Latest Post

The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo

Written by Yodhia Antariksa

Posted September 3, 2012 at 12:00 am

Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.

Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo bahkan harus rela menjual dirinya ke perusahaan China. Sharp berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati).

Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan? Mengapa kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa Jepang itu? Di Senin pagi ini, kita akan coba menelisiknya.

Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak. Di mata orang Jepang, kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah meremuk-redamkan mereka di mana-mana. Di sisi lain, produk-produk elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah juga terus menggerus pasar produk Jepang. Lalu, dalam kategori digital gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan tolol.

What went wrong? Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi seperti pecundang? Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita petik sebagai pelajaran.

Faktor 1 : Harmony Culture Error. Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Speed in decision making. Speed in product development. Speed in product launch. Dan persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus.

Datanglah ke perusahaan Jepang, dan Anda pasti akan melihat kultur kerja yang sangat mementingkan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan. Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa melongo.

Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang lamban mengambil keputusan (dan dalam era digital ini artinya tragedi).

Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal nyaris tidak pernah bisa mekar. Sebab mereka keburu mati : dijadikan tumbal demi menjaga "keindahan budaya harmoni". Ouch.

Faktor 2 : Seniority Error. Dalam era digital, inovasi adalah oksigen. Inovasi adalah nafas yang terus mengalir. Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan.

Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya senioritas. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan.

Promosi di hampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut kacang. Yang tua pasti didahulukan, no matter what. Dan ini dia : di perusahaan Jepang, loyalitas pasti akan sampai pensiun. Jadi terus bekerja di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman.

Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi ? Kematian dini. Ya, dalam budaya senioritas dan loyalitas permanen, benih-benih inovasi akan mudah layu, dan kemudian semaput. Masuk ICU lalu mati.

Faktor 3 : Old Nation Error. Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun.

Implikasinya : mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang masuk dalam kategori itu. Kategori karyawan yang sudah menua.

Disini hukum alam berlaku. Karyawan yang sudah menua, dan bertahun-tahun bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan yang berlangsung cepat. Ada comfort zone yang bersemayam dalam raga manajer-manajer senior dan tua itu.

Dan sekali lagi, apa artinya itu bagi nafas inovasi? Sama : nafas inovasi akan selalu berjalan dengan tersengal-sengal.

Demikianlah, tiga faktor fundamental yang menjadi penyebab utama mengapa raksasa-raksasa elektronika Jepang limbung. Tanpa ada perubahan radikal pada tiga elemen diatas, masa depan Japan Co mungkin akan selalu berada dalam bayang-bayang kematian.
 

Healthy Lifestyle : RAHASIA BEBAS DARI KANKER SELAMANYA

Ahmad Bratawijaya

Friday, March 12, 2010

Artikel ini dikirimkan dr Andry Hartono di sebuah milis, mungkin dapat membantu anda atau kerabat anda.



Memulihkan fungsi empat organ tubuh utama dan melepaskan tekanan batin



Bagi pasien kanker, asal fungsi empat organ tubuh, berupa limpa, hati, usus besar dan ginjal sehat kembali, sudah boleh mengucapkan selamat berpisah dengan penyakit kanker, kencing manis, penyakit jantung dan darah tinggi.

Ketika pagi tadi saya memeriksa kembali para pasien kanker, banyak dari pasien kanker itu yang tadinya menderita tekanan darah tinggi, sekarang tekanan darahnya sudah normal, tadinya menderita penyumbatan pembuluh darah, sekarang tidak perlu lagi mengkonsumsi obat. Jelas, asal beberapa organ tubuh utama ini dapat dipulihkan secara perlahan- lahan, berbagai jenis penyakit peradaban baru dapat dihilangkan, namun itu bukan faktor utama satu-satunya. Kalau kanker hanya merupakan tumor, tentu lebih mudah ditangani.

Dahulu kita pernah berbuat suatu kesalahan besar dalam bidang medis, asal melihat sebuah tumor, lalu berusaha untuk membunuhnya melalui operasi, kemoterafi atau radiasi, pokoknya jalan terbaik adalah dibunuh dengan segala cara, kemudian dosis obat semakin tinggi semakin baik. Ketika sel kanker mati, orangnya juga mati.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam ilmu kedokteran, sebab masalah bukan berdiri sendiri, harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Maka dari itu, organ limpa harus dipulihkan terlebih dahulu, kita mesti memelihara suatu kebiasaan makan, dengan kandungan jenis biji-bijian, baik kasar mau pun halus, harus paling sedikit mencapai 50% dalam bahan makanan sehari-hari.



Biji-bijian ini adalah kacang merah, kacang kuning, kacang hijau, jali, dan lainnya, semua ini adalah jenis biji-bijian, biji teratai juga sangat baik, dengan konsep demikian, fungsi limpa dan hati akan membaik. Limpa berguna untuk produksi darah, setiap hari ada dua masa penting, yaitu jam 23.00 - 01.00 dan 11.00 - 13.00.

Maka ketika waktu istirahat memang sudah tiba, harus beristirahat. Orang sekarang kebanyakan memiliki masalah organ hati, kenapa demikian?

Tiga perusak organ hati adalah tidur larut malam, makan makanan berminyak dan suka marah. Minyak dapat membungkus organ hati, ketika anda menyantap makanan berminyak, lapisan minyak akan membungkus organ hati, membuat organ hati tidak berfungsi, maka jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan berminyak.

Bila semakin banyak tidur semakin lelah : peringatan akan masalah hati. Ketika tidur, limpa mengumpulkan cairan darah dan dikirimkan ke hati untuk dibuang kandungan racunnya, darah bersih kemudian dikirimkan ke jantung, jantung memompakan darah ke seluruh tubuh, apakah tujuannya? Agar setiap tempat yang tercapai oleh darah mendapatkan gizi, sehingga tubuh terjaga tetap sehat.. Sayang sekali, banyak orang sekarang telah memiliki masalah limpa, di mana limpa tidak mampu lagi mengumpulkan darah.



Hanya ada satu cara untuk menjaga kesehatan organ limpa, dengan mengkonsumsi jenis biji-bijian, lalu kenapa organ limpa orang sekarang sedemikian buruknya dan tubuh banyak penyakit? Karena tidak mengkonsumsi jenis biji-bijian, lebih suka makan hamburger, steak, kentang goreng, hanya makan sedikit nasi, itu pun jenis beras putih, kita semestinya mengkonsumsi jenis biji-bijian yang belum diolah, misalnya beras kasar.

Namun saya ingatkan semua orang, Singapura adalah negara tropis, maka jenis biji-bijian asal daerah beriklim dingin atau panas tidak cocok untuk dikonsumsi oleh penduduk daerah tropis, seperti gandum, soba, barley dan sorghum, semua ini merupakan produk pertanian daerah beriklim dingin, tentu ada tubuh sebagian kecil orang yang memang tahan, namun tidak cocok untuk dikonsumsi oleh sebagian besar orang, bukan bahan makanan ini tidak baik.

Apakah bahan makanan paling cocok untuk penduduk daerah tropis seperti kita ini? Yaitu beras kasar dan ubi rambat, kedua jenis makanan ini cocok untuk penduduk seluruh dunia, selain itu juga ada jali dan sekoi yang lebih cocok untuk penduduk daerah tropis. Dengan memelihara kebiasaan makan jenis biji-bijian, fungsi organ limpa akan pulih.


Memulihkan fungsi pembuangan kotoran dari usus besar




Kalau anda sering merasa lelah, hati anda bermasalah, maka anda harus lebih cepat beristirahat. Setiap pagi, anda sulit sekali buang air besar, anda bagai sedang berperang dengan kakus saja, itu tentu sangat menyedihkan sekali.

Gejala apa ini? Itu disebabkan daya serap tubuh anda terhadap makanan berserat sudah lemah, mengapa penderita kanker usus besar di Amerika sangat banyak, penderita kanker usus besar di daerah pantai Tiongkok juga banyak, penderita kanker usus besar di Singapura juga menempati urutan dua dari semua penderita kanker, sedangkan hasil riset terhadap penduduk daerah pedalaman Tiongkok menunjukkan tiada penderita kanker usus, sebab mereka setiap hari buang air besar dengan lancar, begitu jongkok langsung keluar, tinjanya bagai pisang saja, sangat cantik! Bahkan berjejer dengan rapi. Bukan begitu saja, saya jelaskan, tinja orang sehat, diameternya sekitar 2 - 3 cm, berbentuk batangan sepanjang 30 - 45 cm, kalau diletakkan di atas tanah, bisa berguling, bahkan berasap, bahkan ada wangi vanilla.

Pernah suatu hari, Billy menelepon saya dengan gembira, "Pak dosen, apa yang anda katakan memang benar, sebelumnya saya tidak yakin, sekarang saya ingin minta maaf pada anda." Saya bertanya: "Apa yang anda tidak yakin?"

"Anda katakan tinja orang sehat wangi vanilla, mana mungkin? Namun sekarang tinja saya sudah wangi vanilla."

Kenapa? Karena racun dalam usus sudah terbuang, apakah anda tidak merasa tahi lembu ada wangi vanilla? Namun kotoran lembu sekarang sangat bau, sebab makanan lembu sekarang kacau balau, apalagi lembu disuntik antibiotik, kalau anda sulit buang air besar, apa artinya ini? Segala penyakit berawal dari gejala usus besar sulit buang air besar.

Ketika usus besar anda sangat sehat, anda bukan bangun sendiri di pagi hari, namun dibangunkan oleh geliat usus besar. Kenapa?

Karena antara jam 05.00 - 07.00 pagi, usus besar paling aktif bekerja, itu sebabnya kita meminta pasien kanker harus pergi tidur pada jam 21.00 malam, demikian juga dengan pasien kencing manis. Orang pada umumnya harus tidur sebelum jam 23.00 malam, sebab pagi harinya jam 06.00 - 07.00 usus besar akan menggeliat untuk membangunkan anda, meminta anda untuk jongkok di kakus.

Setiap hari berapa kali makan, juga berapa kali buang air besar, kalau begitu berapa kali seharusnya buang air? Ingat!

Kalau 4 - 5 hari buang air sekali, itu artinya menderita penyakit susah buang besar parah, 2 - 3 hari buang air sekali termasuk penyakit susah buang besar tingkat menengah, sedangkan satu hari hanya sekali buang air besar termasuk penyakit susah buang besar tingkat ringan.

Bagaimana bisa disebut paling sehat dan normal? Berapa kali anda makan, sebegitu banyak kali pula anda buang air besar, itulah yang disebut sehat, lagipula setiap kali jongkok, dalam 2 - 3 menit langsung beres.

Lihatlah tinja anda, berjejer dengan rapi, kalau pantat anda dibersihkan dengan kertas tissue, tidak akan ada tinja yang lengket, bersih sekali. Saya melihat ada sebagian orang sangat kasihan sekali, sepuluh lembar kertas tissue juga tidak sanggup membersihkan sisa kotoran di pantat, orang demikian biasanya tidak memakai kertas tissue, langsung siram saja dengan air.

Sebab tubuhnya sangat kekurangan selulosa. Kalau makanan yang masuk ke dalam badan tidak dikeluarkan dalam jangka waktu 12 jam, akan berubah menjadi zat beracun. Racun yang tidak dibuang keluar ini akan diserap oleh dinding usus besar, racun yang terserap ini akan dikembalikan oleh pembuluh balik gerbang ke hati, itu sungguh celaka! Berakibat kerusakan hati yang bermasalah besar.

Maka, masalah hati berhubungan dengan usus besar, asal usus besar lancar, hati akan pulih dengan sendirinya, sistim kekebalan tubuh juga pulih, darah yang dikirimkan ke jantung juga bersih, tubuh akan sulit terserang penyakit.

Ginjal adalah organ penting untuk metabolisma, pembuangan rekreasi dan racun, cairan darah dalam tubuh melewati ginjal sebanyak 20 kali perjam, kotoran metabolisma dari darah disaring oleh ginjal menjadi urin untuk dikeluarkan dari tubuh. Kalau fungsi ginjal bermasalah, pinggang akan terasa linu-linu, sakit gembur-gembur, dalam cairan darah ada racun urin, tekanan darah tinggi, infeksi saluran kencing, lelah, sulit tidur, telinga berbunyi, rambut rontok, pandangan mata kabur, refleks tubuh berkurang, suka muram, sering merasa cemas, bahkan berpikiran bukan-bukan.

Segala jenis zat beracun yang ditimbulkan oleh minuman, makan dan udara yang masuk ke dalam tubuh, mau pun akibat tekanan batin, semuanya melewati ginjal. Kalau sampah ini terlalu banyak, beban kerja ginjal terlalu berat, dalam jangka pendek akan timbul penyumbatan atau infeksi, dalam jangka panjang akan timbul gejala batu ginjal, fungsi ginjal menurun dan darah tidak bersih, paling parah harus menjalani proses cuci darah buatan, kalau tidak bisa membahayakan jiwa.

Bagi ginjal "pencegahan lebih baik daripada pengobatan". Tindakan terbaik adalah menjaga kesehatan dan menghindari tindakan merusak ginjal. Sebab utama kerusakan ginjal adalah:

1. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan mengandung protein tinggi dari binatang, akibatnya timbul asam kencing berlebihan, beban kerja ginjal terlalu berat.

2. Kerja terlalu lelah, tekanan terlalu berat, tidak cukup istirahat.

3. Terlalu banyak konsumsi obat-obatan barat, seperti obat pereda sakit dan antibiotik.

4. Lingkungan tercemar: air, tanah, udara dan suara ribut.

5. Terlalu banyak minum arak, kopi, minuman bersoda, air dingin.

6. Cuaca dingin dan basah.

7. Kurang minum air.

Kalau ingin menjaga kesehatan ginjal, harus kurang bahaya di atas, lebih banyak minum air dan jus buah-buahan, seperti strawberry, cranberry, blueberry, raspberry, semangka dan lemon.

Makan makanan berprotein dari tanaman, olah raga teratur, minum minuman alamiah yang ringan, istirahat secukupnya, menjaga kondisi hati gembira, cegah bagian pinggang jangan terkena udara dingin, sering-sering menggosok bagian pinggang dengan tepalak tangan, agar ginjal lebih terjaga.


Menjaga kondisi ginjal dengan lemon

Lemon baik untuk ginjal, juga hati.

1. Menjaga kesehatan ginjal dengan jus lemon hangat:
Setiap bangun tidur, buat jus dari sebutir lemon, tambahkan air hangat 200 cc (boleh tambahkan garam laut sedikit agar terasa lebih enak diminum) , minum pelan-pelan dalam kondisi perut kosong, itu bisa membersihkan ginjal, juga memperlancar buang air.

2. Jus lemon untuk membuang batu ginjal
Peras jus dari 12 butir lemon segar (kalau sudah mau diminum baru diperas), tambahkan air hangat secukupnya (boleh tambahkan garam laut sedikit agar terasa lebih enak diminum), terus minum selama 7 hari (setiap hari 12 butir lemon, makan minum lainnya seperti biasa). Batu ginjal halus akan keluar bersama dengan urin. Ketika keluar akan terasa sakit, kalau batu ginjal sudah besar, sudah berakibat infeksi dan sakit, boleh minum jus cranberry untuk meredakan sakit dan mengobati infeksi.


Enam cara untuk menghilangkan tekanan batin

Banyak orang pernah menderita tekanan batin akibat beban hidup, beban kerja atau beban hubungan sesama, kalau tekanan batin bisa dikelola dengan baik, akan menjadi sejenis daya dorong yang menimbulkan motivasi hidup. Akan tetapi, kalau tekanan batin tetap ada, tidak dapat diuraikan, bahkan semakin bertambah, ini akan mendatangkan masalah besar pada kelenjar ginjal dan hormon, membangkitkan penyakit dalam sistim kekebalan tubuh, berakibat masalah sangat parah.

Sebagian besar penderita depresi disebabkan oleh tekanan batin sangat besar yang datang secara tiba-tiba, tanpa sanggup menguraikannya. Tekanan batin datang ketika bertemu kesulitan besar, maka kita harus belajar menangani kesulitan.

Kanker berhubungan paling erat dengan tekanan batin, umumnya enam bulan sebelum terserang kanker, penderitanya dilanda masalah dengan tekanan batin berat. Ketika ada tekanan batin, anda harus belajar rileks.

Hembusan nafas bisa berpengaruh pada frekuensi gelombang otak, frekuensi gelombang otak bisa berpengaruh pada kecepatan detak jantung, kecepatan detak jantung bisa berpengaruh pada kecepatan ketat-lemasnya otot. Dengan kata lain, ketika anda merubah cara bernafas, kondisi otot dan perasaan akan membaik, cara ini juga dipergunakan untuk terapi pasien makan langsung muntah.

1. Menggosok kedua telapak tangan.
Ketika mata anda lelah, cara ini paling efektif, dapat membantu kelancaran aliran darah, stamina dan semangat akan segera timbul kembali.

2. Berolah raga
Dengan seluruh badan bergoncang, semangat akan kembali dengan segera, paling baik kalau olah raga rutin, sebab olah raga adalah cara terbaik untuk melepaskan tekanan batin. Selain itu, berjalan kaki dengan kaki ayam di atas rerumputan, juga dapat melepaskan tekanan batin, persyaratan mendasar harus menjadikannya sebagai rutinitas dalam kehidupan sehari- hari.

3. Tidur
Namun orang sekarang kebanyakan sulit tidur nyenyak. Menurut statistik dokter Taiwan, di Taiwan ada sebanyak 5 juta warga yang hanya bisa tidur dengan bantuan obat tidur. Tidur itu adalah tekniknya, harus dingat kala tidur jangan meletakkan tangan di depan dada, bisa mendatangkan mimpi buruk. Juga jangan letakkan di bagian pinggang, bisa menyebabkan tekanan pada organ tubuh, paling baik letakkan di kedua samping tubuh, dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Semakin baik tidur seseorang, tekanan batin semakin cepat hilang. Namun jangan tunggu sampai sangat lelah baru tidur, malah akan lebih sulit untuk tidur, sudah lelah masih susah tidur berarti hati sudah rusak berat karena menderita dua kali, yaitu lelah dan tidak bisa istirahat.

4. Istirahat.
Istirahat berbeda dengan tidur, istirahat adalah meninggalkan pekerjaan semula dan menukarnya dengan sebuah pemandangan. Contohnya saat makan jangan lakukan di meja kerja semula, usahakan membawa bekal makanan dari rumah atau disediakan perusahaan, jangan makan di luar, hanya menghabsikan waktu, apalagi kebanyakan makan di luar dapat merupakan biang kanker. Usahakan membawa bekal sendiri, lebih meta waktu, makan mengikuti formula buang racun saya ini, setelah makan, sisakan 15 menit untuk mengerjakan hal yang tiada hubungan dengan kerja sama sekali. Sisa waktu pergunakan untuk melakukan senam pernafasan dengan perut, melalui gerak pernafasan buat diri agar rileks.

5. Menjaga makan minum
Jangan konsumsi makanan bertekanan tinggi, semua makanan yang menyebabkan iritasi merupakan makanan bertekanan tinggi, semakin banyak konsumsi makanan ini akan membuat saraf simpatetik bekerja berlebihan, kadangkala mengganggu semua fungsi tubuh hingga berada dalam kondisi bahaya.

Apa yang disebut makanan bertekanan tinggi? Coca cola, kopi, teh, alkohol, rokok, produk turunan susu dan produk turunan daging, semua jenis daging, terutama yang telah diproses dengan minyak merupakan makanan bertekanan tinggi.

Makanan jenis apa yang bisa membuat perasaan gembira? Sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Minuman paling manjur menurunkan tekanan adalah air. Minum air bisa mengurangi tekanan, minum air yang baik dapat menghilangkan tekanan batin. (WHO menemukan, lebih dari 80% penyakit berhubungan langsung dengan sumber air yang kurang bersih).

6. Berjemur sinar mentari.
Sinar mentari memiliki kemampuan pengobatan. Banyak penderita depresi merupakan orang yang tidak suka mandi sinar mentari, dengan sering berjemur sinar mentari, antibodi akan meningkat.

 

Karyawan Microsoft Bebas Kerja dari Mana Saja

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 04/07/2012 08:20 WIB

Singapura - Dunia kerja tengah memasuki era baru. Kian canggihnya teknologi membuat cara bekerja konvensional pun ikut berubah. Dengan masyarakat yang semakin terhubung, kerja sejatinya juga bisa dilakukan dari mana saja, asalkan tetap produktif.

Nah, semangat perubahan dalam dunia kerja ini mulai diimplementasikan Microsoft. Raksasa teknologi ini telah merasakan dampak dari era baru yang mereka sebut-sebut sebagai 'a New World of Work'.

Di Singapura, misalnya. Microsoft yang memiliki 1.200 orang pekerja di negara itu mulai membebaskan karyawannya bekerja di mana saja, tak melulu harus datang ke kantor.

Jika pada akhirnya ada yang tetap datang ke kantor, para pegawai juga diberi kebebasan untuk memilih area mana yang dirasa paling cocok untuk menunjang pekerjaan mereka. Pun tak ada lagi ruangan pribadi dan meja khusus yang disediakan untuk para manajer bekerja.

"Di sini, satu-satunya yang masih personal cuma loker pegawai saja," kelakar Julian Chan, IT Director Microsoft Asia Pacific, saat menemani detikINET berkeliling kantor Microsoft yang telah didesain ulang di NTUC Building, Marina Boulevard, Singapura.

Dengan cara kerja serius-santai seperti itu, kata Julian, produktivitas karyawannya justru makin meningkat, kolaborasi antar pegawai juga kian bagus, serta menghemat 16% kebutuhan kantor dalam proyek pengembangan kepegawaian yang dicanangkan selama empat tahun.

Dari survei terbaru mereka ke para pegawainya di Singapura, terungkap bahwa produktivitas pegawai meningkat 54%, kolaborasi antar pegawai juga tumbuh 49%, sedangkan 79% mengaku menikmati perbaikan dari lingkungan kerjanya.

"45% pegawai kami sering travelling. Jadi kami sengaja mendesain kantor kami agar satu meja bisa diutilisasi untuk dua orang. Semua bebas memilih spot mana saja yang paling nyaman buat mereka bekerja. Termasuk saya," kata Julian sambil menunjuk kursi nongkrong ala Starbucks di pojokan jendela yang menghadap Marina Bay. 

Seperti diketahui, Microsoft termasuk 13 perusahaan yang terus masuk dalam daftar 100 perusahaan terbaik untuk bekerja versi majalah Fortune sejak indeks tersebut diluncurkan 1998. Bahkan, Microsoft juga didapuk jadi nomor satu dalam hal 'Great Place to Work Institue's World's Best Multinational Workspace List'.

Microsoft berencana menularkan pendekatan cara bekerja ini ke seluruh kantornya yang ada di Asia Pasifik, dan benefitnya mulai dirasakan di Australia, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan sekarang di Singapura.

Inisiatif 'New World of Work' ini juga akan menjalar ke kantornya yang ada di negara-negara lain seperti Selandia Baru, Korea, Bangladesh, dan bahkan Indonesia dalam beberapa bulan ke depan di 2012-2013 ini.

"Di Microsoft, kami selalu aktif menyemangati pegawai kami untuk bekerja dari mana saja yang mereka rasa bisa paling produktif. Apakah itu di kantor, di rumah, atau bahkan di tempat lain yang mereka rasa nyaman. Bebas," kata Tracey Fellows, Area Vice President, Microsoft Asia Pacific.

Dalam sebuah studi Organization Solutions tentang 'New World of Work' disebutkan, perusahaan yang bisa mengelola dan mengubah suasana kerja secara alami dapat mengutilisasi aset kerjanya secara maksimal, merasakan dampak perbaikan dari kolaborasi dan produktivitas yang meningkat 20%-50%. 

"Para pegawai juga merasa lebih puas dalam bekerja, dan mereka justru semakin berkomitmen dengan perusahaan," kata Dr James Eyring, Chief Operating Officer dari Organization Solutions.

Mengambil langkah menuju 'New World of Work' ialah bagaimana kita mengadopsi digital lifestyle yang mampu mendorong SDM jadi lebih produktif, baik secara budaya dan perubahan mental dalam bekerja.

"Tantangan untuk organisasi dan bisnis adalah menciptakan kultur dimana pegawai merasa dipercaya untuk memilih bagaimana dan di mana mereka bekerja, dan memberikan akses ke teknologi yang membuat mereka merasa bisa lebih produktif dan tetap jadi bagian dari tim," kata Tracey.

Ada multiple benefit yang bisa dihasilkan dari sini, selain produktivitas yang meningkat, kemampuan yang semakin baik untuk menjaga bakat terbaiknya, fleksibilitas bekerja dengan kepuasan tinggi, kualitas hidup yang lebih baik. Serta untuk lingkungan, juga mengurangi tingkat kemacetan yang tidak perlu serta mereduksi emisi karbon CO2.

Riset terbaru Microsoft pada Mei 2011 lalu yang mengambil polling 1500 pegawai dari 15 negara di Eropa juga mengungkap bahwa 73% pekerja merasa hidup mereka semakin baik jika bisa bekerja lebih fleksibel. 

Namun sayang, masih kata riset, baru sepertiga perusahaan yang mampu memberikan guideline tentang cara bekerja yang fleksibel. Lebih jauh bahkan, semakin besar organisasinya, para pegawai semakin merasa tidak fleksibel dalam bekerja.

Konsep new world of work sejatinya memanfaatkan tiga unsur seperti manusia, lokasi, dan teknologi.

"Microsoft merespons kondisi ini dengan memberi kepercayaan para pegawai kami untuk bekerja dari mana saja dan kapan saja mereka mau dengan mengukur tingkat efektivitas dan performa hasil akhir. Kami lebih memilihoutput yang baik dari pada kehadiran di kantor," pungkas Tracey.
 

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.

Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.

"Selamat pagi!" Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . "Boleh ditunjukan rebuwes!" Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.

"Ada apa pak polisi ?" Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . "Ya Allah…sinuwun!" kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

"Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !" Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.

Setelah melihat rebuwes , Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak.

" Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !" Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.

" Jadi…?" Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .

"Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!" Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.

"Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !" Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. "Sungguh orang yang besar…!" begitu gumamnya.

Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.

Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya.

Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.

"Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa'enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!" Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.

" Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?" Komisaris tak menurunkan nada bicaranya.

" Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!" brigadir Royadin menjawab tegas.

"Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !" Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya.

Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.

Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.

Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.

"Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !" lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .

" Siap pak !" Royadin menjawab datar.

"Bersama keluargamu semua, dibawa!" pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja.

"Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !" Brigadir Royadin menawar.

"Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!" Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.

Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya : " Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat." Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.

Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .

" Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !" Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.

July 2010 , saat saya mendengar kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik dari keluarga dipekalongan , saya tak memilki waktu cukup untuk menghantar kepergiannya . Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul. Ia pergi meninggalkan kesederhanaan perilaku dan prinsip kepada keturunannya , sekaligus kepada saya selaku keponakannya. Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya , pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan dan kejujuran .

Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati . Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari sabang sampai merauke.

Depok June 25′ 2011
Aryadi Noersaid

 

INSURANCE DAY 19.10.2011 : ""JEBAKAN" PREMI ASURANSI KEMBALI"

Dear Sahabat,


Selamat pagi,


Waktu mengalir tiada henti, seminggupun telah berlalu.

Saya menjumpai Anda kembali dalam kesempatan "Insurance Day" hari ini
tanggal 19 Oktober 2011, dan kali ini saya ingin share dengan tema:

"JEBAKAN" PREMI ASURANSI KEMBALI

Sesungguhnya setiap premi asuransi yang dibayarkan oleh nasabah dipergunakan
oleh perusahaan asuransi untuk membayar minimal 4 elemen sbb:

1. Claims Ratio
2. Acquisition Cost
3. Over Head
4. Profit Margin

Saya jelaskan secara singkat 1 per 1:

1. Claims Ratio
Mis: asuransi kebakaran rumah.
Selama 5 tahun terakhir, dalam 1000 rumah ada 1 rumah yg terbakar. Maka
Claims Ratio-nya adalah: 0,1%
Begitupun dengan asuransi jiwa, perusahaan memiliki tabel mortalita
(kematian) sebagai hasil perhitungan dari statistik tahun2 yang telah lalu.

2. Acquisition Cost
Biaya yang dipergunakan untuk membayar pihak perantara, yang memberikan
bisnis.
Mis: Bank, agen asuransi, travel agent, pialang asuransi, leasing company,
multi finance company, show room mobil, bengkel mobil dll.

3. Over Head
Dana untuk membayar biaya pegawai perusahaan asuransi, sewa gedung kantor,
bayar listrik, air, bayar alat tulis dan percetakan, bayar gaji expatriate
termasuk fasilitas exclusive-nya di Indonesia, bayar iklan Koran, TV dan
pemasaran lainnya. Dan lain lain.

4. Profit Margin
Investor atau pemilik perusahaan asuransi adalah juga "manusia".
Mereka ingin untung atas setiap dana yang diinvestasikan, yang tentunya
harus lebih tinggi dari bunga SBI atau Kupon ORI.
Perusahaan asuransi bukanlah "Dept Sosial" atau "Yayasan" yang dapat Anda
harapkan memberikan sesuatu secara "GRATIS".

-----

Sehingga dari 4 elemen tsb akan membentuk premi:
1. Premi dasar (Claims Ratio): mis. 0,1%
2. Acquisition Cost: ambil contoh ditetapkan sebesar 15% = 0,015%
3. Over Head: ditetapkan mis sebesar 20% = 0,02%
4. Profit Margin: ditetapkan min. 30% = 0,03%

Total premi yang dibayar = 0,165% per tahun.

-----

Jadi bila nasabah membayar 0,165%, maka akan dipergunakan oleh perusahaan
asuransi untuk membayar semua elemen tsb diatas, dan tidak ada yang akan
dikembalikan (habis dikonsumsi).

------

Seandainya ada perusahaan asuransi yang mengatakan bahwa premi asuransi yang
Anda bayarkan "tidak hangus", maka mereka mengatakan kebohongan terbesar dan
telah melanggar prinsip utama asuransi "Utmost Good Faith".

Catat nama penjual dan asal perusahaan asuransinya, laporkan ke Dewan
Asuransi Indonesia dan Biro Perasuransian Kementrian Keuangan RI.

-----

Lalu ada "Iklan" yang mengatakan "premi asuransi kembali".

Saya menjawab pertanyaan "KONTAN" sbb.:
"Pasti ada tanda "*" (bintang)" dan tulisan kecil "Syarat & Ketentuan
Berlaku".

Pelajari dan pahami syarat dan ketentuan tsb, agar jangan mudah "tergiur"
dan "terjebak" dengan iklan yang "memerangkap".

Ada beberapa perusahaan asuransi yang berani memberikan "No Claim Bonus"
kepada nasabahnya, dalam bentuk Discount untuk premi perpanjangan polis.
Berarti syaratnya: "TIDAK ADA KLAIM" selama periode polis.
Jadi yang dikembalikan adalah sebagian dari: "Claims Ratio".

Lalu perhatikan lagi, berapa lama waktu yang dipersyaratkan agar Anda boleh
"menikmati" pengembalian premi. Ada polis yang mensyaratkan 3 tahun tidak
melakukan Klaim Sakit, ada juga yang lebih lama.

Ada polis kendaraan yang mensyaratkan tidak mengajukan klaim selama 1 tahun.

Apakah Anda tidak akan sakit selama waktu 3 tahun?
Apakah Anda tidak akan mengalami lecet, serempetan dan benturan mobil selama
1 tahun di Jakarta yang padat dan banyak ojek?

Hal ke 2 yang mesti diperhatikan, berapa bagian premi yang akan
dikembalikan? Apakah seluruh premi yang Anda keluarkan dari dompet?

Hal ke 3 yang Anda layak "curigai" adalah apakah besar premi asuransi
perusahaan yang menjanjikan pengembalian, bersaing dengan harga di pasar.

Seandainya perusahaan yang menjanjikan pengembalian 50% premi kepada Anda,
bila tidak ada klaim selama 5 tahun dan premi-nya lebih mahal 10% dari premi
asuransi pada umumnya, maka yang kembali adalah uang nasabah sendiri pada
akhir tahun ke 5 (investasi di perusahaan asuransi???).

Tetapi bila nasabah akhirnya mengajukan klaim, maka sesungguhnya nasabah
membayar terlalu mahal dan "rugi" 10% setiap tahun.

-----

Pesan saya kepada para nasabah yang awam, dan menginginkan memperoleh
keuntungan dari transaksi asuransi:
"Perusahaan asuransi tidak memberikan proteksi dan atau perlindungan kepada
Anda dengan cuma-cuma alias GRATIS, dengan berharap Premi Asuransi yang Anda
bayarkan akan kembali" Alias "NO FREE LUNCH".

Semua ada harganya, bila Anda mau perlindungan maka Anda harus bayar
ongkosnya.

BACA - PELAJARI - PAHAMI - NIKMATI PROTEKSInya.

Selamat Hari Asuransi Indonesia 18 Oktober 2011.
Semoga Asuransi Indonesia semakin sukses melayani nasabah dan masyarakat
Indonesia.


Demikian sharing saya, semoga bermanfaat.


Salam,
Freddy Pieloor
Pialang Asuransi
www.PialangAsuransi.com

 

Tugas Kecil Hanya Membuat Anda Kerdil


Hore, Hari Baru! Teman-teman.
Jika boleh memilih antara gaji besar dan gaji kecil, apa pilihan Anda? Pertanyaan yang kurang cerdas. Jika dihadapkan pada 2 pilihan antara mengerjakan sesuatu yang sudah biasa Anda lakukan dengan baik atau sesuatu yang Anda belum terampil melakukannnya; Anda pilih yang mana? Tidak usah khawatir, ini bukan soal pilihan antara benar dan salah kok. Kebanyakan orang mendahulukan kenyamanan. Maka wajar jika mereka memilih mengerjakan tugas-tugas yang mudah. Selain memberi rasa nyaman, pekerjaan gampang tidak memerlukan kerja keras dan bisa menghemat banyak keringat. Tak heran jika banyak orang yang merasa berat hati ketika mendapatkan penugasan yang sulit. Bahkan tidak sedikit yang rela karirnya tidak berubah karena merasa sudah sangat nyaman dengan pekerjaan yang dilakukannya selama bertahun-tahun. Boleh saja jika memang itu sudah menjadi pilihan hidup kita. Tapi, jika kita masih mengeluhkan hasilnya, itu pertanda ada yang salah dengan pilihan kita.
Dua minggu lalu sahabat saya menunjukkan pohon beringin bonsai yang dimilikinya. Lalu saya teringat kepada pohon beringin besar yang tumbuh dihalaman belakang rumah kakek saya di kampung ketika saya masih kecil dulu. Membayangkan kedua beringin itu, tiba-tiba saya merasa miris sendiri. Jangan-jangan saya ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Namun, saya membiarkan diri sendiri kerdil seperti beringin bonsai itu. Seolah tersadar dari keterlenaan yang telah bertahun-tahun ini saya alami, saya melihat betapa banyak potensi diri yang saya sia-siakan selama ini. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memaksimalkan potensi diri, saya ajak memulainya dengan mempraktekkan 5 prinsip Natural Intelligence (NatIn) berikut ini:
 
1.      Behentilah bermain di arena kecil. Jika Anda sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan yang Anda tangani, boleh jadi sebenarnya Anda sudah tidak cocok lagi dengan pekerjaan itu. Huhu, bukankah justru sebaliknya? Bukan. Salah satu alasan mengapa pohon beringin di rumah teman saya itu menjadi bonsai adalah karena dia secara sengaja ditempatkan pada pot beton yang sangat kecil. Beda dengan beringin raksasa di kebun kakek saya. Tanahnya luas, nutrisinya banyak, ruang geraknya leluasa. Maka jadilah beringin teman saya kerdil. Dan jadilah pohon beringin kakek saya menjulang tinggi dengan akar gantungnya yang besar dan kekar. Begitu pula dengan pekerjaan. Jika Anda masih terus bertahan dalam pekerjaan yang sudah menjadi tugas cetek dan celepete itu, bisa jadi Anda membiarkan diri sendiri menjadi bonsai. Kita sering mengkalim diri sebagai orang yang berjiwa besar dan berkehormatan besar. Namun, kita membiarkan diri sendiri ngendon di ruang kecil yang hanya cocok untuk mereka yang memiliki kapasitas kerja yang juga kecil. Terlalu mudahnya pekerjaan yang Anda tangani itu adalah indikasi jika kapasitas diri Anda sudah lebih besar. Maka datanglah kepada atasan Anda untuk penugasan yang lebih menantang. Karena seperti pot mungil; tantangan kecil hanya cocok untuk orang kecil, atau orang besar yang ingin menjadi kerdil.
 
2.      Tumbuhkanlah keinginan untuk menjadi orang besar. Kalau merasa takut keluar dari arena kecil untuk memasuki arena bermain yang lebih besar itu wajar. Namun kita memiliki pilihan apakah akan menjadikan rasa takut itu sebagai alasan untuk tetap diam ditempat, ataukah sebagai daya dorong untuk mengembangkan diri agar bisa menjadi pribadi yang lebih besar. Pilihan itu menghasilkan sebuah perbedaan bermakna. Orang-orang yang terkurung dalam ketakutan tidak akan pernah keluar dari penjara aman yang dibuatnya sendiri. Sedangkan orang-orang yang terdorong oleh rasa takut proporsional justu semakin bersemangat untuk terus mengembangkan diri. Saya melihat akar bonsai itu memberontak keluar dari pot kecilnya. Bahkan ada bagian pot yang retak. Terlihat sekali jika sebenarnya bonsai itu ingin tumbuh membesar seperti yang seharusnya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita menggeliat mencari tantangan lebih besar ataukah justru diam saja ditempat berhambatan kecil? Kita kalah oleh tanaman jika demikian. Tantangan besar sering tidak datang dengan sendirinya. Maka seperti akar bonsai itu, kita sendirilah yang harus mencarinya keluar dari tempat persembunyian. Banyak atasan yang enggan memberi penugasan besar kepada orang-orang tertentu. Mengapa? Karena kebanyakan orang memiliki seribu satu alasan untuk menolaknya. Kita? Karus seperti akar itu. Mendatanginya. Dan mempersiapkan keterbukaan diri untuk menerima tantangan besar.
 
3.      Pancinglah kesempatan besar dengan umpan yang besar. Bayangkan jika Anda berharap bisa menangkap hiu, namun Anda menggunakan sampan kecil. Dengan kondisi seperti itu, didatangi oleh hiu justru sangat berbahaya. Banyak kejadian yang patut kita ambil hikmahnya. Misalnya orang-orang yang mendapatkan jabatan atau tanggungjawab yang 'terlalu besar' dibandingkan dengan kapasitas dirinya yang kecil. Mereka berambisi untuk mendapatkan ikan besar, tapi lupa untuk memperbesar alat pancingnya. Mereka berambisi mendapatkan jabatan tinggi, tapi lalai mengimbanginya dengan kapasitas dan kemampuan diri yang juga tinggi. Akhirnya? Kinerjanya buruk. Frustrasi. Dilecehkan kolega dan bawahan. Lalu, melarikan diri ke tempat lain karena sudah tidak sanggup lagi mengatasi tantangan yang dihadapinya. Ditempat baru, kejadiannya tidak jauh berbeda. Pasti akan terulang lagi. Kecuali jika mereka kembali memasuki kolam kecil yang sesuai dengan kapasitas dirinya. Sebaliknya jika penugasan besar itu diberikan kepada orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar. Dia tentu bisa mengembannya dengan sebaik-baiknya. Jadi, jika ingin mendapatkan tanggungjawab yang besar, kita mesti belajar untuk terlebih dahulu membuat kapasitas diri kita tambah besar. Karena, hanya orang besar yang layak mendapatkan kesempatan besar.
 
4.      Besarkanlah kapasitas diri dengan kemauan sendiri. Saya berani mengatakan bahwa Anda tidak bisa mengandalkan proses pengembangan kapasitas diri Anda kepada atasan Anda. Mengapa? Karena proses pengembangan diri itu harus dimulai dari kesadaran yang datang dari diri Anda sendiri. Atasan Anda hanya bisa memfasilitasi prosesnya, atau merekomendasikan program pelatihannya, atau sekedar menyediakan budgetnya. Apakah Anda berhasil mengembangkan kapasitas diri itu atau tidak, atasan Anda tidak memiliki kuasa untuk itu. Faktanya? Banyak orang yang ikut suatu pelatihan namun tidak menerapkan ilmu yang diperolehnya di tempat kerja. Banyak juga bawahan yang mengelak untuk mendapatkan penugasan menantang yang sebenarnya merupakan kesempatan bagi mereka untuk berkembang lebih cepat. Bukankah kita sering mengomel kalau diberi tugas yang sulit? Padahal kita tahu bahwa pengalaman adalah bekal yang paling relevan, berdampak, dan berdaya guna. Dan itu tidak bisa kita raih selain dengan menjalaninya sendiri. Kebanyakan orang langsung nyantai begitu pekerjaannya selesai. Banyak juga yang sengaja melambat-lambatkan pekerjaanya dengan maksud menghindari penugasan lainnya. Tapi seorang staff memiliki kemauan yang sedemikian kuat untuk berkembang lebih pesat. Dia beristirahat hanya pada waktunya istirahat. Lalu berpindah dari tugas yang satu kepada tugas yang lain. Setahu saya, karir orang ini melejit sangat cepat. Bahkan melampaui posisi mantan atasannya. Mengapa hanya dia yang begitu? Apakah atasannya pilih kasih? Tidak. Itu karena memang dia memiliki kemauan untuk memperbesar kapasitas dirinya sendiri.
 
5.      Raihlah kesempurnaan dengan proses pencarian tanpa henti. Orang-orang yang merasa dirinya sudah sempurna pasti jauh dari kesempurnaan. Mengapa? Karena tidak ada satu hal pun dimuka bumi ini yang benar-benar statis. Semua bergerak secara dinamis. Bahkan benda-benda yang terlihat diam pun sebenarnya bergerak. Apakah secara absolut pada tingkatan atomiknya, maupun secara relatif dalam tingkatan kosmiknya. Segala sesuatu yang hari ini kita kira sebagai puncak pecapaian, akan segera kadaluarsa lalu digantikan oleh pencapaian lain yang jauh lebih bernilai. Kesempurnaan pencapaian diri kita itu laksana undakan anak tangga. Setiap kali kita menanjak naik, posisi kita memang menjadi lebih tinggi. Namun kita tidak benar-benar sampai ke puncak tertinggi. Jika kita berhenti pada anak tangga itu, maka kita hanya akan bisa mencapai setinggi itu. Lihatlah satu anak tangga lagi, maka kita akan tahu bahwa meski sudah tinggi tapi kita belum cukup tinggi. Naiklah lagi, dan posisi kita lebih tinggi lagi. Naiklah lagi, dan naiklah lagi. Itulah satu-satunya cara untuk menapaki ketinggian nilai-nilai kemanusiaan diri kita sendiri. Yaitu dengan pencarian yang tanpa henti. Sebagai imbalannya, setiap penemuan yang kita dapatkan itu semakin mendekatkan diri kita pada kesempurnaan diri. Karenanya, kesempurnaan hanyalah milik para pencari tanpa henti.
Banyak karyawan yang sangat senang dengan penugasan ringan. Mereka merasa nyaman dengan segala kemudahan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Padahal, justru kondisi itu sangat membahayakan karir mereka sendiri. Tugas-tugas ringan yang kita dapatkan dari pekerjaan tidak ubahnya seperti pot-pot kecil yang akan menghalangi pertumbuhan akar, dahan dan ranting-ranting kapasitas diri yang besar. Jika pohon beringin yang bisa tumbuh puluhan meter pun bisa dikerdilkan untuk menjadi hanya 15 senti, maka kapasitas diri kita yang sangat besar itu pun pasti bisa dikerdilkan hanya dengan cara memberinya tugas-tugas yang kecil. Maka mulai sekarang, berhentilah merasa nyaman dengan tugas-tugas kecil.  Dan mulailah untuk memberikan pohon kapasitas diri Anda tanah yang luas dan besar agar bisa tumbuh hingga sebesar-besarnya.
 

Apa Sikap Anda Terhadap GOSIP ?

 

Seseorang menceritakan gosip mengenai rekan kerja dan pimpinannya. Dalam beberapa hari saja, dengan cepat seluruh

orang di perusahaan tersebut mengetahui ceritanya. Tentu saja rekan kerja dan pimpinan yang namanya tersebut dalam

rangkaian cerita  merasakan kecewa dan sakit hati.

Beberapa hari kemudian, karyawan yg menyebarluaskan gossip tersebut menyadari bahwa ternyata cerita itu hanya

Isapan jempol semata alias gosip dan cerita itu tak benar.

Dia sangat menyesal, lalu datang kepada seorang sahabat yang bijaksana untuk mencari tahu apa yang harus dilakukannya

Untuk memperbaiki kesalahannya itu.

Sahabat yang bijak itu berkata, "Pergilah ke pasar atau supermarket dan belilah 1 buah kemoceng bulu ayam", "kemudian

dalam perjalanan pulang dari pasar ke rumah atau kantor, cabutilah bulu ayam di kemoceng & buanglah satu persatu

disepanjang  jalan menuju pulang."

Meski kaget mendengar saran itu, si penyebar gosip tetap melakukan apa yg disuruh kepadanya.

Keesokan harinya karyawan tersebut melaporkan apa yg sudah dilakukannya.

Sahabat bijak itu berkata lagi, "Sekarang pergilah dan kumpulkan kembali semua bulu ayam yg kamu buang kemarin

Dan bawa kepadaku"

Karyawan itu pun menyusuri jalan yg sama, tapi angin telah melemparkan bulu-bulu itu ke segala arah.

Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali dengan tiga potong bulu saja.

"Lihat kan?" kata sahabat bijak itu, "sangat mudah melemparkannya, namun tak mungkin mengumpulkannya kembali,

begitu pula dgn gossip. Tak sulit menyebarluaskan gossip, namun sekali gossip terlempar, 7 ekor gajahpun

tak mampu menariknya kembali."

PESAN MORAL dan cerita singkat diatas

Jika dianalogikan dengan sesuatu bergosip dimpamakan seperti orang yang senang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Secara kasat mata, bergossip menggunakan lidah yang  hanyalah bagian kecil dari organ tubuh manusia. Ia lentur, tidak bertulang. Namun, dibalik 'kelembutannya' itu, tersimpan kedahsyatan yang mampu menghantarkan seseorang  ke pintu gerbang kebahagiaan, sekaligus bisa menjerumuskan si empunya  ke dalam kehinaan hidup "Wahai lisan, ucapkanlah yang baik-baik, niscaya kamu akan beruntung! Diamlah dari mengucapkan yang buruk,buruk, niscaya kamu akan selamat sebelum menyesal!"

Ibarat laksana sebuah pedang yang terhunus, ia akan bermanfaat ketika si pemilik memanfaatkannya untuk sesuatu yang berguna. Begitu pula sebaliknya, ia justru akan berubah menjadi beban siapa saja, ketika ia tidak mampu memanfaatkannya dengan baik, atau menggunakan  untuk 'membabat' siapa/apa saja, tak peduli dirinya sendiri. Tentu yang demikian ini, sangat membahayakan bagi keselamatan dirinya, ataupun orang lain di lingkungan kerja atau dimanapun. begitulah kira-kira analogi dari pada lisan.

Dan perlu diketahui, sejatinya lisan itu lebih berbahaya dari pedang, lebih beracun dari pada bisa, sebab, ia bisa membunuh  tanpa harus melukai, bisa melumpuhkan, tanpa ada perlawanan (fisik). Kenapa?, karena lemparan peluru-peluru (baca: kata-kata) nya, langsung menghujam pada titik kelemahan manusia, hati.

Diantara wujud kesempurnaan yang hakiki sebagai seorang manusia adalah yang mampu menjaga, memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan, harga diri, harkat dan martabat orang lain secara adil dan sempurna. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Hindarilah jauh-jauh untuk melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan, meremehkan, atau pun merusak kehormatan orang lain siapapun dia. Karena tidak ada seorang pun yang terjaga dari kesalahan dan lepas dari segala kekurangan dan kelemahan.

Suatu fenomena yang lumrah terjadi baik di masyarakat, di lingkungan kerja, atau dimana pun hal ini cenderung disepelekan dan mudah sekali terjadi dalam keseharian kita, padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan, karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang, yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya.

"Lidah memang suatu anggota yg kecil, tapi sangatlah besar pengaruhnya". Bila kita salah menggunakan, maka hancurlah semua yg ada disekitar kita. Lidah yang lembut adalah pohon kehidupan, tapi lidah yg buruk  akan melukai hati orang lain! kita harus berbicara yang baik dan benar atau lebih baik diam jika tak mampu. 

Bergosip adalah penyakit lisan, yang bisa membahayakan nasib kita (si empunya lisan) dan orang lain. Senantiasa meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa  atas bahaya lisan kita  dan berfikir terlebih dahulu (akan manfaatnya atau dampak negatif yang diakibatnya) sebelum bertutur. Ketika kita menyadari akan kekeliruan ucapan kita, cepatlah sadari, dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Jauhkanlah diri dari kebiasaan mengucapkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan sebainya tidak berbicara berlebihan atau melebih-lebihkan sesuatu.

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger