebuah bisnis. Saking bagusnya produk/jasa tersebut dapat menjual dirinya sendiri, seolah-olah menjadi magnet bagi datangnya pelanggan.

Faktanya, produk/jasa yang yang bagus sangat jarang dapat menjual dirinya sendiri. Produk/jasa yang kurang bagus, bila memiliki model bisnis yang tepat, akan dapat mengalahkan penjualan produk/jasa yang bagus.

Jika Anda hendak membangun sebuah apartemen, maka diperlukan fondasi yang memang dirancang untuk dapat menopang apartemen. Bila fondasinya untuk rumah tinggal biasa, apakah sanggup menopang apartemen? Kurang lebih sedemikian penting suatu model bisnis bagi bisnis itu sendiri.

Menurut Alexander Osterwalder, model bisnis dijelaskan sebagai deskripsi yang masuk akal terhadap bagaimana suatu organisasi: Menciptakan, Menyampaikan/Memberikan/Menggapai dan Menangkap satu (atau lebih) nilai.

Business Model Canvas

Lalu bagaimana Anda dapat membuat sebuah model bisnis bagi bisnis Anda? BMC merupakan tools untuk memetakan sebuah proses bisnis secara sederhana dengan bagian-bagiannya yang perlu dipikirkan secara matang agar sebuah ide bisnis dapat diwujudkan. Tools ini menjadi menarik karena melibatkan unsur visual dalam perancangannya, sehingga setiap orang yang melihatnya akan melihat gambaran yang sama. BMC terdiri dari 9 blok. Seperti ditunjukan gambar di bawah ini:

Untuk memulainya tidak ada aturan baku yang pasti. Tetapi biasanya kami mulai dengan blok Customer Segments atau blok Value Proposition. Bila memulai dari blok Customer Segments artinya Anda mulai dari target market; Anda melihat ada peluang dari segment market tertentu atau pasar tersebut memiliki masalah apa yang hendak diselesaikan. Baru kemudian Anda ciptakan produk atau jasanya. Tetapi bila mulai dari blok Value Proposition, Anda mulai dari ide jasa atau produk yang Anda sudah miliki. Baru kemudian mencari target marketnya.

Mungkin beberapa dari Anda masih awam terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam BMC. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, kami akan menggantinya menjadi pertanyaan agar dapat memudahkan pemahaman Anda.

Customer Segments menjadi "Siapa yang hendak Anda selesaikan masalahnya?" dan Value Preposition menjadi "Nilai lebih apa yang ingin Anda tawarkan kepada pelanggan Anda?"

Mari kita ambil contoh; "Siapa yang hendak Anda selesaikan masalahnya?" Misalnya anda memilih segment Ibu rumah tangga. Buatlah daftar masalah apa yang dihadapi seorang ibu rumah tangga.

Tips membuat daftar tersebut adalah dimulai dari apa yang menjadi tugas seorang ibu rumah tangga (yang berhubungan dengan anak).

Misalkan daftar tugas ibu rumah tangga adalah sebagi berikut:

  1. Merawat anak
  2. Memasak untuk keluarga
  3. Mengatur keuangan keluarga
  4. Mengajar anak belajar
  5. Jemput anak sekolah

Anda masih ingat di bab awal? Bahwa sesungguhnya masalah adalah sebuah peluang usaha? Bila kata "tugas" diasumsikan sebagai "masalah" maka kita akan melihat daftar tersebut sebagai peluang usaha yang dapat dibuat.

Daftar solusi terhadap masalah ibu rumah tangga:

  1. Merawat anak -> Baby Sitter
  2. Memasak untuk keluarga -> Katering
  3. Mengatur keuangan keluarga -> Financial planner for mom
  4. Mengajar anak belajar -> Bimbingan belajar
  5. Jemput anak sekolah -> Antar jemput

Dari daftar di atas, maka pertanyaan berikutnya adalah "Masalah apa yang hendak Anda bantu selesaikan dari daftar tugas ibu rumah tangga di atas?" Katakanlah Anda memilih ingin meyelesaikan masalah mengajar anak belajar. Maka "Hal bernilai apa yang ingin Anda tawarkan kepada pelanggan Anda?" Bila jawabannya adalah bimbingan belajar atau bimbel. Bimbel seperti apa yang memiliki nilai lebih yang berbeda dibandingkan dengan bimbel lainnya? Apa yang memisahkan bimbel Anda dari yang lainnya sehingga para ibu rumah tangga mau memilih dan mempercayakan anaknya ke bimbel Anda?

Beberapa alternatif yang dapat menjadi nilai lebih:

  1. Tutor memiliki sertifikasi profesi mengajar sehingga anak berada di tangan yang tepat.
  2. Tutor memiliki metode mengajar yang unik sehingga anak cepat menangkap pelajaran.
  3. Tutor memiliki ilmu yoga sehingga setiap 1 jam sekali ada break dengan olah raga yoga sehingga murid tidak hanya cerdas, juga sehat.
  4. Silahkan tambahkan terus apa lagi hal-hal yang memberikan nilai tambah.

Anda boleh menambahkan lagi nilai-nilai apa yang saja dapat diberikan kepada calon pelanggan Anda. Semakin bernilai "Value Proposition" yang mampu Anda ciptakan untuk mengatasi masalah pada "Customer Segments" semakin besar pula produk Anda dapat diterima.

Langkah selanjutnya adalah bagaimana menghubungkan "Value Proposition" dan "Customer Segments" melalui "Channel" dan "Customer Relationship".

Sebagus apapun produk atau jasa Anda bila tidak ada yang mengetahuinya hanya menjadi sia-sia belaka. Untuk itulah Anda perlu memikirkan bagaimana caranya agar produk atau jasa Anda dapat menjangkau target konsumen.

Blok "Channel" dapat dirubah menjadi pertanyaan "Melalui cara seperti apa dan melalui saluran distribusi apa Anda memperkenalkan produk kepada pelanggan?"

Berikut beberapa cara untuk memperkenalkan bimbel yang Anda dirikan:

  1. Broadcast pengumuman bahwa Anda punya bimbel ke contact list yang Anda miliki.
  2. Pasang iklan di sosial media dengan membuat sasaran pembaca iklan yang sangat spesifik.
  3. Pasang iklan di mesin pencari dengan menyasar kata kunci tertentu (keyword).
  4. Memberikan free seminar kepada kelompok arisan ibu-ibu tentang bagaimana mengajar anak tanpa perlu emosi.
  5. Bekerja sama dengan sekolah-sekolah dengan memberikan free bimbel selama 3 bulan untuk anak-anak dengan rangking terakhir.
  6. Silahkan tambahkan cara-cara lain yang dapat Anda lakukan.

Blok "Customer Relationship" dapat dijelaskan dengan pertanyaan "Bagaimana menjaga dan mempertahankan hubungan bisnis Anda dengan pelanggan?"

Berikut beberapa cara untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan:

  1. Memberikan laporan setiap selesai bimbel kepada orangtua.
  2. Mengirimkan artikel dan tips pendidikan dan pola asuh kepada orangtua.
  3. Memberikan konsultasi minat dan bakat anak secara gratis.
  4. Silahkan tambahkan cara-cara lain yang dapat Anda berikan.

Empat blok di sisi kanan menggodok produk dan target pasar yang Anda sasar berikut bagaimana cara menjangkau dan mempertahankan pelanggan Anda.

Tiga blok di sisi kiri membantu Anda memikirkan proses apa yang perlu diperhatikan dari sisi internal perusahaan agar apa yang telah disusun di empat blok sebelumnya dapat terwujud.

Blok "Key Activities" dapat dijelaskan dengan pertanyaan "Aktifitas utama apa saja yang harus dilakukan agar ide bisnis yang telah disusun dapat terwujud?"

Berikut beberapa aktifitas utama yang harus dilakukan:

  1. Soft selling dengan cara broadcast artikel atau tips tentang pendidikan secara terjadwal ke contact list yang Anda miliki.
  2. Memberikan seminar dan konsultasi bakat dan minat secara gratis ke sekolah-sekolah.
  3. Menawarkan free seminar ke kelompok arisan ibu-ibu
  4. Merekrut dan menyeleksi tutor bimbel.
  5. Mengadakan pelatihan rutin untuk para tutor bimbel.
  6. Silahkan tambahkan aktiftas utama apa lagi yang harus ada.

Blok "Key Resource" dapat dijelaskan dengan pertanyaan: "Hal apa saja yang dibutuhkan agar bisnis Anda dapat berjalan?"

Berikut beberapa hal utama yang dibutuhkan untuk membuat bisnis berjalan:

  1. Para tutor yang memiliki kwalifikasi
  2. Materi pelajaran yang tepat guna
  3. Tim penjualan yang berpengalaman
  4. Silahkan tambahkan hal-hal utama apa lagi yang dibutuhkan.

Blok "Key Partner" dapat dijelaskan dengan pertanyaan: "Siapakah mitra yang akan membantu Anda?"

Berikut beberapa mitra kunci yang membantu Anda:

  1. Sekolah
  2. Komunitas Orangtua
  3. Komunitas Guru
  4. Silahkan tambahkan siapa lagi yang menjadi mitra kunci

Dua blok yang berada di paling bawah merupakan blok "Revenue Stream" dan blok "Cost Structure". Kedua blok ini menggambarkan penerimaan dan pemasukan.

Blok "Revenue Stream" dapat dijelaskan dengan pertanyaan "Seberapa besar pendapatan yang mampu dihasilkan?"

Berikut adalah beberapa cara mendapatkan penghasilan:

  1. Uang pendaftaran
  2. Uang kursus
  3. Uang test bakat dan minat
  4. Silahkan tambahkan lagi apakah ada jalur penghasilan lain yang dapat ditambahkan.

Blok "Cost Structure" dapat dijelaskan dengan pertanyaan "Berapa biaya yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis"

Berikut adalah beberapa biaya yang harus dikeluarkan:

  1. Gaji tutor
  2. Komisi marketing
  3. Biaya operasional kantor
  4. Silahkan tambahkan lagi biaya apa saja yang timbul.

Hasil akhir dari kegiatan ini ada 3 kemungkinan. Yang pertama, semua sesuai seperti yang direncanakan. Apabila ini yang terjadi, maka silahkan lanjutkan proses ke tulisan yang akan datang.

Kemungkinan kedua, seindah apapun 7 blok yang Anda buat di atas bila terjadi selisih minus antara pemasukan dan pengeluaran maka Business Model Canvas yang Anda buat tidak layak untuk diwujudnyatakan. Tapi Anda tidak perlu kecewa. Justru beruntung karena sudah mengetahuinya sejak dini, tidak perlu habis waktu dan uang untuk kemudian mendapatkan kenyataan yang pahit.

Kemungkinan ketiga, Anda tetap meneruskan ide bisnis ini dengan melakukan penyesuaian di bagian-bagian tertentu. Dan mulai dari proses awal lagi.

Perlu kami tekankan sekali lagi bahwa Business Model Canvas (BMC) ini hanyalah salah satu alat bantu untuk menyusun ide bisnis. BMC ini baru awal perjalanan sebuah ide menuju konkrit. Proses perjalanan masih panjang sebelum bisnis ini benar-benar dapat diwujudkan.

Berita baiknya, BMC ini secara cepat dapat membantu proses berpikir dan berdiskusi antar sesama anggota tim. Karena semua orang melihat gambaran yang sama. Sehingga Anda dan tim dapat melakukan tindakan preventif sebelum sebuah ide bisnis dilaksanakan. Mau dibatalkan atau tetap maju dengan sejumlah perbaikan.

Bayangkan berapa besar biaya dan waktu yang akan habis sia-sia jika proses pengujian ide bisnis langsung dieksekusi tanpa mempertimbangkan hal-hal di atas?


by: Henry Yonathan <henry.yonathan@gmail.com>

 

 

Mempersiapkan Perkiraan Keuangan yang Akurat

Apakah Anda pernah mencoba untuk menebak apa yang akan terjadi besok – atau minggu depan atau tahun depan – dalam bisnis Anda? Jika Anda dapat mengandalkan pada satu hal dalam bisnis, itu yang tidak akan tetap sama untuk waktu yang lama. Dalam bisnis saat ini, perubahan adalah konstan.

Oleh karena itu, pengusaha cerdas mencoba untuk mengantisipasi, perkiraan, dan memprediksi perubahan sebelum terjadi. Dan karena pertimbangan keuangan dapat berarti perbedaan antara hidup dan mati untuk sebuah perusahaan, prakiraan keuangan dan proyeksi adalah kunci pola praktek manajemen bisnis proaktif.

Ajukan pertanyaan yang mirip dengan berikut jika Anda ingin mempersiapkan perkiraan keuangan yang akurat untuk bisnis Anda:

  • Berapa banyak karyawan yang akan kita miliki di tabel tahun ini, dan berapa uang yang kita miliki untuk membayar mereka jika diperlukan?
  • Apakah kita memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi dalam peralatan manufaktur baru yang akan meningkatkan produktivitas pekerja kami sambil meningkatkan output dan menolak penurunan?
  • Berapa banyak uang yang kita perlukan untuk persediaan dalam waktu musim liburan? kapankah uang akan tersedia ketika kita membutuhkannya?
  • Dengan apa kita bisa mengharapkan jumlah pendapatan dan laba yang tumbuh selama tahun depan?
  • Apa waktu pembayaran dari pelanggan utama kami, dan bagaimana mereka akan mempengaruhi arus kas kita?

Pertanyaan-pertanyaan ini, dan seperti yang lainnya, harus terus berada dalam pikiran manajer keuangan – kepala petugas keuangan (CFO), pengendali, presiden, wakil presiden – dan lain-lain yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bisnis memenuhi semua kewajiban keuangan. Untuk alasan ini, manajer melakukan perencanaan dan perkiraan sesi keuangan biasa.

Ada dua jenis utama dari perkiraan keuangan dan proyeksi: jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, banyak bisnis secara teratur menghasilkan perkiraan kas untuk menjaga tab pada kas masuk dan keluar dari perusahaan. Pada bagian berikutnya, kita bahas yang ketiga.

Perkiraan keuangan jangka pendek

Jika perkiraan keuangan untuk jangka waktu satu tahun atau kurang, itu dianggap perkiraan jangka pendek. Banyak perusahaan menggunakan berbagai perkiraan keuangan jangka pendek dan pro forma (informal) laporan keuangan untuk mengelola operasional sehari-hari.

Jenis perkiraan dan laporan keuangan termasuk

  • Tunai
  • Penjualan atau pendapatan
  • Laba rugi (laporan laba rugi)
  • Neraca keuangan
  • Piutang

Masing-masing Perkiraan ini jangka pendek – dan lain bahwa suatu organisasi dapat memilih – penting untuk orang-orang yang bertanggung jawab atas pemantauan posisi keuangan jangka pendek perusahaan.

Perkiraan keuangan jangka panjang

Jika Anda perlu merencanakan untuk jangka waktu yang panjang lebih dari satu tahun ke depan. Tapi mengingat bagaimana cepatnya lingkungan bisnis berubah, mengapa Anda ingin membuat rencana untuk lebih dari satu tahun ke depan? Tidak akan ada perubahan setidaknya lima atau sepuluh kali sebelum itu? Tentu saja. Tapi bagian dari perencanaan keuangan berencana untuk perubahan.

Lakukan dengan benar, rencana jangka panjang dapat memberikan bisnis Anda keunggulan kompetitif yang pasti. Bagaimana? Dengan cara memberikan fokus dan tujuan pada bisnis Anda.

Pemilik usaha biasanya memiliki visi dimana mereka ingin perusahaan mereka berada di, katakan, sepuluh tahun; sehingga, masuk akal untuk berpikir tentang tonggak keuangan Anda harus melewati jalan yang panjang.

Singkatnya, rencana jangka panjang membutuhkan Perkiraan keuangan jangka panjang untuk mendukung mereka. Meskipun mereka tidak pernah bisa seakurat Perkiraan jangka pendek, mereka sering lebih baik daripada tidak sama sekali. Sama seperti dengan perkiraan keuangan jangka pendek, Anda dapat meramalkan semua jenis data keuangan baik ke masa depan. Berikut adalah beberapa jenis yang paling populer dari subjek data keuangan untuk melihat jangka panjang:

  • Tunai
  • Penjualan atau pendapatan
  • Laba rugi (laporan laba rugi)
  • Aset, kewajiban, dan kekayaan bersih (neraca)

Meskipun jarak perkiraan dapat membantu anda mendukung rencana jangka panjang anda, lebih jauh dari perkiraan anda, angka anda kemungkinan besar tidak akan akurat. Itulah mengapa pentingnya dasar perkiraan anda pada jumlah pendapatan dan pemahaman tentang tren bisnis.

Perkiraan keuangan jangka panjang terdiri dari banyak informasi yang sama seperti Perkiraan jangka pendek, hanya dengan langkah lebih lama. Langkah ini lagi membutuhkan perhatian terhadap tren jangka panjang di pasar dan teknologi, dan kemungkinan perubahan yang lebih besar. Berikut adalah beberapa tips untuk menyusun yang akurat, Perkiraan keuangan jangka panjang:

  • Carilah tren jangka panjang dalam pendapatan dan biaya. Apakah pendapatan dan pengeluaran tren Anda secara bertahap naik atau turun selama periode lima tahun atau lebih? Grafik tren ini sebagai grafik dan membuat tebakan ke mana tren akan memimpin di masa depan.
  • Tentukan apakah ada siklus bisnis. Sebuah siklus bisnis adalah variasi periodik dalam kegiatan ekonomi bisnis anda, yang dihasilkan dari hal-hal seperti permintaan konsumen, yang akan naik dalam mengantisipasi liburan dan kemudian secepatnya mencegah penurunan. Banyak bisnis dan pasar melalui siklus bisnis biasa. Dengan melihat gambaran besar, Anda harus dapat memilih siklus dan faktor mereka ke Perkiraan keuangan jangka panjang
  • Mencari tahu apa jenis peristiwa acak yang paling mungkin untuk mengganggu tren jangka panjang pendapatan dan biaya. Apa yang akan terjadi jika perusahaan anda membeli pesaing utama? Bagaimana yang akan mempengaruhi beban dan pendapatan? Bagaimana jika pesaing mengembangkan proses baru yang memotong biaya produksinya sampai setengah? Peristiwa acak hanya secara alami, mereka sulit untuk diprediksi, jika anda melihat uraian mereka ke prakiraan keuangan jangka panjang anda, perkiraan anda akan lebih akurat.

Perkiraan Kas

Sejauh perkiraan yang paling penting bagi kebanyakan perusahaan adalah perkiraan kas (seperti yang Anda lihat, jenis perkiraan muncul di kedua prediksi jangka pendek dan jangka panjang). Dalam bisnis, uang membuat ‘pergi keliling dunia. Khusus perusahaan yang baru berkembang, uang tunai, atau kekurangan itu, dapat berarti perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan.

Gambar 1 adalah contoh dari jenis penyederhanaan kas dan perkirakan perusahaan pada umumnya dalam menggunakannya secara teratur. Frekuensi pelaporan tergantung pada kebutuhan bisnis dan pentingnya menjaga tab pada posisi kas. Untuk beberapa perusahaan, “reguler” berarti harian atau mingguan. Bagi orang lain, itu berarti bulanan, kuartalan, atau bahkan lebih lama. Perkiraan kas pada Gambar 1 adalah untuk bisnis yang menyediakan teknisi perangkat lunak langsung ke 500 perusahaan terbaik di berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Teknisi perangkat lunak produk utama perusahaan, serta beban utama. Dalam contoh ini, perusahaan membayar karyawan mingguan tapi menerima pembayaran dari klien hanya sekali setiap bulan.

Seperti yang Anda lihat, di setiap tiga minggu pertama bulan itu, perusahaan menimbulkan arus kas negatif sebesar 20.000.000 mengumpulkan sampai 60.000.000 pada akhir minggu ketiga. Namun, ketika klien membuat pembayaran dalam empat minggu 150.000.000 arus kas masuk yang positif dalam sekala besar – sebesar 70.000.000 Sekarang, bayangkan bagaimana perkiraan kas perusahaan terlihat seperti ketika menambahkan semua 14 klien ke dalam gabungan!

Menggunakan perkiraan kas yang sama, perusahaan dapat menentukan kapan mereka akan mengambil lebih banyak uang daripada mereka membayar untuk memenuhi kewajiban mereka. Mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk membimbing banyak keputusan, seperti

  • Kapan dan berapa banyak untuk membayar vendor
  • Dengan tingkat kenyamanan apa agar persediaan tetap bisa tersedia
  • Waktunya berinvestasi pada peralatan modal

 

 

__._,_.___


by: vmc_value@yahoo.co.id

 

 

Business Moments of the Year 2013 : 4 Momen Bisnis Paling Historis di Tahun ini

On Behalf Of vmc_value@yahoo.co.id

 Sumber : http://strategimanajemen.net/2013/12/15/business-moment-of-the-year-2013/#more-1382

 

Momen bisnis historis apa saja yang telah terjadi di sepanjang tahun 2013 ini? Yang layak dikenang dan ditabalkan sebagai Business Moment of the Year 2013?

Peristiwa bisnis yang dramatis bisa mendedahkan berkeping pelajaran tentang strategi inovasi, siasat bisnis ataupun juga tentang tren masa depan. Juga tentang bagaimana kejadian bisnis itu telah ikut membentuk wajah peradaban dunia.

Maka di penghujung tahun 2013 ini, kita layak melakukan refleksi : mengenang memorable business moment apa saja yang telah terjadi di tahun ini.

Berikut daftar kejadian-kejadian bisnis historis yang layak dikenang di tahun 2013.

Ada dua kategori business moment yang mau diulik disini, yakni yang terjadi pada skala internasional ataupun juga di level nasional (dalam negeri).

Dalam skala global, salah satu babakan bisnis yang paling bersejarah di tahun 2013 ini adalah kejatuhan Nokia, yang kemudian resmi dicaplok oleh Microsoft.

Bulan September 2013 akan selalu dikenang sebagai sejarah muram oleh jutaan penduduk Finlandia. Sebab di bulan itulah, ikon kebangaan mereka yang telah berusia ratusan tahun, resmi dijual ke Microsoft.

Sejarah Nokia yang pertama kali berdiri di tahun 1871 (atau 142 tahun lalu) mungkin akan berubah secara signifikan setelah mereka di-akuisisi oleh raksasa pembuat aplikasi komputer.

Kejatuhan Nokia adalah kisah klasik yang selalu berulang dalam perang inovasi. Babakan historis ini kian meneguhkan kredo yang kudu terus dipeluk erat : either you innovate or die.

Tanpa kecepatan merilis produk baru yang inovatif, sebuah bisnis niscaya akan terkubur digilas roda kompetisi. Tanpa ampun. Tak peduli perusahaan itu adalah sang legenda seperti Nokia, Blackberry atau Kodak.

Kejatuhan tragis Nokia layak dinobatkan sebagai Business Moment of the Year 2013.

Peristiwan lain dalam skala global yang layak dikenang, juga dengan duka yang lirih adalah ini : kematian Winamp.

Pada bulan November lalu, Winamp resmi mengumumkan bahwa layanan mereka akan ditutup selamanya pada tanggal 20 Desember minggu ini. RIP Winamp (April 1997 – Desember 2013)

Pada masanya, Winamp adalah legenda. Siapa yang tak kenal namanya. Digital music berutang budi begitu banyak pada layanan pemutar musik MP3 ini.

Kotak aplikasi Winamp yang terkenal itu pasti telah banyak menghiasi laptop di segenap penjuru jagat. Jutaan orang mendengar alunan musik dari aplikasi ini. Thanks Winamp for your great contributions.

Itulah babakan bisnis historis yang terjadi dalam arena global. Lalu, apa saja peristiwa bisnis bersejarah yang terjadi dalam lansekap bisnis di tanah air?

Sejatinya, tidak ada peristiwa bisnis yang amat menonjol di tahun 2013 ini, dalam panggung bisnis nasional. Namun demikian, ada dua momen yang mungkin layak dikenang, sebab ia akan memberikan dampak dramatis hingga puluhan tahun ke depan.

Yang pertama adalah peristiwa diresmikannya jalan tol yang melayang di atas laut, di pulau Bali (pertama kali di Indonesia). Diresmikan pada September 2013, jalan tol ini membentang indah di atas laut pulau Bali yang sudah terkenal eksotis.

Pembangunan jalan tol itu dilakukan oleh konsorsium BUMN seperti Jasa Marga, Adhi Karya dan Hutama Karya. Semua dilakukan oleh insinyur-insinyur lokal, dan pembangunan selesai lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan (sebuah prestasi yang layak di-apresiasi).

Beberapa kali saya melewati jalan tol di atas laut itu. Keren memang. Membuat bangga dan sekaligus menerbitkan optimisme akan masa depan ekonomi Nusantara.

Pembangunan jalan raya atau jalan tol itu pasti akan berdampak signifikan bagi ekonomi tanah air, khususnya lagi pulau Bali.

Sebab kita tahu, jalan raya + rel kereta api + pelabuhan adalah tiga pendekar sejati dalam pembangunan ekonomi bangsa. Bukan mal. Atau toko gadget.

Momen historis yang kedua baru terjadi minggu lalu. Tepat tanggal 9 Desember 2013, proses ground breaking Pertamina Energy Tower dimulai. Bismillah. Menara ini akan menjulang setinggi 99 lantai, 530 meter dan menjadikannya sebagai menara tertinggi ketiga di dunia (mengalahkan menara kembar Petronas juga).

Tak pelak, Pertamina Energy Tower yang dibangun di kawasan Rasuna Said Jakarta ini, kelak akan menjadi landmark baru Indonesia. Mungkin bisa jadi simbol kebangkitan ekonomi Indonesia yang akan menjadi nomer 7 dunia di tahun 2030 (menara Pertamina ini butuh waktu 7 tahun untuk selesai. Rencana akan diresmikan Desember 2020).

Dua momen bisnis tersebut, peresmian jalan tol yang melayang di atas laut dan menara Pertamina 99 lantai tertinggi ketiga di dunia, niscaya akan memberikan dampak dramatis yang amat panjang bagi wajah bisnis Indonesia di masa depan.

Demikian sejumlah babakan bisnis historis yang telah terjadi di sepanjang 2013 ini, baik pada skala global ataupun skala nasional.

Ada duka lirih yang menyelinap. Ada optimisme masa depan yang terus di-selebrasikan. Pada akhirnya, sejarah bisnis akan terus melangkah. Dan akan terus memberi jejak bagi perjalanan peradaban dunia.

 

 

Media Planning

sources : www.about.com

 

Iklan dan publikasi adalah komponen utama dalam memasarkan bisnis Anda yang baru (sedang berkembang) kepada pelanggan atau prospek-prospek Anda. Karena tahapan pemasaran ini membutuhkan waktu dan uang, maka penting untuk Anda mengembangkan sebuah media plan sehingga Anda akan dapat menentukan aset anda yang paling bernilai.

Media Planning termasuk didalamnya adalah menentukan sasaran, membangun strategi dan dan membuat perencanaan jadwal media. Komponen-komponen ini haruslah masuk dalam perencanaan bisnis Anda.

 

 

Sasaran Media

Sebuah sasaran adalah TUJUAN, yaitu sesuatu yang Anda inginkan dalam bisnis anda. Termasuk tujuan media bisnis Anda dalam rencana bisnis Anda yang dapat membantu Anda menuju tujuan itu. Ini tidak mendefinisikan bagaimana Anda akan mencapai tujuan itu. Sebagai contoh, tujuan media untuk bisnis kecil dapat mencakup:

  • Mendapatkan awareness para penggila gadget diantara pembeli gadget di Indonesia
  • Membangun citra professional untuk Konsultan Anda dimata eksekutif perusahaan di Jakarta
  • Memaksimalkan efisiensi di manufacturing dan memasarkan produk dengan teknologi yang sudah kami patenkan

Untuk dapat menjadi sasaran yang mudah ditindaklanjuti, sasaran seharusnya dapat diukur. Sebagai contoh :

Misalnya, Widgets Bob dapat membentuk tujuan membangun kesadaran merek di pasar sampai survei pembelanja Tarif bisnis sebagai menempati dua teratas dalam kesadaran merek lokal.

Pastikan bahwa sasaran media dari bisnis Anda jelas dan terukur. Termasuk mereka yang ada dalam bisnis plan Anda.

 

 

Strategi Media

 

Tujuan media adalah “Apa”. Strategi media adalah “Bagaimana”.

Sebagai contoh Apakah Anda mendapatkan awareness pembeli? Membagikan kartu nama dengan melampirkan tagihan Rp 100.000? Menyewa pesawat untuk menarik spanduk iklan? Tempatkan iklan di media lokal yang dibaca oleh calon pembeli ? Para pemilik bisnis dapat menghabiskan banyak uang untuk mencapai tujuan jika mereka tidak memiliki strategi yang layak.

 

Bagaimana Anda bisa mengembangkan strategi media untuk bisnis Anda? Pertama, Anda perlu menentukan media apa yang tersedia untuk Anda. Siapa yang mencapai pelanggan potensial Anda? Surat kabar lokal atau pembeli? Radio atau stasiun televisi? Billboard? Media lain? Sponsor atau dukungan?

 

Setelah Anda telah mengidentifikasi media yang paling layak untuk pesan Anda, Anda perlu untuk memprioritaskan mereka dengan nilai. Akankah pembelanja lokal membawa Anda lebih prospek baru dibandingkan iklan billboard? Untuk latihan ini, Anda harus berbicara dengan perwakilan media utama. Ini akan menjadi pendidikan yang baik. Ini juga akan membantu Anda menganalisis media terbaik nilai di pasar Anda.

 

 

Penjadwalan Awal Media

Waktu sangat penting dalam bisnis. Ini terutama penting dalam mempromosikan bisnis Anda ke prospek dan pelanggan. Anda tidak dapat memiliki penjualan Natal di bulan Agustus. Sebenarnya, Anda bisa, tetapi Anda akan membuang-buang banyak modal untuk menarik prospek ketika mereka tidak siap untuk membeli.

 

Tidak tahu di mana media harus memulai? Mulailah dengan pesaing Anda. Media apa yang pesaing Anda gunakan? Lihatlah terutama pada pesaing terkemuka untuk prospek Anda. Anda mungkin memutuskan untuk mengikuti langkah mereka atau Anda dapat memilih untuk menggunakan media dimana mereka tidak ada. Kerjakan pekerjaan rumah Anda dan Anda akan mendapatkan nilai yang lebih baik.

Itulah kunci untuk penjadwalan media: Menarik pembeli ketika mereka siap untuk membuat keputusan. Itulah waktu terbaik untuk menjangkau mereka. Terbaik kedua adalah sebelum mereka membuat keputusan, tapi tidak begitu awal sehingga mereka lupa memesan Anda sebelum mereka siap untuk membeli.

 

Rencana bisnis Anda harus mencakup penjadwalan media sejak awal, daftar media utama yang akan Anda gunakan, kapan, dan bagaimana anggarannya. Anda tidak perlu menempatkan pesanan untuk media, tapi Anda harus memilih kendaraan yang paling tepat dan tahu bagaimana cara terbaik untuk menggunakannya untuk mengumpulkan prospek yang berharga.

 

 

Apakah Saya Cocok Jadi Entrepreneur

Sumber http://garudapreneur.com/artikel/apakah-saya-cocok-jadi-entrepreneur

Apakah saat ini Anda masih mengenyam pendidikan, aktif bekerja sebagai profesional ataupun sedang merintis usaha; dan memiliki pertanyaan seperti di atas? Pada kesempatan ini, kami mencoba membantu Anda agar menemukan jawaban Anda sendiri. Dan pada akhir tulisan ini, Anda dapat mengetahui seberapa siapkah Anda menjadi seorang entrepreneur melalui serangkaian pertanyaan.

Mari kita mulai dengan mitos… penghambat kesuksesan entrepreneur.

5 Mitos Besar Entrepreneurship

Ada banyak mitos atau keyakinan yang kurang tepat mengenai menjadi seorang entrepreneur. Bahkan, ada sebuah buku yang didedikasikan secara khusus hanya untuk membahas sebanyak 56 mitos entrepreneur! Mengapa Anda perlu mengetahui kebenaran dibalik mitos? Ketika Anda menganggap satu (atau lebih) mitos sebagai sesuatu yang benar, maka peluang Anda untuk melakukan terobosan dalam hidup (terutama dalam kisah entrepreneurial Anda) semakin kecil.

Tulisan ini tidak akan ikut-ikutan membahas sebanyak 56 mitos. Tetapi hanya 5 mitos besar yang hampir selalu ditemukan dalam berbagai seminar, workshop serta berbagi media digital. Apa sajakah mitos-mitos tersebut?

  1. Kecerdasan & Pendidikan
  2. Bakat & Keturunan
  3. Kendala Usia
  4. Modal
  5. Peluang

Kecerdasan & Pendidikan

Faktanya banyak pengusaha sukses baik di luar negeri ataupun di Indonesia tidak memiliki gelar pendidikan yang tinggi, bahkan beberapa drop out dari perguruan tinggi ataupun tidak pernah masuk perguruan tinggi.

Semasa kecil, Thomas Alva Edison hanya sempat masuk sekolah selama 3 bulan dan dikeluarkan oleh gurunya karena dianggap kurang cerdas. Memiliki masalah pada pendengaran akibat demam tinggi ketika usia balita. Dunia berhutang padanya berkat penemuan bola lampu pijar. Beliau juga yang mendirikan General Electric.

 

Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras — Thomas Alva Edison

 

Bakat & Keturunan

Faktanya kesuksesan bisnis seseorang tidak ditentukan oleh bakat ataupun garis keturunan. Tidak ada gunanya bakat kalau tidak dapat memupuk minat.

Ketika masih bayi dirinya diserahkan kepada keluarga lain untuk diadopsi karena orangtua kandungnya tidak siap memiliki bayi karena masih sangat muda. Masa mudanya sangat labil karena merasa dibuang oleh orangtuanya. Karena Steve Jobs muda memiliki beberapa minat yang ditekuni, akhirnya membawa dirinya sukses membawa Apple menjadi salah satu brand termahal dunia.

 

Saya meyakini bahwa sekitar setengah dari yang memisahkan entrepreneur yang sukses dan gagal adalah murni ketekunan — Steve Jobs

 

Kendala Usia

Faktanya usia bukanlah penentu keberhasilan bisnis seseorang. Sebenarnya bukan pada masalah usia fisik seseorang, melainkan usia mentalnya.

Kakak beradik, Shravan Kumaran and Sanjay Kumaran asal India ketika mendirikan perusahaan pembuat aplikasi mobile Go Dimensions saat itu mereka baru berusia 12 dan 14 tahun. Sementara Kolonel Sanders dapat menjadi bukti bahwa memulai bisnis ayam goreng berbalur tepung di usia pensiun bukanlah hal yang jelek. Apalagi kemudian bisnis yang dirintisnya menjadi restoran cepat saji ayam goreng yang sangat terkenal di seluruh dunia dengan merk KFC alias Kentucky Fried Chicken.

 

Tidak ada alasan menjadi orang paling kaya di kuburan. Kamu tidak dapat melakukan bisnis dari sana — Kolonel Sanders

 

Modal

Faktanya banyak usaha rintisan dapat dimulai dari hampir tanpa modal. Kekeliruan terbesar bahwa modal haruslah uang sepertinya perlu segera didefenisikan ulang. Karena modal itu dapat juga berupa pengetahuan, keahlian, jaringan pertemanan, ide dan bahkan sebuah kepercayaan.

Malahan, modal yang besar dapat menjadi bumerang bagi sebuah usaha rintisan. Kemampuan analisa dan pengambilan keputusan strategis tidak akan setajam dan sekreatif bila mereka memiliki modal pas-pasan. Alhasil, banyak dana yang mungkin terbuang sia-sia.

Banyak perusahaan rintisan berawal dari garasi ataupun ruang bawah tanah rumah. Karena keterbatasan modal mereka memanfaatkan ruang tidak terpakai di rumahnya untuk memulai. Bahkan ketika Larry Page dan Sergey Brin mendirikan Google yang begitu fenomenal berawal dari garasi rumah juga.

 

Bila kamu sedang merubah dunia, (artinya) kamu sedang mengerjakan sesuatu yang sangat penting. Kamu pasti sangat bersemangat untuk bangun di pagi hari — Larry Page

 

Peluang

Faktanya tidak akan ada peluang yang menghampiri bagi yang menunggu… karena peluang harus dicari atau diciptakan.

Seberapa sering Anda mendengar ada orang yang mengeluh bahwa ide bisnisnya sudah diwujudkan oleh orang lain? Atau mendengar orang yang mengeluh bahwa sudah tidak ada peluang lagi. Seolah-olah semua orang sudah lakukan.

Mungkin orang-orang seperti ini perlu diajak berkunjung ke kota Sumedang. Agar dia melihat sendiri bagaimana sepanjang jalan raya di kiri kanannya adalah toko-toko yang menjual tahu Sumedang. Atau diajak ke kota Medan untuk melihat toko-toko penjual Bika Ambon di sepanjang jalan Majapahit. Atau melihat-lihat ke ITC Roxy Mas yang disebut-sebut sebagai pusat ponsel terbesar se-Asia Tenggara.

 

Cara terbaik memperkirakan masa depan adalah dengan menciptakannya — Peter Drucker

 

Entrepreneur Quiz

Berikut kami melampirkan sejumlah pertanyaan yang nantinya Anda jawab dengan YA atau TIDAK. Jawablah dengan sejujurnya, bukan apa yang seharusnya. Tidak ada yang benar ataupun salah dalam memberikan jawaban. Tetapi ini dapat memberikan cerminan keadaan Anda yang sebenarnya.
01. Apakah Anda memiliki karakter yang kuat? [     ]

Anda membutuhkan karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai situasi yang sulit di awal-awal membangun bisnis Anda. Kadang godaan untuk kembali bekerja sebagai profesional selalu datang ketika bisnis yang anda rintis belum menghasilkan juga. Sementara tabungan Anda semakin menipis.

02. Apakah Anda memiliki keahlian atau keterampilan tertentu? [     ]

Modal awal seperti yang sudah dibahas di depan tidak melulu harus berupa uang. Keahlian ataupun keterampilan Anda dapat dijadikan modal awal. Bahkan keterampilan berupa penguasaan bahasa asing pun dapat menjadi modal awal untuk memulai sebagai penerjemah.

3. Apakah Anda sudah mengerjakan Pekerjaan Rumah Anda? [     ]

Yang dimaksud dengan pekerjaan rumah adalah hal-hal dasar yang harus dilakukan sebelum memulai sebuah bisnis. Seperti melakukan survei kecil-kecilan untuk mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Lalu apakah ide bisnis yang Anda rancang cukup menarik atau tidak. Mungkin juga Anda harus merubah ide dari awal lagi ketika mendapatkan masukan dari masyarakat.

4. Apakah Anda seorang pekerja keras? [     ]

Untuk mengetahui apakah anda seorang pekerja keras atau tidak, caranya dengan mengamati jumlah jam dalam sehari yang Anda habiskan untuk melakukan kegiatan apa. Bila jumlah jam lebih banyak dihabiskan untuk tidur dan hiburan, dibandingkan bekerja maka Anda sudah tahu apa jawabannya.

5. Apakah saat ini Anda memiliki uang untuk memulai bisnis Anda? [     ]

Uang ini dapat dari tabungan yang Anda sisihkan dari awal atau dapat juga berupa pinjaman dari saudara atau teman yang bersedia menjadi investor awal Anda.

6. Mampukah Anda bekerja dalam tekanan? [     ]

Bila Anda berpikir bahwa kalau jadi bos maka tidak ada yang menekan Anda. Ini salah besar. Tidak ada orang yang dapat melepaskan diri dari tekanan pekerjaan. Bila di kantor Anda mendapatkan tekanan hanya dari atasan. Maka dalam berbisnis Anda akan mendapatkan tekanan dari pelanggan, karyawan, atau bahkan orang dekat Anda.

7. Apakah Anda memiliki kepribadian yang cocok? [     ]

Membangun bisnis butuh kemampuan bernegosiasi. Karena akan muncul banyak hal yang tidak terduga. Anda perlu bernegosiasi untuk melakukan penyesuaian agar pekerjaan tetap dapat berjalan. Bila Anda termasuk orang yang tidak suka bernegosiasi maka Anda perlu belajar akan hal ini.

8. Apakah Anda memiliki kemampuan memimpin? [     ]

Kepemimpinan dibutuhkan untuk mengelola orang-orang dalam organisasi. Walaupun hanya 1 orang jumlah karyawan Anda. Termasuk juga memimpin diri sendiri melawan rasa malas.

9. Apakah Anda orang yang disiplin? [     ]

Cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki disiplin yang tinggi atau tidak adalah dengan mengukur sejauh mana ketepatan Anda dalam membuat janji dengan orang lain. Orang-orang yang disiplin dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengatur waktu.

10. Mampukah Anda bekerja dalam dateline? [     ]

Dalam dunia bisnis, pekerjaan yang satu tersambung dengan pekerjaan lainnya. Apa jadinya bila sebuah bagian pekerjaan tidak diberi batasan waktu. Atau sebuah bagian pekerjaan tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan penyelesaiannya.

11. Apakah Anda cukup tangguh menghadapi penolakan? [     ]

Bisnis baru perlu diperkenalkan. Anda perlu memperkenalkan barang atau jasa kepada masyarakat. Dan ingatlah tidak semua orang tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Tetapi di antara orang yang begitu banyak, pasti ada yang tertarik. Anda hanya perlu menemukan siapa yang mau beli.

12. Apakah Anda menyiapkan diri untuk mempelajari hal-hal baru? [     ]

Ada banyak ilmu baru yang perlu Anda pelajari ketika membangun bisnis. Dari mulai hal-hal yang menyangkut keuangan, akuntasi, marketing, sales, sistem dan prosedur kerja dan banyak lagi.

13. Apakah Anda termasuk orang yang memiliki keterampilan sosial, fleksibel dan adaptasi yang baik? [     ]

Pada awalnya Anda mungkin harus mengerjakan semua hal sendirian. Dan mungkin akan menemui berbagai macam karakter orang. Tidak semua orang cocok dengan karakter atau sifat Anda. Bila mereka bukanlah calon pelanggan Anda maka hal ini akan menjadi sangat mudah. Tapi bila mereka adalah potensial buyer, Anda tidak mungkin mengacuhkannya kan?

14. Apakah Anda terorganisir dengan baik? [     ]

Yang dimaksud terorganisir dengan baik adalah kemampuan anda untuk membagi waktu, mengatur pekerjaan dan pengaturan keuangan. Karena ini hubungannya dengan efisiensi.

15. Apakah Anda cukup matang secara mental? [     ]

Setiap manusia memiliki dua jenis usia. Usia fisik dan usia mental. Orang yang usianya tua belum tentu memiliki usia mental yang sama. Begitu juga sebaliknya. Banyak kegagalan bisnis bermula dari ketidakmampuan dirinya menghadapi situasi ketika menerima uang kontan dalam jumlah besar. Atau ketidakmampuan dirinya menerima kegagalan demi kegagalan.

16. Mampukah Anda membagi waktu dan menjaga sikap profesional dalam membangun bisnis sendiri tetapi tetap bekerja sebagai karyawan penuh waktu? [     ]

Semua bisnis rintisan belum mampu menghidupi di awalnya. Sehingga banyak mentor bisnis memberi nasehat untuk tidak meninggalkan pekerjaan utama yang saat ini menghidupi Anda.

17. Apakah Anda seorang pendengar yang baik? [     ]

Bisnis adalah mendengarkan. Anda perlu belajar menjadi pendengar yang baik untuk menerima feedback. Karena ini akan menjadi informasi berharga untuk memperbaiki produk atau jasa Anda.

18. Apakah Anda mendapatkan dukungan dari keluarga? [     ]

Seringkali penghambat terbesar dalam meraih cita-cita justru datang dari orang paling dekat. Karena rasa khawatir yang berlebihan akan kegagalan membuat mereka tanpa sadar melakukan tindakan-tindakan yang kontra produktif pada diri Anda. Sehingga Anda merasa tidak mendapatkan dukungan.

19. Apakah Anda siap menurunkan standard hidup saat ini? [     ]

Memulai bisnis tidaklah mudah. Biaya operasional keluar terus, sementara pemasukan belum ada. Sama halnya seperti menyebar bibit. Perlu menunggu kapan bibitnya tumbuh. Anda harus berhemat sehemat-hematnya agar mampu bertahan untuk jangka waktu minimal 3 tahun.

20. Apakah Anda memiliki tingkat kreatifitas dengan imajinasi yang cukup baik? [     ]

Di paragraf awal sudah berulang kali disebutkan bahwa selama manusia masih hidup dan bumi masih berputar, masalah tidak akan ada habisnya. Dengan kreatifitas, Anda merubah masalah orang lain menjadi peluang usaha Anda. Tetapi perlu diingat, Anda pun harus kreatif untuk menyelesaikan masalah sendiri dengan bisnis baru yang sedang dibangun.

Bila Anda sudah menjawabnya. Silahkan jawaban tersebut dijumlahkan.

Jawaban lebih banyak YA. Saya ucapkan Selamat! Minimal melalui tes sederhana ini sepertinya Anda sudah siap memasuki dunia entrepreneur.

Jawaban setengah YA setengah TIDAK, atau lebih banyak TIDAK. Jangan berkecil hati. Ini hanyalah tes sederhana. Berita baiknya Anda dapat langsung memperbaiki diri untuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya TIDAK.

Beruntunglah hari ini ilmu entrepreneur telah dibuat secara sistematis sehingga dapat dipelajari. Buktinya semakin banyak banyak lulusan dari sekolah bisnis yang bahkan belum lulus saja sudah memiliki bisnis.

Lalu bagaimana bila Anda tidak bersekolah di bidang bisnis, atau sudah bekerja? Apakah harus pindah jurusan ataupun kuliah sambil bekerja? Tidak sama sekali… Anda dapat mengikuti FAST TRACK untuk memulai dengan benar perjalanan entrepreneurial Anda.


Posted by: Henry Yonathan <henry.yonathan@gmail.com>

 

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger