Kenapa Gaji Manajer Sekarang Bisa dengan Mudah Tembus Rp 45 juta per bulan?

  http://strategimanajemen.net/2014/08/18/kenapa-gaji-manajer-sekarang-bisa-dengan-mudah-tembus-rp-45-juta-per-bulan/#more-1520

 

Ya, kenapa sekarang gaji manajer relatif dengan mudah bisa tembus Rp 45 juta per bulan? Sebuah angka yang amat mengesankan.

Tempo hari saya bertemu dengan seorang kawan. Usianya masih relatif muda, sekitar 36 tahun, dan menjadi manajer senior di sebuah perusahaan bonafid. Ia bilang gajinya saat ini mencapai Rp 46 juta per bulan. Sebuah angka yang renyah terutama mengingat ia masih berusia relatif muda.

Ada tiga jawaban fundamental kenapa gaji manajer kini bisa makin melambung. Di pagi ini kita mau menguliknya satu demi satu.

Bagi karyawan kantoran, besarnya gaji tentu merupakan alasan paling vital kenapa mereka mau terus berjibaku pergi pagi pulang petang, berebut macet dengan ribuan motor dan mobil di jalanan.

Kalau terus berkeringat namun gaji hanya sekelas UMR, lhah terus kelak kapan bisa beli tanah dan rumah untuk tinggal.

Berikut tiga alasan fundamental kenapa gaji manajer bisa dengan mudah tembus angka Rp 45 juta per bulan.

 

Reason #1 : Over Demand, Under Supply. Sebab yang pertama ini amat sederhana namun powerful dampaknya : kebutuhan (demand) manajer yang andal amat tinggi, sementara pasokan (supply) amat terbatas.

Sesuai hukum ekonomi dasar yang universal : saat pasokan jasa/barang langka sementara permintaan tinggi, maka harga pasti akan melangit (prinsip “over demand under supply” ini sama persis dengan kasus kenaikan harga rumah dan tanah yang saya ulas dua minggu lalu).

Lembaga konsultan Boston Consulting Group dalam surveinya menyebut : dalam 10 – 20 tahun ke depan, Indonesia akan mengalami kekurangan manajer hingga 40%.

Laju ekspansi bisnis yang kian pesat tidak diimbangi dengan laju pertumbuhan jumlah manajer kapabel yang memadai.

Sekarangpun sudah terjadi : lihat saja iklan lowongan pekerjaan level “experienced hire” (bukan fresh grad) di harian Kompas Sabtu. Posisi yang kosong selalu bejibun, dan kelihatan sekali banyak perusahaan yang frustasi karena tetap susah mendapatkan manajer yang andal dan sesuai kebutuhan.

Akibatnya sering terjadi “talent war” – banyak perusahaan memanfaatkan jasa head hunter untuk membajak manajer andal bahkan kalau perlu dari perusahaan pesaing. Di industri bank, consumer goods, agensi periklanan, hal ini amat lazim terjadi.

Akibat perang memperebutkan manajer andal itu, maka otomatis gaji dengan mudah melejit.

Wani piro? Demikian ucapan yang diberikan manajer-manajer kompeten yang terus diburu oleh para headhunters. Dan hasilnya : gaji Rp 45 juta per bulan - sebuah angka yang mengesankan.

 

Reason #2 : Working at The Right Place. Alasan kedua kenapa gaji manajer bisa tinggi ya karena bekerja di “tempat yang tepat” (the right place). Tempat yang tepat artinya bekerja di perusahaan yang lumayan bonafid, bisnisnya tumbuh, profit marginnya besar, sehingga bisa bayar gaji karyawannya dengan relatif royal.

Perusahaan-perusahaan multi nasional seperti Citibank, Unilever, Chevron ataupun perusahaan nasional besar seperti Astra, Bank Danamon dan Indofood relatif bisa memberikan gaji yang atraktif bagi para manajer dan karyawannya.

Nah, kalau Anda merasa sekarang bekerja di perusahaan yang relatif kecil dalam memberi gaji (bukan karena pemiliknya pelit, tapi mungkin karena profit-nya rendah akibat biaya operasional yang terlalu tinggi), maka Anda bisa mencari peluang pindah ke perusahaan lain yang lebih bonafid.

Sebab ingat, banyak perusahaan lain yang juga amat membutuhkan tenaga Anda yang kompeten dan andal itu (kalau memang kompetensi Anda oke ya. Kalau kompetensi-mu abal-abal, ya wasalam).

Tempo hari ada pembaca blog ini yang bilang, gajinya melompat dua kali karena pindah ke perusahaan yang lebih bonafid. Dari gaji Rp 17 juta ke angka Rp 34 juta per bulan. Kenaikan gaji yang mengesankan. Slogan yang ia ajukan waktu negosiasi gaji : Wani piro???

 

Reason #3 : Your Competency Defines Your Salary. Pada akhirnya yang menentukan berapa salary yang layak Anda terima, ya level kompetensi-mu.

Dengan kompetensi kelas dunia, Anda bisa dengan mudah bekerja di perusahaan kelas dunia, dan dengan gaji kelas dunia (sekarang gajinya sudah kelas dunia juga sih, dunia lain).

Dengan kompetensi yang mak nyus, Anda akan terus diburu oleh para headhunters yang akan membujuk Anda untuk pindah ke perusahaan lain dengan gaji  yang lebih menggiurkan. Lalu Anda bisa mengajukan dua kata magis itu : Wani piro?

Nah jika Anda mau meningkatkan level kompetensi-mu ke level kelas dunia (agar gaji bisa naik ke standar kelas dunia), Anda bisa cek CARANYA DISINI.

Demikianlah sekilas ulasan mengenai standar gaji manajer di Indonesia. Yah, semua harus tetap disyukuri. Gaji 45 juta per bulan, syukur alhamdulilah. Gaji 4,5 juta per bulan ya tetap syukur.

Sebab urip iku mung sekedar mampir ngombe.Monggo mas/mbak, diminum dulu teh atau kopi hangatnya.

__._,_.___


Posted by: vmc_value@yahoo.co.id

 

 

Self Expanding

By: Adang Adha

 

 

“Human being are limited only by the extent of their knowledge, their ways of understanding themselves and their ability to “check out” with others. Though and feeling are inextricably bound together; the individual need to be a prisoner of his feeling but can use of the cognitive component of his feeling to free himself”.

Virginia Satir

(Family Therapist )

 

Seringkali saya menemukan banyak paradox di tempat kerja yang dikemukakan oleh karyawan. Mereka umumnya mengeluhkan kondisi mereka di perusahaan, biasanya mereka yang sudah lama bekerja di persahaan. mereka mempersepsi perusahaan memberlakukan mereka secara tidak adil, karyawan baru digaji lebih tinggi dari karyawan lama, sistem penilaian kinerja yang dirasa tidak adil dan subjektif dan masih banyak keluhan lainnya. Uniknya ketika saya memberikan wawasan kepada mereka untuk mencari kerja di perusahaan lain yang dianggap akan memberikan gaji yang lebih layak atau sistem penilaian kinerja yang di persepsi cukup adil mereka menolak dengan berbagai alasan, mulai dari sudah nyaman, umur sudah terlalu tua, sulit cari tempat kerja baru, dan lain sebagainya dan ketika saya beri pula wawasan bahwa mereka perlu mengupgrade diri mereka sendiri agar kompetensi meningkat dan ahirnya mendapatkan penghasilan yang sesuai mereka enggan berubah, dan meminta perusahaan yang mengubah kebijakannya tentang karyawan agar lebih nyaman untuk mereka.

 

Saudaraku sekalian. Lingkungan tidak akan berubah hanya untuk anda. Hidup tidak akan melunak walaupun anda mengeluhkannya. Kita sendiri yang perlu mengenal diri kita, mengolah dan membangkitkannya agar lingkungan kerja menjadi tempat yang produktif bagi kita, hidup menjadi lebih hidup dan lebih bermakna. Memperluas wawasan, terus belajar dan mengembangkan potensi diri, mengenal emosi dan mengendalikannya, mengembangkan pula keahlian sosial akan memperluas batas pikiran kita terhadap diri sendiri. orang orang yang sukses di perusahaan adalah orang orang yang mau terus belajar dan memiliki keahlian sosial yang tinggi. Juga sebaliknya, orang orang yang belum berhasil di perusahaan kebanyakan adalah orang orang dengan tipikal hampir sama, enggan untuk belajar dan mengembangkan keahlian sosialnya. Mereka ini biasanya lalu mengeluh namun tetap tidak mau berubah (saya bahas tentang hal ini di tulisan saya sebelumnya “terjebak dalam otomatisasi pekerjaan”)

 

Di beberapa perusahaan dan instansi yang mengundang saya untuk memberikan pelatihan di perusahaannya. saya menemukan sebagian karyawan yang enggan sekali untuk ikut pelatihan, merasa pelatihan tidak ada gunanya bahkan beberapa berpendapat “daripada ikut pelatihan mendingan kasi uangnya saja ke mereka sehingga lebih berguna” atau ikut pelatihan karena menghindari pekerjaan dan mendapat uang saku setelah ikut pelatihan. Di beberapa instansi saya menemukan juga mereka mau ikut pelatihan hanya karena prasyarat naik golongan atau naik jabatan tertentu. Sedangkan isi pelatihannya sendiri mereka abaikan atau menganggap tidak perlu karena merasa sudah tau. Ditambah lagi dengan trainer atau pembicara yang kurang menarik ketika menyampaikan yang jadi pembenaran untuk bermalas malasan belajar.  Namun ketika karir tidak beranjak naik, rasa nyaman di pekerjaan menjalar hebat sehingga enggan berubah dan lingkungan kerja menjadi tempat yang tidak lagi ramah orang orang ini akan menyalahkan perusahaan, atasan atau rekan kerja

 

Memperluas wawasan dan pemahaman anda tentang pekerjaan akan membuat anda lebih mudah dalam menyelesaikan pekerjaan, memperluas wawasan dan pemahaman anda tentang diri sendiri akan membuat anda lebih mudah menyelesaikan masalah emosi anda, memotivasi diri sendiri dan terus melakukan perbaikan, memperluas wawasan dan pemahaman anda tentang manusia dan bagaimana berkomunikasi akan mempermudah anda bergaul dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, memperluas wawasan dan pemahaman anda tentang kehidupan akan membuat hidup anda menjadi lebih mudah dan lebih bermakna.

 

Kehilangan semangat untuk belajar di perusahaan hanya akan membuat pekerjaan anda semakin sulit di kemudian hari. Saya sudah banyak melihat banyak orang yang dulu pintar dan kinerja nya sangat bagus namun karena berhenti belajar hal baru ahirnya mereka terbuang digantikan oleh teknologi atau karyawan baru yang masih semangat belajar. Saya juga banyak menyaksikan betapa banyak orang orang yang sudah berumur lebih dari 60 tahun namun masih semangat terus belajar, masih produktif malah semakin bijak sehingga orang orang seperti ini tetap mampu berkarya dan ilmu serta kearifannya semakin bermanfat bagi banyak orang.

 

Keputusan anda mau terus belajar dan mengeksplorasi diri, hanya anda yang peduli dengan karir anda, anda yang menjalani hidup anda sendiri. Apapun keputusan anda setelah membaca tulisan ini terserah anda. Jika anda percaya akan hidayah Tuhan, Ketahuilah Tuhan memberi hidayahnya hanya pada orang orang yang berusaha dengan sekuat tenaga.

 

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger