PENTINGNYA GERAK TUBUH DAN EKSPRESI DALAM KOMUNIKASI

Komunikasi memiliki tahapan-tahapan yang menarik untuk diselami. Banyak orang menganggap bahwa berkomunikasi adalah sesimple orang berbicara dan mendengar. Padahal kita menyaksikan bersama bahwa banyak orang sukses, mengandalkan komunikasi sebagai salah satu kunci kesuksesannya.
Ada empat jenis  komunikasi berdasarkan kualitas hasil dari prosesnya,
Yang Pertama adalah ONE SHOOT DEAL.
Sebuah proses komunikasi sesaat untuk menyelesaikan sebuah maksud atau tujuan tanpa meninggalkan kesan emosional .
Yang kedua adalah TRANSACTION SATISFACTION
Sebuah proses komunikasi untuk menyelesaikan sebuah maksud atau tujuan tetapi menimbulkan kesan emosional yang membuat orang lain berkeinginan untuk melakukan komunikasi selanjutnya.
Yang ketiga adalah RELIABLE RELATIONSHIP
Sebuah proses komunikasi yang menciptakan sebuah keseimbangan yang memunculkan faktor kepercayaan dan kedekatan emosional antar pelaku komunikasi.
Yang keempat adalah POWERFUL PARTNERSHIP
Sebuah proses komunikasi yang menciptakan peluang kesaling tergantungan secara positif sehingga selalu memunculkan kreasi perluasan kedekatan sebuah hubungan.
 
Untuk menciptakan proses komunikasi sampai dengan tahapan yang keempat hal yang sering dilupakan adalah bahasa tersirat melalui gerak tubuh (body language) dan sinyal ekspresi.
Ada 5 hal penting yang harus diperhatikan untuk mencapainya :
Pertama, "bukan seberapa penting perasaan dari pengirim dalam menyampaikan pesan tetapi seberapa kuat perasaan pengirim mempengaruhi persaaan penerima dalam menerima informasi"
Kedua : "Kekuatan untuk meyakinkan dengan ekspresi berhasil mempengaruhi ekspresi penerima"
Ketiga : "Menyentuh penerima secara fisik mendekatkan maksud"
Keempat : "Orang lebih mempercayai yang dia lihat dari ekspresi dan gerak tubuh disbanding apa yang dia dengar"
Kelima : "Mata penerima adalah kamera yang senantiasa ON merekam semua yang terjadi secara visual"
Mulailah memperhatikan gerak tubuh dan ekspresi pada saat berkomunikasi
Cahyana Puthut Wijanarka
 

Out Visualization

Dalam berbagai macam komunikasi baik untuk komunikasi antar pribadi, komunikasi masa, atau komunikasi yang lainnya perlu sekali adanya visualisasi. Agar komunikasi benar seutuhnya mencapai tujuan, yaitu memindahkan sesuatu hal yang ada dalam fikiran seseorang kepada fikiran orang lain. Komunikasi ini memang sudah didukung dengan beberapa sarana yang bisa membuat indera (sensory acuity) seseorang lebih kuat dalam menangkap, misalnya dengan gambar peraga, peragaan gerak, dll.
Training merupakan salah satu bentuk komunikasi masa dengan tujuan yang sangat jelas, 'proses memindahkan'. Out put yang diharapkan baik berupa hard ataupun soft skill. Proses pemindahan ini akan lebih efektif, jika dibuat seolah-olah audiens melihat secara langsung sesuatu yang ada dalam fikiran yang menyampaikan. Sehingga seperti kejadian nyata di depan audiens. Semakin audiens bisa melihat ini sebagai sebuah kejadian nyata, maka semakin kuat daya serap kejadian tersebut.
Misalnya saja saat kita datang ke sebuah pesta, dan menceritakan ke orang lain, maka akan bisa menyampaikan berita pesta itu dengan sudut pandang kita saat dalam acara seperti saat kejadian sebenarnya. Hasilnya akan sangat berbeda, jika kita menceritakan hasil cerita seseorang yang datang ke pesta tersebut, dan kita menceritakan ke orang lain lagi.
Mari kita sedikit beralih ke contoh lain, anak
kita saat bermain. Pasti kita sering melihat anak kita atau anak kecil siapa saja, saat bermain menjadi seorang 'pemeran' (aktor/aktris) yang handal. Bahkan sangat handal. Ketika melihat mereka bermain menjadi 'orang lain' bahkan makluq lain, benar-benar ada penjiwaan yang sangat kuat. Sehingga kita yang melihat seperti seolah melihat dia sebagai 'peran' yang sedang dijalani. Bahkan kadang berperan sebagai binatang yang bisa berbicara, seorang hero dalam film kartun, atau peran lainnya.
Si Anak tadi bisa melakukan Out Visualization yang sangat baik. Tanpa menghiraukan sekitar, fokus pada peran yang dijalani, sehingga orang lain yang melihat seolah bukan Si Anak tadi melainkan 'peran'nya. Bahkan kadang saat berperan, tidak mau jika dipanggil dengan nama aslinya. Dan menyampaikan ke pemanggil bahwa dia Si X, bukan Si Anak.
Jika komunikasi masa dalam bentuk training ini, trainer bisa menampilkan Out visulization dengan berbagai macam cara, seperti metafora, gambar peraga, gerakan peraga, kalimat, tonasi,tangisan, jeritan, tertawaan,dll yang benar seperti aslinya dengan penjiwaan penuh, maka trainee akan sangat mampu menyerap dengan lebih baik tentunya. Bisa dibayangkan jika dalam komunikasi ini Out Visulizationnya buruk. Misalnya maksudnya humor tapi tidak lucu, maksudnya bersedih malah membuat trainee geli atau lucu, trainer motivator tapi terlihat lamban dan malas, bisa-bisa trainer bisa tidak dipercaya lagi. Pentingkan Out Visulaization dalam komunikasi.
Lho kok, istilahnya Out Visualization… he he biar judulnya agak keren saja. Biasanya kalau judul biasa, yang mmbaca jumlahnya biasa. Ini juga bentuk Out Visulization dalam menulis kali ya. Ok, kami tunggu masukan positifnya….. jangan sampai komunikasi jadi garing….
 
Yant Subiyanto
 

9 Penyakit yang Diwariskan Keluarga

by. Mohamad "Bear" Yunus
 
Sejarah keluarga memegang peranan penting dalam kondisi kesehatan seseorang. Misalnya jika dalam keluarga ada riwayat penyakit kanker, itu berarti kita atau anak-anak kita memiliki kemungkinan untuk mewarisi gen yang sama. Dengan kata lain risikonya untuk terkena kanker jauh lebih tinggi daripada risiko individu yang tidak memiliki gen tersebut.

Sejauh ini para ilmuwan telah mengidentifikasi gen-gen yang dapat meningkatkan sekitar 400 kondisi penyakit paling menonjol, seperti misalnya parkinson dan cystic fibrosis atau kondisi fatal yang disebabkan oleh mutasi genetik. Cystic fribrosis menyebabkan terbentuknya lendir lengket dan tebal di dalam paru-paru dan berbagai bagian lain.

Kendati demikian beberapa penyakit tidak hanya disebabkan oleh gen tunggal melainkan akibat kombinasi beberapa faktor seperti pola makan dan gaya hidup. Sebut saja misalnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau skizofrenia.

Berikut ini beberapa penyakit beserta persentase tingkat risiko yang mengkin bisa diturunkan terkait riwayat yang dimiliki oleh anggota keluarga :

1. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi sering tidak disadari karena tidak bergejala. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan pengukuran tekanan darah. Jika tidak segera diobati, dapat meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung.

Risiko diturunkan: Menurut para ahli, jika salah satu orang tua Anda memiliki tekanan darah tinggi, risiko Anda mendapatkan penyakit ini sebesar 15 persen atau bahkan lebih tinggi.

2. Kolesterol tinggi

Dalam keluarga yang sama, kadang para anggotanya memiliki tingkat kadar kolesterol tinggi. keadaaan ini dalam ilmu kedokteran disebut Familial Hypercholesterolaemia (FH). FH disebabkan oleh perubahan gen dimana lemak tidak dimetabolisme dengan baik dalam darah dan menumpuk di arteri. FH merupakan satu contoh dari sifat genetik yang dominan, yang berarti bahwa seseorang memerlukan hanya satu gen abnormal untuk memiliki kondisi tersebut.

Risiko diturunkan: Dr Nigel Capps, dari Inggris mengatakan, jika salah satu orang tua Anda memiliki hiperkolesterolemia familial, maka Anda memiliki risiko 50 persen mendapatkan penyakit tersebut.

3. Hipotiroid

Hipotiroid terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroksin. Gejala yang muncul biasanya sering merasa kelelahan dan penurunan berat badan. Penyakit ini tujuh kali lebih mungkin terjadi pada perempuan.

Risiko diturunkan: Dr Mark Cohen, konsultan endokrinologi dari Spire Bushey Hospital, Hertfordshire mengungkapkan, memiliki saudara atau ibu dengan tiroid (kurang aktif), maka Anda memiliki risiko 20 kali lebih mungkin untuk mendapatkannya.

4. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar (juga dikenal gangguan manik depresi) adalah suatu kondisi yang menyebabkan periode depresi dan mania, biasanya dipicu oleh stres. Diduga disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia di otak, dan pengaruh faktor genetik.

Risiko diturunkan: Jika ada orang tua yang memiliki penyakit ini, maka risiko untuk setiap anak-anak mereka mengalami hal sama adalah sebesar 10-15 persen.

5. Diabetes tipe 2

Umumnya gejala awal diabetes tipe 2 tidak dapat dideteksi. Risiko mengidap diabetes cukup tinggi jika keluarga, orang tua atau saudara Anda juga memiliki riwayat penyakit ini.

Risiko diturunkan: Jika ada salah satu orang tua dengan diabetes tipe 2, risiko penyakit itu diturunkan sebesar 15 persen. Tetapi jika kedua orang tua memiliki kondisi tersebut, risiko penyakit itu diturunkan kepada anak mereka sebesar 75 persen. Namun, faktor lain seperti kegemukan, malas olahraga dan makan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko.

6. Arthritis (radang sendi)

Osteoarthritis adalah jenis penyakit sendi yang disebabkan oleh keausan sendi dan merupakan salah satu dari keluarga besar penyakit arthritis yang paling sering terjadi. Penyakit ini mempengaruhi sekitar 80 persen orang pada suatu waktu dalam kehidupan mereka.

Risiko diturunkan: Banyak masyarakat yang menganggap kalau osteoartritis adalah penyakit yang diturunkan. Tetapi Dr. Sanggar mengatakan, kondisi seperti ini sebetulnya sangat jarang diwariskan. "Ini biasanya terjadi karena keausan pada sendi," katanya.

7. Motor Neuron Disease (MND)

MND adalah suatu penyakit mematikan yang sudah dikenal sejak abad ke-19. Karena relatif jarang ditemukan sering seorang dokter luput mendeteksi gejala-gejala penyakit ini bahkan banyak yang mendiagnosanya sebagai stroke.

Penyakit umumnya merusak sistem saraf sehingga menyebabkan otot lemah. Penyakit ini cenderung mempengaruhi orang berusia lebih dari 40 tahun dan lebih sering menimpa laki-laki. Penyebab pastinya belum jelas, tetapi penyakit ini bisa diturunkan.

Risiko diturunkan: Peneliti mengatakan, sekitar 10 persen penyakit ini dapat diturunkan jika Anda memiliki kerabat dekat dengan kondisi seperti tersebut.

8. Kanker payudara dan ovarium

Kanker payudara adalah kanker paling umum yang diderita kaum perempuan. Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu penyakit penyebab terbesar kematian pada wanita. Sedangkan kanker ovarium, biasa dikenal dengan "silent killer", menduduki peringkat ke-lima sebagai penyebab kematian pada wanita akibat kanker.

Risiko diturunkan: Menurut penelitian sementara 90 persen kasus tidak diwariskan. Hanya 5-10 persen kanker payudara disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dari satu ibu atau ayah. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 adalah yang paling sering. Perempuan dengan mutasi ini memiliki risiko terkena kanker payudara sampai 80 persen. Meningkatnya risiko kanker ovarium juga dikaitan dengan mutasi gen ini.

9. Parkinson

Penyakit parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Pada banyak penderita, pada mulanya parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat. Penyakit ini cenderung diturunkan, walau terkadang faktor genetik tidak memegang peran utama. "Sekali lagi, ini adalah kondisi multi-faktorial," kata Dr Walker.

Risiko diturunkan: Menurut Walker, mereka yang mempunyai orangtua, saudara atau kerabat dekat dengan gangguan parkinson, maka dua kali lipat lebih mungkin untuk mengalami hal serupa. (palingseru.com)

Semoga bermanfaat and Have a positive day!

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARTIKELIUS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger